Gara-gara Serangan AS, Rencana Damai dengan Iran Terancam Bubar
- Serangan terbaru dari Amerika Serikat (AS) ke Iran mengancam upaya diplomatik yang sedang dibangun kedua negara.
Hal tersebut disampaikan mantan Laksamana Angkatan Laut AS William McRaven.
Sebelumnya, AS melancarkan serangan terhadap sejumlah sistem pertahanan udara dan radar di sekitar Selat Hormuz, Rabu (10/6/2026).
Baca juga: Konflik Pecah Lagi, AS Gempur Iran Usai Helikopter Apache Jatuh
Serangan AS itu sendiri merupakan respons atas jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS yang jatuh sehari sebelumnya.
"Selama AS dan Iran masih saling menembak satu sama lain, tidak akan ada pihak yang mau datang ke meja perundingan," ujar McRaven kepada CNN.
McRaven menambahkan, situasi ini bukan merupakan skenario yang diinginkan pemerintahan Trump, sebagaimana dilansir The Guardian.
Bagi McRaven, kunci membuka jalan menuju perundingan ada pada kepercayaan.
AS, menurutnya, harus mampu meyakinkan Iran bahwa blokade akan dicabut jika Selat Hormuz dibuka kembali.
"Kita harus mencari cara untuk meyakinkan Iran bahwa kita akan mencabut blokade jika mereka membuka selat, dan kemudian duduk bersama untuk memulai negosiasi alot yang pasti akan menyusul," kata McRaven.
Gencatan senjata berkali-kali dilanggar
Konflik antara AS dan Iran kembali memanas setelah kedua pihak sebenarnya telah menyepakati gencatan senjata pada 8 April lalu.
Kesepakatan itu lahir dari negosiasi panjang untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menyelesaikan persoalan program nuklir Iran.
Namun sejak kesepakatan diteken, kedua belah pihak tercatat sudah setidaknya empat kali saling melancarkan serangan.
Baca juga: Trump Klaim Kesepakatan AS-Iran di Tahap Akhir, Tuntas 2-3 Hari Lagi
Masing-masing pihak selalu menggambarkan tindakan mereka sebagai langkah yang "terukur" dan "terbatas".
Meski demikian, kedua belah pihak juga menegaskan komitmen untuk menjaga gencatan senjata tetap berjalan.
Ujian terberat datang pada Minggu (7/6/2026), ketika Iran meluncurkan rudal ke Israel sebagai respons atas serangan Israel di kawasan selatan Beirut.
Israel membalas dengan melancarkan serangan udara ke Iran, menjadikannya pertukaran senjata pertama antara dua negara itu sejak gencatan senjata diberlakukan.
Kekhawatiran akan pecahnya kembali perang regional skala penuh di Timur Tengah sempat mereda pada Senin (8/6/2026).
Baca juga: Jelang Piala Dunia, AS Tiba-tiba Cabut Alokasi Tiket Suporter Iran
Saat itu, Israel dan Iran menyatakan menghentikan serangan satu sama lain, menyusul desakan Trump agar kedua pihak segera berhenti menembak.
Di tengah kekacauan ini, Trump terus mengklaim bahwa kesepakatan jangka panjang dengan Iran sudah di depan mata.
Presiden AS itu dilaporkan hampir mencapai kesepakatan atas sejumlah tuntutan Iran yang akan memungkinkan selat dibuka kembali untuk lalu lintas kapal, sekaligus membuka babak baru negosiasi nuklir.
Namun janji serupa sudah berkali-kali ia lontarkan dalam beberapa pekan terakhir, tanpa pernah terwujud.
Pelanggaran demi pelanggaran terhadap gencatan senjata pun kian mempertebal keraguan atas klaim tersebut.
Baca juga: Trump Klaim Iran-Israel Kini Sepakat untuk Saling Diam Seminggu
Tag: #gara #gara #serangan #rencana #damai #dengan #iran #terancam #bubar