Di Kota Ini Manusia Hidup Damai dan Menyuapi Hiena Langsung dari Mulut
Ilustrasi hyena.(Shutterstock)
17:42
26 Mei 2026

Di Kota Ini Manusia Hidup Damai dan Menyuapi Hiena Langsung dari Mulut

- Hyena kerap dicap sebagai predator yang licik dan menyeramkan. Namun, penelitian terbaru di Etiopia justru mengungkap sisi lain dari satwa ini.

Di Kota Mekelle, ibu kota wilayah Tigray, hyena adalah "petugas kebersihan" perkotaan yang sangat berjasa bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Studi yang dipimpin oleh pakar ekologi satwa lia Gidey Yirga menemukan bahwa satwa pemakan bangkai di kota tersebut mengolah hampir 5.000 metrik ton limbah organik per tahun. 

Baca juga: Kandidat Presiden Nyeleneh Kenya George Wajackoyah: Kampanyekan Program Jual Ganja dan Testis Hyena

Menariknya, hyena tutul melakukan 90 persen dari total pekerjaan tersebut, sehingga menghemat biaya pengelolaan sampah pemerintah kota hingga 100.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,7 miliar.

Kehadiran hyena terbukti membantu mengurangi emisi karbon dari pembusukan limbah serta menghentikan penyebaran penyakit mematikan seperti antraks. 

"Hewan pemakan bangkai di perkotaan mendapat keuntungan dari sampah yang dibuang penduduk, dan penduduk setempat mendapat manfaat dari layanan pembersihan sampah oleh spesies ini," kata Yirga kepada CNN

Hasilnya, 72 persen warga menganggap hyena bermanfaat, meski hubungan ini sempat menegang akibat Perang Tigray (2020-2022) karena berkurangnya pasokan limbah makanan.

Baca juga: Diterkam Hyena, Wajah Bocah 9 Tahun Hancur dan Akan Dioperasi Plastik

Kota kuno

Persepsi positif ini paling nyata terlihat di kota kuno Harar yang masuk dalam daftar UNESCO. 

Di sini, manusia dan hyena telah hidup berdampingan secara damai selama sedikitnya 500 tahun. 

Dinding kota abad ke-16 bahkan dilengkapi lubang kecil agar kawanan hyena bisa masuk pada malam hari untuk memakan sisa daging yang dibuang oleh para tukang jagal lokal.

Interaksi tersebut melahirkan tradisi unik "manusia hyena", yakni warga lokal yang memberi makan satwa liar ini secara langsung. 

Baca juga: Seorang Pria Diseret Kawanan Hyena Saat Tidur, Ditemukan Tinggal Kepala

Abbas Yusuf, salah satu penerus tradisi, terbiasa memanggil hyena-hyena tersebut dengan nama unik dan menyuapinya daging menggunakan tangan atau mulutnya sendiri.

"Saya menyiapkan dagingnya. Dan tamu yang datang (hyena), saya urus mereka dan melepas mereka pergi dalam damai," ungkap Abbas.

Abbas mempelajari praktik ini dari ayahnya, Yusuf Mume Salleh, sejak tahun 1950-an untuk melindungi hewan ternak mereka. 

Antropolog Marcus Baynes-Rock mengamati bahwa hubungan ini didasarkan pada kemampuan membaca perilaku dan kepribadian masing-masing hyena. 

Baca juga: Daftar 40 Spesies Baru yang Dilindungi, Ada Hyena hingga Hiu

"Dia tidak hanya melihat mereka sebagai hewan. Dia melihat mereka sebagai pribadi dengan kepribadian yang berbeda dan posisi yang berbeda dalam masyarakat hyena," kata Baynes-Rock.

Selain sebagai pembersih lingkungan, warga Harar juga menghormati hyena sebagai pembersih spiritual yang dipercaya memakan jinn alias roh jahat. 

"Orang-hal merasa lebih aman di kota karena hyena mengusir jinn," tambah Baynes-Rock.

Sayangnya, populasi hyena tutul di luar kawasan lindung terus menyusut hingga kini tersisa antara 27.000 hingga 47.000 ekor akibat menyempitnya habitat dan konflik dengan peternak.

Baca juga: 30 Juta Tahun Lalu, Babi Neraka dari Amerika Utara Meremukkan Tulang Mangsa Seperti Hyena

Ilustrasi hyena
wirestock/freepik Ilustrasi hyena

Gidey Yirga menegaskan pentingnya mengubah reputasi buruk satwa perkotaan ini melalui edukasi media dan perencanaan kota yang ramah satwa.

Kini, perluasan kota Harar mulai mengancam jalur perlintasan hyena, sehingga pemerintah membangun sebuah eco-park wisata agar proses pemberian makan dapat dilakukan dalam lingkungan yang lebih terkontrol. 

Walau beberapa ahli khawatir hyena akan kehilangan sifat liarnya, Abbas Yusuf tetap optimis menjaga tradisi ini. 

"Pemberian makan ini akan diwariskan dari generasi ke generasi. Saya berusaha menyebarkannya kepada anak saya dengan cara yang indah," paparnya.

Baca juga: Hyena di Kota Tambang Berlian Tua Jadi Foto Alam Liar Terbaik Dunia

Tag:  #kota #manusia #hidup #damai #menyuapi #hiena #langsung #dari #mulut

KOMENTAR