Pengusaha RI-Filipina Teken MoU Barter Senilai Rp 6,29 T
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan, saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
21:04
8 Juni 2026

Pengusaha RI-Filipina Teken MoU Barter Senilai Rp 6,29 T

- Pengusaha Indonesia dan Filipina menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) barter perdagangan barang senilai 350 juta dollar AS atau Rp 6,29 triliun.

Perjanjian barter itu dilakukan di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan disaksikan langsung oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso alias Busan.

Skema barter disepakati sebagai terobosan untuk mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah dan Peso Filipina terhadap dollar AS.

Busan mengatakan, dengan barter itu Indonesia berupaya menjaga kegiatan ekspor impor tetap stabil tanpa bergantung pada penggunaan dollar AS.

Baca juga: Kemendag Bidik Afrika Sub-Sahara Jadi Pasar Baru Produk Indonesia

“Skema imbal dagang yang terstruktur dengan baik dapat menjadi instrumen perdagangan di tengah ketidakpastian perdagangan global dan tekanan mata uang saat ini,” kata Busan di kantornya, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Dalam pertemuan bisnis itu, terdapat dua kesepakatan barter tripartit yang melibatkan tiga pihak.

Pertama, MoU Asian Pyrochem Technologies dari Filipina bersama PT Trade Barter Indonesia dan Asosiasi Garment dan Tekstil Indonesia.

Mereka sepakat barter serat abaka mentah dengan produk tekstil senilai 50 juta dollar AS atau senilai Rp 907,450 miliar.

Barter kedua berupa perjanjian Asian Pyrochem Technologies bersama PT Trade Barter Indonesia dan PT Krakatau Global Trading.

Mereka sepakat barter produk baja dengan bijih besi dari Filipina guna memenuhi kebutuhan produksi Krakatau Steel.

Nilai barter itu mencapai 300 juta dollar AS atau senilai Rp 5,442 triliun per tahun.

Busan berharap, kerja sama barter ini bisa memperkuat rantai pasok industri di Indonesia dan peluang ekonomi di masa mendatang.

“Kedua proyek ini menunjukkan komitmen pelaku usaha Indonesia dan Filipina untuk menghadirkan solusi perdagangan yang inovatif dan saling menguntungkan,” tutur Busan.

Tidak hanya itu, kata Busan, utusan Filipina juga terlibat penjajakan (business matching) bersama eksportir dan produsen di Indonesia.

Mereka menyaksikan beberapa komoditas unggulan Indonesia yang berpeluang dipasarkan di Filipina.

Lebih lanjut, Busan juga mengundang pengusaha Filipina untuk menghadiri Trade Expo Indonesia ke-41.

Acara itu bakal digelar pada 14 sampai 18 Oktober 2026 ICE BSD City. “Kami ingin momentum ini terus berlanjut. Kemendag memberi dukungan penuh melalui berbagai terkait regulasi hingga penghubungan ke pelaku bisnis Filipina,” tutur Busan.

Baca juga: Kemendag Minta Take Down Ribuan Iklan Minuman Beralkohol hingga Minyakita dari Marketplace

Tag:  #pengusaha #filipina #teken #moubarter #senilai

KOMENTAR