Misbakhun: BPI Danantara Wujud Peran Negara Menjaga Keseimbangan Pasar dan Rakyat
— Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara merupakan wujud peran negara dalam menjaga keseimbangan hubungan antara pasar dan rakyat.
Menurutnya, lembaga tersebut menjadi instrumen strategis yang dirancang Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan manfaat ekonomi yang dihasilkan negara dapat kembali dirasakan masyarakat melalui investasi yang berkelanjutan.
Misbakhun menjelaskan, konsep Danantara berangkat dari pemikiran mantan Menteri Keuangan era Soeharto, Sumitro Djojohadikusumo mengenai hubungan antara negara, pasar, dan rakyat.
Dalam pandangannya, negara tidak bisa sepenuhnya melepaskan diri dari aktivitas ekonomi karena berbagai kebijakan publik, termasuk subsidi energi, membutuhkan instrumen bisnis untuk menjalankannya.
“BPI Danantara ini adalah wujud peran negara untuk menjaga keseimbangan antara pasar dan rakyat," kata Misbakhun di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
"Ini merupakan strategi yang diambil Presiden Prabowo berdasarkan pemikiran Sumitro tentang bagaimana negara hadir di tengah dinamika pasar agar kepentingan rakyat tetap terlindungi,” lanjut Misbakhun.
Ia mencontohkan kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik yang selama ini dijalankan pemerintah.
Menurutnya, negara memiliki kapasitas yang lebih kuat untuk menanggung risiko ekonomi dibandingkan masyarakat berpenghasilan rendah yang harus menghadapi kenaikan biaya hidup secara langsung.
“Pundak negara lebih kuat memanggul beban itu dibandingkan jika seluruh beban diserahkan kepada rakyat," kata dia.
"Karena itu negara harus hadir dan mengambil peran ketika gejolak pasar berpotensi membebani masyarakat,” lanjutnya.
Misbakhun menambahkan, Danantara tidak hanya berfungsi sebagai pengelola aset dan investasi negara, tetapi juga sebagai sarana untuk mengoptimalkan manfaat ekonomi yang dihasilkan badan usaha milik negara.
Keuntungan yang diperoleh, kata dia, dapat diputar kembali dalam bentuk investasi produktif sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi pembangunan nasional.
“Kalau ada unsur bisnis yang menghasilkan manfaat bagi negara, manfaat itu sebaiknya didaur ulang kembali melalui investasi," ujarnya.
"Dengan begitu efeknya akan lebih kuat bagi perekonomian dibandingkan sekadar ditarik sebagai dividen dan habis untuk kebutuhan jangka pendek,” tambah Misbakhun.
Baca juga: Purbaya soal Outlook Negatif Moodys untuk Danantara: Bukan Hal Baru
Ia menegaskan bahwa kehadiran Danantara mencerminkan pendekatan pembangunan yang menempatkan negara sebagai pengelola sekaligus penyeimbang dalam hubungan antara pasar dan masyarakat.
Melalui mekanisme investasi yang berkelanjutan, pemerintah diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kesejahteraan rakyat.
"Biarlah yang sebagian itu menjadi bebannya negara dipikul dan dipanggul oleh negara. Karena BPI Danantara salah satunya tugasnya adalah, mengoperasionalkan supaya hubungan negara dan rakyat di tengah-tengah pasar yang begitu bergejolak," tegas dia.
Tag: #misbakhun #danantara #wujud #peran #negara #menjaga #keseimbangan #pasar #rakyat