Menderita Dampak Perang, Negara NATO Ini Hentikan Pasokan Senjata ke Ukraina
Bendera Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).(Shutterstock)
17:36
10 Juni 2026

Menderita Dampak Perang, Negara NATO Ini Hentikan Pasokan Senjata ke Ukraina

- Bulgaria tidak akan lagi memasok senjata dari persediaan militernya ke Ukraina, Rabu (10/6/2026).

Negara anggota NATO dan Uni Eropa itu pun menyerukan upaya untuk mencapai solusi diplomatik guna mengakhiri perang.

Perdana Menteri Rumen Radev mengatakan, meskipun industri pertahanannya akan tetap menjadi salah satu pemasok utama amunisi yang ditujukan untuk Kyiv,  pemerintah telah mengakhiri penyediaan senjata dari tentara Bulgaria ke Ukraina.  

"Kita sudah memberikan cukup banyak, sementara negara kita terus menderita kerusakan sosial-ekonomi akibat perang berdarah ini," katanya kepada media sebelum rapat kabinet, dikutip dari AFP, Rabu.

Baca juga: Perang Masuk Tahun Kelima, 3 Negara Raksasa Eropa Dorong Dialog Langsung Ukraina-Rusia

Anggap cara militer bukan solusi damai

Radev yang mengkritik bantuan militer ke Ukraina, menjabat pada Mei setelah partainya memenangkan mayoritas dalam pemilihan parlemen.

Pada Rabu, ia meyakini bahwa solusi damai untuk perang Ukraina tidak akan tercapai melalui cara militer.

"Oleh karena itu, kami sekali lagi menyerukan pendekatan yang komprehensif dan realistis terhadap perang ini dan upaya untuk mencari solusi diplomatik," jelas dia.

Bulgaria telah memasok Ukraina dengan senjata dari stok militernya, termasuk pertahanan udara dan rudal  yang kompensasinya diterima melalui dana Fasilitas Perdamaian Uni Eropa.

Baca juga: Elite Rusia Mulai Bosan dengan Perang, Tak Yakin Putin Bisa Menang atas Ukraina

Salah satu pemasok utama amunisi Ukraina

Meskipun beberapa pemerintah Bulgaria telah menekankan keengganan mereka untuk mengirimkan senjata langsung ke Ukraina, industri pertahanan negara itu merupakan salah satu pemasok utama amunisi yang ditujukan untuk Kyiv.

Pabrik amunisi Bulgaria yang memproduksi peluru untuk senjata era Uni Soviet yang digunakan oleh tentara Ukraina telah berkembang pesat sejak awal perang. 

Meski demikian, produk mereka tidak dijual langsung ke Ukraina, tetapi ke negara-negara Uni Eropa yang kemudian mendistribusikannya kembali.

Partai GERB sayap kanan tengah yang dipimpin oleh Boyko Borissov, mantan perdana menteri, mengkritik rencana untuk menghentikan pemberian bantuan militer kepada Ukraina.

Menurutnya, hal ini akan mengikis kepercayaan terhadap Bulgaria sebagai sekutu.

Baca juga: Konflik Rusia-Ukraina Memanas: Residu Ideologi dan Polemik Dunia Barat

Ukraina balas serangan Rusia

Gedung tempat tinggal bertingkat yang meledak dalam serangan rudal dan drone Rusia di Kyiv, Ukraina, 14 Mei 2026.AFP/SERGEI SUPINSKY Gedung tempat tinggal bertingkat yang meledak dalam serangan rudal dan drone Rusia di Kyiv, Ukraina, 14 Mei 2026.

Sebelumnya, perang Rusia dan Ukraina semakin intens dalam beberapa pekan terakhir.

Terbaru, Kyiv telah menyerang fasilitas militer Rusia di Cheboksary, beberapa ratus mil di sebelah timur Moskwa, dengan rudal buatan Ukraina pada Selasa (9/6/2026) malam. 

"Semalam, pesawat FP-5 Flamingo Ukraina menyerang pabrik militer di Cheboksary yang memasok komponen untuk pesawat tak berawak dan rudal kepada tentara pendudukan," kata Presiden Volodymyr Zelensky.

Dia mempublikasikan rekaman yang diduga menunjukkan sebuah rudal terbang menuju targetnya dan kepulan asap membubung di atas fasilitas Rusia. 

Baca juga: 656 Drone dan 73 Rudal Rusia Gempur Ukraina dalam Semalam, 13 Orang Tewas

Cheboksary adalah kota utama di wilayah Chuvashia tengah Rusia, terletak 1.000 kilometer (620 mil) dari perbatasan Ukraina.

Gubernur regional, Oleg Nikolayev, membenarkan bahwa kota itu telah terkena dampak serangan.

"Dini hari tadi, Cheboksary diserang roket. Kami sedang berupaya untuk menentukan jumlah korban dan tingkat kerusakan infrastruktur," ujarnya.

Ukraina juga menyerang kilang minyak di wilayah Samara, Rusia, serta sebuah kapal tanker Rusia di Laut Hitam, kata Staf Umumnya.

Ukraina telah mengembangkan rudal sendiri yang disebut Flamingo, tetapi penggunaannya masih relatif jarang.

Tag:  #menderita #dampak #perang #negara #nato #hentikan #pasokan #senjata #ukraina

KOMENTAR