Terungkap, AS Sudah Tahu Bakal Ada Serangan Teroris di Moskow, Minta Warganya Segera Tinggalkan Rusia
Momen teroris melakukan penembakan di Gedung Konser Moskow, Jumat (22/3) waktu setempat. ( Free Republic)
13:42
23 Maret 2024

Terungkap, AS Sudah Tahu Bakal Ada Serangan Teroris di Moskow, Minta Warganya Segera Tinggalkan Rusia

- Sebelum serangan teroris di Gedung Konser Moskow, Crocus City Hall, pada Jumat (22/3) waktu setempat, Amerika Serikat sudah memberikan peringatan. Dua minggu sebelumnya yakni pada Kamis (7/3) waktu setempat, AS sudah memperingatkan tentang kemungkinan serangan di Moskow. Hanya saja, pihak Rusia menganggap peringatan itu sebagai upaya untuk menakut-nakuti warga Rusia.

Sebelumnya, Kedutaan Besar AS di Moskow mengeluarkan peringatan keamanan pada tanggal 7 Maret 2024. Kedubes AS di Moskor memperingatkan bahwa personelnya memantau laporan bahwa para ekstremis mempunyai rencana dalam waktu dekat untuk menargetkan serangan di pertemuan besar di Moskow, termasuk konser. Pernyataan itu memperingatkan warga Amerika bahwa serangan bisa terjadi dalam 48 jam ke depan.

Hanya saja, suara-suara pro-Kremlin segera memanfaatkan peringatan Kedutaan Besar AS untuk menggambarkan Amerika sebagai upaya menakut-nakuti orang Rusia.

Para pejabat Amerika khawatir bahwa Presiden Vladimir Putin akan berusaha menyalahkan Ukraina atas serangan mematikan pada Jumat (22/3) waktu setempat, sehingga memberikan tekanan pada pemerintah Barat untuk mengidentifikasi siapa yang menurut mereka mungkin bertanggung jawab. Putin sering memutarbalikkan peristiwa, bahkan peristiwa tragis, agar sesuai dengan narasi publiknya. Dan dia dengan cepat menuduh Ukraina melakukan tindakan terorisme untuk membenarkan invasinya ke negara tersebut.

Para pejabat AS mengatakan Putin bisa saja melakukan hal yang sama setelah serangan tersebut, dengan menggunakan hilangnya nyawa untuk melemahkan dukungan bagi Ukraina baik di dalam negeri maupun di seluruh dunia.

Pada 19 Maret 2024, Putin menyebut pernyataan Kedutaan Besar AS sebagai pemerasan yang nyata yang dibuat dengan tujuan untuk mengintimidasi dan mengacaukan masyarakat Rusia.

Sementara itu, John Kirby, juru bicara Dewan Keamanan Nasional Presiden Joe Biden, mengatakan bahwa Gedung Putih saat ini tidak memiliki indikasi bahwa Ukraina atau warga Ukraina terlibat.

“Kami sedang memeriksanya. Tapi saya tidak akan menyalahgunakan Anda pada saat-saat awal ini jika ada hubungan apa pun dengan Ukraina," sebut Kirby dilansir dari The New York Times.

“Pikiran kami jelas tertuju pada para korban serangan penembakan yang sangat mengerikan ini,” imbuhnya.

Di sisi lain, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mempertanyakan pendapat awal AS yang mengatakan Ukraina tak ada indikasi terlibat. “Atas dasar apa para pejabat di Washington menarik kesimpulan di tengah tragedi tentang tidak bersalahnya seseorang?” sebutnya. Zakharova juga menambahkan bahwa jika Washington mempunyai informasi tentang serangan itu harus dibagikan.

Kedutaan Besar AS di Rusia juga telah mendesak warga negara AS untuk segera meninggalkan Rusia, harus menghindari konser dan keramaian, serta selalu waspada terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.

Seperti diketahui, sebuah serangan teroris di dekat ibu kota Rusia, Moskow, menyebabkan setidaknya 60 orang tewas dan 147 lainnya cedera pada Jumat (22/3) waktu setempat. Serangan tersebut terjadi di gedung konser Crocus City Hall yang terletak di Krasnogorsk, sebuah kota yang terletak di barat ibu kota Rusia. "Menurut data awal, serangan teroris ke kompleks Crocus City Hall menyebabkan 60 orang tewas dan 147 lainnya cedera," demikian menurut otoritas penyelidikan Rusia.

Sebuah ledakan dilaporkan terjadi dalam serangan ke gedung teater tersebut sehingga menimbulkan kebakaran besar yang melahap sepertiga bangunan tersebut. Media Rusia melaporkan bahwa karena kebakaran tersebut sebagian bangunan Crocus City Hall runtuh. Serangan tersebut terjadi kala kelompok musik setempat akan tampil. Kelompok musik tersebut dilaporkan selamat.

Kejaksaan Agung Rusia menyebut sekelompok orang tidak dikenal tiba-tiba melancarkan tembakan sebelum konser dimulai. Sementara itu, komisi penyelidikan setempat menyatakan kejadian tersebut sebagai serangan teroris.

Lebih dari 100 orang berhasil dievakuasi dari bangunan tersebut, dengan banyak pengunjung gedung konser lainnya menunggu dievakuasi di atap bangunan. Merespons serangan tersebut, otoritas Moskow seketika meningkatkan pengamanan. Warga kota digeledah sebelum diizinkan masuk ke sejumlah fasilitas publik, seperti stasiun kereta bawah tanah.

Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin menyatakan belasungkawa terhadap korban tewas maupun luka-luka dalam serangan teroris itu. "Sebuah tragedi mengerikan terjadi di Crocus City Hall. Saya berbelasungkawa terhadap para keluarga korban. Saya juga sudah memerintahkan supaya semua hal yang diperlukan diberikan kepada mereka yang cedera," ungkap Sobyanin.

Editor: Edy Pramana

Tag:  #terungkap #sudah #tahu #bakal #serangan #teroris #moskow #minta #warganya #segera #tinggalkan #rusia

KOMENTAR