Trump Tuding Iran Terlalu Lama Negosiasi: Mereka Harus Bayar Harganya
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menghadiri acara kesehatan di South Court Auditorium, Gedung Putih, Washington DC, 18 Mei 2026. AS Serang Iran Setelah Laporan Kesepakatan Perang Bertentangan, Situs Militer Jadi Sasaran (AFP/KENT NISHIMURA)
20:06
10 Juni 2026

Trump Tuding Iran Terlalu Lama Negosiasi: Mereka Harus Bayar Harganya

- Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (10/6/2026) mengatakan, Iran terlalu lama bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan damai.

Karena itu, ia menyebut Iran harus menanggung akibatnya.

Unggahan ini muncul setelah AS dan Iran saling serang, eskalasi paling buruk sejak gencatan senjata mulai berlaku pada bulan April. 

"Si Penindas Timur Tengah telah mati!!! Mereka terlalu lama bernegosiasi untuk kesepakatan yang akan menguntungkan mereka, sekarang mereka harus membayar harganya!!!" tulis Trump di platform Truth Social, dikutip dari AFP, Rabu.

Baca juga: Sempat Diragukan Trump, Netanyahu Pastikan Maju Lagi dalam Pemilu Israel

Berbeda dari klaim sebelumnya

Hal ini kontras dengan komentarnya kepada wartawan sehari sebelumnya yang menyatakan bahwa negosiasi mengenai penyelesaian permanen untuk mengakhiri perang berada dalam tahap akhir.

Trump bahkan mengeklaim bahwa negosiasi dapat diselesaikan dalam dua atau tiga hari.

Sebelumnya, AS mengumumkan telah melancarkan serangan militer terhadap Iran pada Selasa (9/6/2026), menyusul jatuhnya helikopter tempur Apache milik Angkatan Darat AS di lepas pantai Oman.

Militer AS telah menggunakan helikopter Apache, serta drone MQ-9 Reaper bersenjata dan pesawat tempur F/A-18 dan F-35 sebagai bagian dari upaya untuk memblokade Iran di Selat Hormuz.

Baca juga: AS Serang Iran, Pasokan Air di Kota Dekat Hormuz Terputus

Ini akan menjadi Apache pertama yang hilang dalam konflik tersebut.

Presiden AS Donald Trump secara terbuka menuding Iran bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Melalui pernyataan yang diunggah di media sosial, Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) menegaskan bahwa serangan itu merupakan respons atas proporsional atas agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan.

Dalam unggahannya, Trump mengaku telah menerima laporan bahwa Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache AS yang sangat canggih. 

Dia memastikan kedua awak yang berada di dalam helikopter selamat dan tidak mengalami cedera.

Meski demikian, AS harus, dengan segala keharusan, merespons serangan ini," tulis Trump.

Baca juga: Iran Minta Negara Teluk Tanggung Jawab Cegah Serangan AS-Israel

Targetkan waduk penting

Ribuan warga Iran di kota pelabuhan Sirik kehilangan akses air minum akibat serangan yang menghantam dua waduk di daerah tersebut, Rabu (10/6/2026). 

Serangan udara tersebut merusak dua waduk yang memasok air ke daerah Bemani dan Kouhestak di kota Sirik. 

"Sayangnya, menyusul serangan ini, 20.000 penduduk di wilayah tersebut kehilangan akses terhadap air minum yang aman," bunyi pernyataan pejabat perusahaan air setempat yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Rabu.

"Dengan suhu berkisar antara 45 hingga 50 derajat Celcius, kondisi menjadi sangat sulit dan kritis bagi penduduk setempat," tambah pernyataan itu.

Tag:  #trump #tuding #iran #terlalu #lama #negosiasi #mereka #harus #bayar #harganya

KOMENTAR