Australia Naikan Upah Minimum Ikuti Inflasi, Jadi Rp 12 Juta Seminggu
Ilustrasi buruh.(UNSPLASH/SHIVENDU SHUKLA)
11:42
2 Juni 2026

Australia Naikan Upah Minimum Ikuti Inflasi, Jadi Rp 12 Juta Seminggu

– Sekitar tiga juta pekerja bergaji rendah di Australia akan menikmati kenaikan upah minimum sebesar 4,75 persen mulai 1 Juli mendatang. 

Keputusan itu diumumkan oleh Fair Work Commission, lembaga independen penetap upah di Australia, pada Senin (2/6/2026).

Dengan kenaikan tersebut, upah minimum mingguan akan menjadi 1.004,90 dollar Australia (Rp 12 juta) atau setara 26,44 dollar Australia per jam.

Baca juga: Di Tengah Perang, Iran Umumkan Kenaikan Upah Minimum Lebih dari 60 Persen

Besaran kenaikan ini sejalan dengan proyeksi inflasi yang diperkirakan oleh bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA). 

Namun angka itu masih di bawah permintaan serikat buruh yang menginginkan kenaikan antara 5 hingga 6 persen.

Fair Work Commission menilai kebijakan moneter yang lebih ketat dari RBA akan tidak diragukan lagi memperlambat laju ekonomi dalam setahun ke depan. 

Komisi itu juga mencatat bahwa inflasi telah meningkat akibat gangguan pasokan minyak yang dipicu oleh perang Iran, sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (2/6/2026).

Baca juga: Di Singapura, Paus Fransiskus: Pekerja Migran Butuh Upah yang Adil

"Dengan mempertimbangkan semua hal ini, kami menyimpulkan, dengan penuh penyesalan, bahwa tidak praktis atau bertanggung jawab dalam kondisi penuh ketidakpastian saat ini untuk memberikan kenaikan upah riil bagi para pekerja," bunyi pernyataan resmi Fair Work Commission.

Meski demikian, komisi menegaskan tetap akan melindungi daya beli pekerja paling rentan.

"Namun, kami berpendapat bahwa setidaknya kami harus memastikan para pekerja secara umum tidak lebih buruk secara riil dibandingkan posisi mereka pada 1 Juli 2025, dan kami juga harus mengambil langkah tambahan untuk melindungi posisi pekerja yang paling rendah upahnya," lanjut pernyataan itu.

Inflasi harga konsumen tercatat 4,1 persen pada kuartal pertama tahun ini dan diperkirakan mencapai puncaknya di angka 4,8 persen pada kuartal kedua, jauh melampaui target kisaran 2–3 persen yang ditetapkan RBA.

Baca juga: Pemetik Buah Asal Indonesia di Australia Merasa Upah per Jam Lebih Manusiawi

Sebagai respons terhadap lonjakan harga energi, RBA telah menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang 2026 menjadi 4,35 persen, membalik arah dari pelonggaran kebijakan yang dilakukan pada 2025.

Dampak kenaikan suku bunga mulai terasa pada berbagai indikator ekonomi. 

Pengeluaran rumah tangga pada April tercatat menurun, harga properti mulai melandai, dan tingkat pengangguran perlahan merangkak naik.

Di pasar keuangan, swap markets saat ini hanya memperkirakan peluang sebesar 6 persen untuk kenaikan suku bunga keempat oleh RBA pada Juli mendatang. 

Baca juga: Joe Biden Sebut Upah Pekerja AS Perlu Dinaikkan

Tag:  #australia #naikan #upah #minimum #ikuti #inflasi #jadi #juta #seminggu

KOMENTAR