Demi Hindari Selat Hormuz, Begini Cara UEA Selamatkan Ekspor Minyaknya
Jalur pipa minyak East-West yang menjadi alternatif distribusi minyak di Selat Hormuz.(WIKIMEDIA COMMONS)
10:36
16 Mei 2026

Demi Hindari Selat Hormuz, Begini Cara UEA Selamatkan Ekspor Minyaknya

– Uni Emirat Arab (UEA) mempercepat pembangunan proyek pipa minyak baru, West-East Pipeline.

Langkah ini diambil sebagai strategi jalan pintas menyalurkan minyak dan menghindari Selat Hormuz, sebagaimana dilansir Al Jazeera

Saat ini, jalur sempit bagi 20 pesen minyak dunia tersebut masih diblokade Iran akibat konflik Timur Tengah.

Baca juga: Lawan Blokade Selat Hormuz, UEA Percepat Proyek Pipa Minyak West-East

Kehadiran pipa minyak tersebut dapat melipatgandakan kapasitas ekspor melalui pelabuhan Fujairah di wilayah timur UEA menuju wilayah barat Semenanjung Arab.

Percepatan proyek ini diumumkan langsung oleh Putra Mahkota Syekh Khaled bin Mohamed bin Zayed dalam pertemuan eksekutif Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), Jumat (15/5/2026). 

Kantor Media Abu Dhabi menyatakan, pipa minyak baru tersebut ditargetkan dapat beroperasi penuh pada tahun 2027 untuk memenuhi permintaan global.

"ADNOC berada di posisi yang baik sebagai produsen energi global yang bertanggung jawab dan andal. Ada fleksibilitas operasional untuk meningkatkan produksi secara bertanggung jawab guna memenuhi kebutuhan pasar ketika kendala ekspor memungkinkan," kata Khaled dalam keterangannya.

Baca juga: Tegang dengan Iran, UEA Kebut Bangun Pipa Minyak Hindari Selat Hormuz

Keputusan UEA untuk mengebut proyek ini dipicu oleh perang Iran yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat (AS)-Israel pada 28 Februari.

Iran membalas serangan dan menutup Selat Hormuz. Situasi makin keruh saat AS memblokade pelabuhan-pelabuhan Teheran.

Situasi geopolitik ini berdampak besar bagi kawasan dan memaksa negara-negara Teluk mencari rute perdagangan alternatif.

Kuwait, Irak, Qatar, dan Bahrain saat ini hampir sepenuhnya bergantung pada Selat Hormuz untuk pengiriman dagang mereka. 

Baca juga: Kuba Krisis Energi sampai Minyak Habis Total, Bos CIA Tiba-tiba Datang

Sementara itu, Oman diuntungkan karena memiliki garis pantai luas di luar selat tersebut.

Saat ini, UEA sebenarnya sudah mengoperasikan Pipa Minyak Mentah Abu Dhabi (ADCOP) dengan kapasitas 1,5 juta barrel per hari.

Pipa tersebut memiliki panjang 380 kilometer yang membentang dari ladang Habshan menuju Fujairah.

Namun, kawasan pelabuhan Fujairah dilaporkan sempat mendapat serangan baru-baru ini.

Langkah serupa juga telah dilakukan oleh Arab Saudi yang mengandalkan pipa East-West sepanjang 1.200 kilometer dari pusat pemrosesan Abqaiq menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah yang minim dampak perang. 

Baca juga: Aramco Prediksi Krisis Minyak Dunia Bisa sampai 2027

Chief Executive Aramco Amin Nasser menyebut jalur pipa tersebut sebagai garis hidup kritis bagi negaranya.

Percepatan proyek infrastruktur independen ini sejalan dengan manuver politik UEA bulan lalu.

Pasalnya, negara tersebut resmi keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC). 

Pemerintah UEA menegaskan keputusan mundur tersebut diambil demi berfokus pada "kepentingan nasional" serta bagian dari visi strategis dan ekonomi jangka panjang mereka.

Baca juga: Punya Minyak Melimpah, Trump Ngebet Jadikan Venezuela Wilayah AS

Tag:  #demi #hindari #selat #hormuz #begini #cara #selamatkan #ekspor #minyaknya

KOMENTAR