Psikolog Ungkap 5 Tanda Kecemasan pada Pria yang Kerap Tak Disadari
Menahan cemas sambil tetap terlihat “baik-baik saja” ternyata menjadi pola yang makin sering dialami pria. Psikolog mengingatkan, beberapa kebiasaan yang selama ini dianggap normal sebenarnya bisa menjadi tanda kecemasan yang tidak disadari.
Melansir Men’s Health (27/5/2026), para psikolog menyebut banyak pria tumbuh dengan pola pikir “harus kuat” sehingga lebih sulit menunjukkan rasa takut, khawatir, atau rapuh secara emosional. Akibatnya, kecemasan sering muncul dalam bentuk perilaku lain yang terlihat lebih “maskulin”.
Psikolog dari Stanford Medicine, Carmen McLean, PhD, mengatakan pria umumnya disosialisasikan untuk tampak mandiri dan kuat.
“Pria diajarkan untuk menunjukkan kendali dan efisiensi diri, sehingga mereka cenderung enggan memperlihatkan kecemasan,” kata McLean.
Baca juga: Hampir 1,2 Miliar Orang di Dunia Alami Gangguan Mental, Anak Muda Paling Terdampak
Tanda kecemasan pada pria
Untuk lebih jelasnya, berikut lima tanda kecemasan pada pria yang menurut psikolog tidak boleh terus dianggap normal.
1. Tidak berani menindaklanjuti pasangan di aplikasi kencan
Psikolog dan profesor Boston University, Stefan G. Hofmann, PhD, mengatakan pria dengan kecemasan sosial sering kali aktif memakai aplikasi kencan, tetapi kesulitan mengambil langkah lebih jauh.
Menurut Hofmann, tekanan untuk menjadi pihak yang memulai percakapan membuat banyak pria merasa berada dalam situasi penuh penilaian.
“Pria dianggap harus mengambil langkah pertama. Itu membuat mereka merasa sedang diuji,” ujar Hofmann.
Rasa takut ditolak atau diabaikan akhirnya membuat sebagian pria memilih mundur sebelum mencoba. Padahal, banyak dari mereka sebenarnya ingin memiliki hubungan serius.
Terapis David Ezell menyebut hubungan yang sehat dapat memberi dampak positif bagi kesehatan pria, mulai dari risiko sakit yang lebih rendah hingga kualitas hidup yang lebih baik.
Baca juga: Bukan Cuma Hemat, Memasak di Rumah Ternyata Baik untuk Mental dan Jantung
2. Mencari alasan untuk minum alkohol
Ilustrasi cemas. Mulai dari mudah marah hingga terlalu bergantung pada pasangan, beberapa perilaku ini ternyata bisa menjadi tanda kecemasan pada pria.
Psikolog juga menyoroti kebiasaan menggunakan alkohol sebagai pelarian dari kecemasan.
Menurut Ezell, sebagian pria melihat alkohol sebagai “obat cepat” yang terasa lebih mudah dibanding mencari bantuan profesional.
“Mereka sebenarnya sedang mencari cara untuk mengobati dirinya sendiri,” kata Ezell.
Dalam jangka pendek, alkohol memang bisa memberi rasa rileks karena memengaruhi zat kimia otak bernama GABA. Namun, efek itu hanya sementara.
Penelitian yang dikutip Men’s Health menunjukkan kecemasan justru bisa memburuk ketika konsumsi alkohol meningkat. Orang dengan gangguan kecemasan juga disebut lebih berisiko mengalami masalah ketergantungan alkohol.
Baca juga: Sering Cemas soal Pekerjaan? Psikolog Bagikan Cara Mengatasinya
3. Mudah marah dan tersinggung
Banyak pria ternyata mengekspresikan kecemasan lewat kemarahan.
McLean mengatakan kemarahan sering dianggap lebih dapat diterima secara sosial dibanding menunjukkan rasa takut atau cemas.
Data survei yang dikutip Men’s Health menunjukkan 71 persen orang dengan kecemasan merasa mudah tersinggung hampir setiap hari. Sebagian besar juga lebih mudah meluapkan amarah di media sosial dibanding berbicara langsung.
“Karena emosi tidak diekspresikan dengan sehat, akhirnya muncul ledakan kemarahan,” ujar Ezell.
Psikolog menyarankan pria belajar memberi jeda sebelum bereaksi, misalnya dengan menarik napas dalam atau menghitung sampai 10. Olahraga, terutama latihan kekuatan, juga dinilai membantu meredakan emosi yang menumpuk.
Baca juga: Saat Pikiran Mulai Cemas, Coba Teknik Butterfly Hug dari Menkes Budi
4. Terlalu bergantung secara emosional pada pasangan
Kesepian pada pria juga menjadi perhatian psikolog.
Hanya 27 persen pria yang memiliki enam atau lebih teman dekat. Akibatnya, banyak pria menjadikan pasangan sebagai satu-satunya tempat bergantung secara emosional.
Hofmann mengatakan kondisi ini bisa menjadi beban besar dalam hubungan.
Sosiolog Eli J. Finkel dalam bukunya The All-Or-Nothing Marriage juga menjelaskan bahwa hubungan modern sering terasa berat karena satu orang diharapkan memenuhi terlalu banyak kebutuhan emosional sekaligus.
Ketika pria tidak memiliki jaringan pertemanan yang kuat, pasangan akhirnya menjadi satu-satunya tempat melampiaskan tekanan dan kecemasan.
5. Terobsesi dengan status dan pencapaian
Menurut Ezell, banyak pria mengalami kecemasan karena terus membandingkan pencapaian hidupnya dengan orang lain.
Ia melihat klien dengan kondisi finansial sangat baik tetap merasa tidak puas karena merasa tertinggal dari lingkungan sekitarnya.
“Klien saya menghasilkan banyak uang, tetapi mereka tetap tidak bahagia dan ingin tahu alasannya,” kata Ezell.
Tekanan untuk terus naik kelas secara sosial, memiliki lebih banyak, dan terlihat lebih sukses disebut dapat memicu kecemasan berkepanjangan.
Ezell mengatakan rasa puas terhadap pencapaian sering hanya bertahan sebentar sebelum muncul keinginan baru yang lebih tinggi.
Baca juga: Anak Makin Rentan Cemas dan Depresi, Ini 4 Cara Mencegahnya
Tag: #psikolog #ungkap #tanda #kecemasan #pada #pria #yang #kerap #disadari