Combo Krisis Iklim dan El Nino, Bumi Segera Alami Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah
Ilustrasi pemanasan global.()
19:54
28 Mei 2026

Combo Krisis Iklim dan El Nino, Bumi Segera Alami Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah

– Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan, Bumi hampir dipastikan akan mengalami tahun terpanas sepanjang sejarah sebelum tahun 2030. 

Lonjakan suhu global akibat krisis iklim yang semakin parah, ditambah fenomena El Nino, membuat tahun depan diprediksi menjadi tahun terpanas sepanjang sejarah.

Peringatan tersebut didasarkan pada laporan terbaru yang disusun oleh Kantor Meteorologi Inggris (Met Office) untuk WMO, sebagaimana dilansir The Guardian, Kamis (28/5/2026).

Baca juga: Pemanasan Global Masih Mengintai Meski Tren Emisi Membaik

Laporan itu memproyeksikan ada peluang sebesar 86 persen bahwa setidaknya satu tahun di antara periode 2026 hingga 2030 akan melampaui tahun 2024 sebagai tahun terpanas yang pernah tercatat di dunia.

Selain itu, peluang sebesar 75 persen juga membayangi rata-rata suhu global selama periode lima tahun tersebut, di mana suhunya diperkirakan bakal melewati ambang batas 1,5 derajat celsius di atas rata-rata masa pra-industri.

Menanggapi ancaman serius ini, Kepala Iklim PBB Simon Stiell menyoroti dampak nyata dari gelombang panas yang melanda Eropa baru-baru ini sebagai alarm keras bagi masyarakat internasional.

"Gelombang panas terbaru di Eropa adalah pengingat yang kejam akan dampak krisis iklim yang terus meningkat, baik dari sisi kem???siaan maupun ekonomi. Banyak wilayah lain di dunia juga terpukul keras, seperti India dan bagian Asia lainnya," ujar Stiell.

Baca juga: Pencairan Es Laut Arktik Melambat Meski Pemanasan Global, Ahli Ungkap Sebabnya

Stiell menegaskan bahwa setiap negara kini memiliki tugas utama untuk segera melepaskan ketergantungan dari energi kotor demi meminimalkan dampak buruk perubahan iklim.

"Melindungi nyawa manusia, bisnis, dan perekonomian dari panas ekstrem serta berbagai biaya tinggi lainnya akibat perubahan iklim adalah tugas inti bagi setiap negara, dan itu dimulai dengan menghentikan kecanduan bahan bakar fosil jauh lebih cepat," tegasnya. 

Dia juga menggarisbawahi bahwa energi bersih saat ini sudah lebih murah dan lebih cepat diproduksi ketimbang bahan bakar fosil.

Baca juga: AS: KTT COP28 Kesempatan Terakhir untuk Capai Batas Pemanasan Global

Ancaman emisi dan El Nino

Laporan WMO mengungkapkan bahwa peningkatan suhu global ini tidak lepas dari emisi karbon dioksida dari bahan bakar fosil yang terus meningkat. 

Emisi ini memerangkap lebih banyak panas dan memicu cuaca ekstrem, termasuk gelombang panas mematikan yang melanda Inggris dan Eropa baru-baru ini.

Dampak dari pemanasan global pun sangat fatal. Saat ini, krisis tersebut diperkirakan telah merenggut satu nyawa setiap menitnya. 

Jumlah korban jiwa ini diprediksi akan terus merangkak naik kecuali jika emisi global diturunkan secara cepat dan drastis.

Situasi bumi ke depan diperkirakan akan semakin memanas karena dipicu oleh El Nino, pola cuaca alami dan siklis yang diprediksi kembali terjadi pada akhir tahun ini. 

Baca juga: Pemanasan Global Kian Mengancam, PBB Tekankan Tindakan Mendesak

Berdasarkan prakiraan terbaru dari Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA), terdapat peluang hingga 96 persen terjadinya El Nino pada periode Desember 2026 hingga Februari 2027, dengan peluang 35 persen menjadi super El Nino.

Fenomena El Nino sendiri terjadi akibat perubahan pola angin di Samudra Pasifik, yang menyebabkan panas yang tersimpan di dalam lautan terlepas ke atmosfer bumi.

Leon Hermanson, penulis utama laporan WMO ini, menjelaskan bahwa siklus cuaca ini akan mempercepat terjadinya tahun terpanas baru dalam waktu dekat.

"Ada El Nino yang diprediksi terjadi pada akhir tahun 2026, yang meningkatkan peluang tahun berikutnya, yaitu 2027, menjadi tahun pemecah rekor berikutnya," ungkap Hermanson.

Baca juga: Sekjen PBB: Era Pemanasan Global Telah Tiba

Perjanjian Paris

Para ilmuwan sendiri telah berulang kali memperingatkan bahwa pemanasan global yang melebihi 1,5 derajat celsius berisiko memicu bencana yang lebih parah, mulai dari gelombang panas, kekeringan, badai, hingga banjir besar. 

Kondisi tersebut juga akan membuat masyarakat kian sulit untuk beradaptasi. 

Meski begitu, setiap derajat pemanasan yang berhasil dicegah dipastikan dapat mengurangi tingkat kerusakan bumi.

Laporan ini mengindikasikan bahwa target Perjanjian Paris untuk membatasi kenaikan suhu global sebesar 1,5 derajat celsius di atas tingkat pra-industri kini tampaknya sulit dipenuhi.

Kendati demikian, target yang lebih longgar, yaitu menahan kenaikan suhu pada batas 2 derajat celsius dinilai masih berada dalam jangkauan jika aksi nyata segera dilakukan. 

Dalam laporan WMO, peluang suhu global di satu tahun tertentu dalam periode 2026-2030 untuk melebihi batas 2 derajat celisus tersebut tercatat masih sangat kecil, yakni di bawah 1 persen.

Baca juga: Pakistan Hanya Sumbang Kurang dari 1 Persen Pemanasan Global, tapi Saat Ini Tenggelam oleh Banjir

Prediksi cuaca ekstrem regional

Met Office bertindak sebagai pusat utama WMO untuk prediksi iklim tahunan hingga dekadal dengan merangkum perkiraan dari 13 institut di seluruh dunia. 

Laporan terbaru mereka menunjukkan bahwa wilayah Arktik atau Kutub Utara akan mengalami kenaikan suhu ekstrem selama lima musim dingin ke depan, yakni mencapai 2,8 derajat celsius di atas rata-rata. 

Ini mengindikasikan bahwa wilayah Arktik memanas tiga kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global.

Tak hanya pergeseran suhu, laporan ini juga memproyeksikan pola curah hujan yang tidak merata di berbagai belahan dunia selama lima tahun ke depan dari Mei hingga September.

Wilayah Eropa utara, Sahel, Alaska, dan Siberia diprediksi akan mengalami kondisi cuaca yang lebih basah dari biasanya dengan curah hujan tinggi. 

Sebaliknya, wilayah hutan Amazon diproyeksikan akan menjadi jauh lebih kering dibandingkan kondisi normalnya.

Baca juga: Kondisi Inggris dan Eropa Sangat Panas akibat Pemanasan Global

Tag:  #combo #krisis #iklim #nino #bumi #segera #alami #tahun #terpanas #sepanjang #sejarah

KOMENTAR