Selesai Kunjungi China, Donald Trump Peringatkan Taiwan Jangan Merdeka
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berdiri untuk menyanyikan lagu kebangsaan negara mereka selama upacara penyambutan di Balai Besar Rakyat di Beijing pada 14 Mei 2026.(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
06:24
16 Mei 2026

Selesai Kunjungi China, Donald Trump Peringatkan Taiwan Jangan Merdeka

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Taiwan agar tidak mendeklarasikan kemerdekaan secara resmi. 

Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat (15/5/2026) setelah Trump menyelesaikan kunjungan kenegaraannya ke China.

Dalam kunjungan itu, Presiden China Xi Jinping mendesak AS untuk tidak mendukung Taiwan, pulau yang memiliki pemerintahan mandiri tersebut.

Baca juga: Tolak Mentah-mentah Ide Donald Trump, Presiden Venezuela Ogah Jadi Bagian AS

Dalam wawancara bersama Fox News dalam program "Special Report with Bret Baier", Trump secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap opsi kemerdekaan Taiwan. 

Dia bahkan mempertanyakan alasan logis mengapa AS harus membela pulau tersebut jika terjadi serangan, sebagaimana dilansir AFP.

"Saya tidak ingin ada pihak yang merdeka. Dan, Anda tahu, kita harus menempuh jarak 9.500 mil untuk berperang. Saya tidak menginginkan hal itu," ujar Trump.

"Saya ingin mereka tenang. Saya ingin China tenang. Kita tidak mencari peperangan, dan jika Anda membiarkannya seperti apa adanya, saya pikir China akan baik-baik saja dengan hal itu?" tambah Trump.

Baca juga: Iran hingga Taiwan, Apa Saja Deretan Kesepakatan Trump dan Xi Jinping

Sebelumnya, Xi Jinping telah membuka KTT dengan peringatan keras mengenai Taiwan. 

Kepada Trump, Xi menegaskan bahwa salah langkah dalam isu sensitif ini dapat memicu "konflik".

Secara hukum, AS memang diwajibkan menyediakan senjata untuk pertahanan Taiwan. 

Namun, Washington secara historis menerapkan strategi ambigu terkait apakah pasukannya akan benar-benar datang membantu, serta memilih untuk tidak mendukung kemerdekaan formal meski tidak secara eksplisit menyatakan menentangnya.

Baca juga: Sepulang Trump dari China, Giliran Putin yang Akan Kunjungi Xi Jinping

Kesepakatan dagang

Selain isu geopolitik, Trump mengklaim telah menghasilkan sejumlah kesepakatan dagang yang besar selama kunjungannya, meskipun rinciannya masih sangat kabur.

"Kami telah membuat beberapa kesepakatan perdagangan yang fantastis, sangat bagus untuk kedua negara," kata Trump setelah berjalan-jalan dengan Xi di taman Zhongnanhai, kompleks kepemimpinan pusat di sebelah Kota Terlarang Beijing.

"Kami telah menyelesaikan banyak masalah berbeda yang tidak akan bisa diselesaikan oleh orang lain," klaim Trump tanpa memberikan spesifikasi lebih lanjut.

Di sisi lain, Xi Jinping menyebut kunjungan itu sebagai tonggak sejarah dan berjanji akan mengirimkan benih mawar untuk Taman Mawar Gedung Putih.

Meski Trump menyebutkan bahwa Beijing akan membeli minyak dan kedelai Amerika, sejauh ini belum ada pengumuman formal dari perusahaan-perusahaan atau pihak China terkait kesepakatan dagang tersebut, kecuali dari pihak Boeing. 

Baca juga: Trump Puja-puji China, Sebut Kunjungannya Luar Biasa

Perusahaan kedirgantaraan tersebut mengonfirmasi bahwa China telah memberikan komitmen awal untuk membeli 200 pesawat, sebuah kesepakatan yang sebenarnya sudah pernah diumumkan oleh Trump sebelumnya.

Sikap menahan diri dari pihak China ini mencerminkan nada KTT secara keseluruhan. 

Pendekatan Trump yang berulang kali memuji Xi Jinping sebagai "pemimpin hebat" dan "sahabat" justru disambut dengan respons yang lebih diredam oleh Beijing.

"Trump mendapatkan citra yang dia cari dan pihak China dengan senang hati memberikannya," kata Jacob Stokes, pengamat senior di Center for a New American Security.

Selain itu, rencana kedua pemimpin untuk membahas perpanjangan gencatan tarif satu tahun, yang sempat menjeda perang dagang sengit tahun 2025, ternyata batal terlaksana. 

Baca juga: Trump Tulis Surat Wasiat untuk Wakilnya jika Ia Dibunuh Saat ke China

Kebuntuan isu Iran

Kunjungan Trump ke China ini sempat tertunda satu kali akibat perang di Iran. 

Teheran sendiri telah menolak seruan kesepakatan damai dari Trump dan membalasnya dengan memperketat kendali atas Selat Hormuz, yang memicu lonjakan harga minyak global. 

Dalam kunjungan ini, Trump tampaknya belum berhasil mengamankan terobosan apa pun dengan China terkait konflik tersebut.

Meski demikian, Trump menyatakan bahwa Xi telah meyakinkannya bahwa China tidak sedang mempersiapkan bantuan militer ke Iran. 

Baca juga: Taiwan Heran Jet Tempur China Mendadak Tak Muncul Saat Trump di Beijing

Presiden China Xi Jinping (kiri) saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Aula Besar Rakyat di Beijing, China, 14 Mei 2026.AFP/BRENDAN SMIALOWSKI Presiden China Xi Jinping (kiri) saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Aula Besar Rakyat di Beijing, China, 14 Mei 2026.

Langkah ini sekaligus merespons tuduhan Israel yang menyebut Beijing telah menyediakan teknologi rudal utama ke Tehran. 

Kementerian Luar Negeri China sendiri hanya merilis pernyataan singkat yang menyebut bahwa jalur pelayaran harus dibuka kembali sesegera mungkin.

Kegagalan diplomasi Trump juga terlihat dalam upayanya membebaskan Jimmy Lai, taipan media pro-demokrasi Hong Kong yang dipenjara dan mendapat dukungan luas dari Washington. 

Trump mengakui tidak bisa membujuk Xi untuk membebaskan Lai.

Baca juga: Koruptor Dana Negara Malaysia Minta Pengampunan Trump, PM Anwar Ibrahim Bereaksi

"Dia (Xi) memberi tahu saya, Jimmy Lai adalah hal yang sulit untuk dia lakukan," kata Trump kepada reporter.

Mengenai hal ini, Bonnie Glaser selaku direktur pelaksana program Indo-Pasifik di German Marshall Fund menilai komentar publik Trump mengenai Lai memang terdengar setengah hati sejak awal.

"Perasaan saya adalah pihak China melihat bahwa ini bukan prioritas utama bagi AS. Apa yang tampaknya paling diinginkan Trump adalah pembelian produk-produk Amerika. Itu tampaknya menjadi prioritas tertingginya," jelas Glaser.

Sebagai langkah ke depan, Trump telah mengundang Xi Jinping untuk melakukan kunjungan balasan ke Washington pada September mendatang. 

Baca juga: Trump Sebut Telah Membuat Kesepakatan Fantastis dengan China, Apa Saja?

Tag:  #selesai #kunjungi #china #donald #trump #peringatkan #taiwan #jangan #merdeka

KOMENTAR