CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai
Serangan presisi jet tempur AS hancurkan sistem pertahanan udara Iran di dekat Selat Hormuz. (AFP)
10:36
10 Juni 2026

CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai

Komando Pusat Amerika Serikat resmi mengakhiri operasi serangan udara yang menargetkan infrastruktur militer strategis di wilayah Iran.

Operasi pembalasan ini diluncurkan menyusul insiden jatuhnya sebuah helikopter militer milik Washington akibat tindakan Teheran.

Dalam laporan Live CNBC Internasional, ketegangan bersenjata ini langsung mengubah lanskap keamanan geopolitik di koridor maritim paling penting di Timur Tengah.

Persediaan Rudal AS disinyalir menipis. (Instagram)Persediaan Rudal AS disinyalir menipis. (Instagram)

Kawasan pesisir selatan Iran kini berada dalam status siaga tinggi setelah dihantam gelombang bom bertubi-tubi.

Langkah ofensif ini diambil Pentagon guna menekan kemampuan pengawasan ruang udara yang dimiliki oleh militer Teheran.

Jet tempur Angkatan Udara dan Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan menggunakan amunisi berpandu presisi tinggi dalam operasi tersebut.

Fasilitas pemantau udara, stasiun kendali darat, serta situs radar pengintai di sekitar Selat Hormuz hancur total.

Ilustrasi lokasi Laut Merah dan Selat Hormuz (Gemini AI)Ilustrasi lokasi Laut Merah dan Selat Hormuz (Gemini AI)

Pihak militer Amerika Serikat menegaskan bahwa tindakan ini adalah respons yang setimpal demi melindungi aset mereka.

Melalui rilis resminya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memberikan penjelasan mendetail terkait legalitas serangan udara tersebut.

"Pasukan CENTCOM menyerang pertahanan udara Iran, stasiun kendali darat, dan situs radar pengintai di dekat Selat Hormuz dengan amunisi presisi dari jet tempur Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS," tulis pernyataan tersebut.

Pentagon mengklaim operasi militer ini murni bertujuan untuk memulihkan stabilitas keamanan navigasi kapal dagang internasional yang terus diganggu.

Serangan ini menjadi pesan peringatan keras bahwa Washington tidak akan menoleransi segala bentuk ancaman di perairan regional.

"Operasi tersebut merupakan respons proporsional terhadap serangan baru-baru ini terhadap pasukan AS dan kapal komersial internasional yang transit di perairan regional," sebut CENTCOM.

Meskipun operasi pengeboman dinyatakan telah selesai, militer Amerika Serikat tidak menurunkan intensitas kewaspadaan mereka di Timur Tengah.

Armada perang AS tetap disiagakan secara penuh untuk mengantisipasi adanya potensi serangan balasan dari Teheran.

"Pasukan AS tetap waspada dan bersikap untuk bertahan melawan agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan," tegasnya.

Dampak serangan udara tersebut dikonfirmasi langsung oleh media lokal di Iran yang melaporkan terjadinya serangkaian dentuman masif.

Pulau Qeshm yang berada di lokasi strategis Selat Hormuz bergetar akibat terkena hantaman bom kiriman Pentagon.

"Suara ledakan terdengar di Pulau Qeshm beberapa kali," demikian diposting oleh kantor berita semiresmi Mehr via Telegram.

Sebelum bom menghantam Pulau Qeshm, wilayah pesisir lainnya seperti Bandar Abbas, Sirik, dan Jask telah lebih dulu membara.

Kantor berita Mehr mengabarkan situasi mencekam di mana gelombang serangan kedua kembali menggempur kota pelabuhan Jask secara agresif.

Ketegangan antara Washington dan Teheran di Selat Hormuz merupakan konflik menahun yang kerap mengancam pasokan minyak dunia.

Hubungan kedua negara semakin memburuk setelah serangkaian insiden sabotase kapal tangki dan saling tembak drone di wilayah perairan tersebut.

Jatuhnya helikopter militer Amerika Serikat menjadi pemicu utama yang memaksa Gedung Putih mengambil tindakan militer langsung ke dalam wilayah kedaulatan Iran.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #centcom #amerika #serang #pertahanan #udara #iran #stasiun #kendali #darat #radar #pengintai

KOMENTAR