Gagal Damai, Trump Berencana Akhiri Gencatan Senjata dengan Iran
Donald Trump menyebut gencatan senjata antara AS dan Iran kini berada dalam kondisi sangat rapuh setelah perundingan terbaru kedua pihak mengalami kebuntuan.(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
07:33
12 Mei 2026

Gagal Damai, Trump Berencana Akhiri Gencatan Senjata dengan Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut gencatan senjata antara AS dan Iran kini berada dalam kondisi sangat rapuh setelah perundingan terbaru kedua pihak mengalami kebuntuan.

Dilansir AFP, Trump mengatakan, proposal balasan yang dikirim Iran membuat peluang perdamaian menjadi semakin kecil.

“Saya akan mengatakan, ini salah satu yang paling lemah saat ini," kata Trump pada Senin (!1/5/2026) kepada wartawan di Gedung Putih.

Baca juga: Trump Kelimpungan Hadapi Iran, Bakal Bawa Urusan Teheran ke Beijing

“Saya akan mengatakan gencatan senjata ini benar-benar seperti sedang memakai alat bantu hidup.”

Trump juga mengatakan, dirinya sedang mempertimbangkan kembali pengawalan militer AS terhadap kapal minyak dan kapal dagang di Selat Hormuz.

Operasi yang diberi nama Operation Freedom itu sebelumnya diluncurkan pada 6 Mei, namun dihentikan kurang dari dua hari kemudian.

Proposal Iran ditolak

Amerika Serikat sebelumnya mengirimkan sejumlah syarat kepada Iran untuk meredakan konflik, terutama terkait upaya mencegah Teheran memperluas program nuklirnya.

Namun pada Minggu (10/5/2026), Iran mengirim jawaban proposal yang langsung ditolak Trump.

“Kami akan mendapatkan kemenangan penuh,” ujar Trump.

“Mereka berpikir saya akan lelah menghadapi ini. Saya akan bosan, atau mendapat tekanan. Tapi tidak ada tekanan.”

Trump juga menyebut kepemimpinan Iran terpecah antara kelompok “moderat” dan “orang-orang gila”.

“Orang-orang gila itu ingin bertarung sampai akhir. Anda tahu, itu akan menjadi pertarungan yang sangat cepat,” katanya.

Iran bela proposalnya

Dikutip BBC, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei membela proposal yang dikirim Teheran kepada Washington.

Ia mengatakan, usulan perdamaian Iran sangat “bertanggung jawab” dan “murah hati”.

Menurut laporan kantor berita semi-resmi Tasnim, proposal Iran mencakup penghentian perang secara langsung di semua front, penghentian blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran, serta jaminan tidak akan ada lagi serangan terhadap Iran.

Iran juga disebut meminta kompensasi atas kerusakan akibat perang dan menegaskan kedaulatannya atas Selat Hormuz.

Baca juga: Trump Mulai Bosan dengan Perang Iran, Tak Sangka Jadi Seperti Ini

Trump kemudian menanggapi proposal tersebut dengan keras.

“Saya baru saja membaca respons dari apa yang disebut ‘perwakilan’ Iran. Saya tidak suka itu — benar-benar tidak bisa diterima,” tulis Trump di Truth Social.

Dalam pernyataan lain di Gedung Oval, Trump bahkan menyebut proposal Iran sebagai “sampah”.

“Dokumen sampah yang mereka kirim kepada kami itu bahkan tidak saya selesaikan membacanya,” katanya.

Sengketa uranium dan Selat Hormuz

Citra satelit dari Vantor memperlihatkan situs nuklir Iran di Natanz dengan beberapa kerusakan yang diduga akibat serangan, ketika dipublikasi pada Senin (2/3/2026).VANTOR via AFP Citra satelit dari Vantor memperlihatkan situs nuklir Iran di Natanz dengan beberapa kerusakan yang diduga akibat serangan, ketika dipublikasi pada Senin (2/3/2026).

Trump juga menuduh Iran mundur dari kesepakatan untuk mengizinkan AS mengambil persediaan uranium yang diperkaya milik Teheran. Ia menegaskan, Iran “tidak akan pernah memiliki senjata nuklir”.

Namun sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran mengatakan, tidak ada proposal mengenai pemindahan material nuklir yang diperkaya dari Iran.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, stok uranium Iran harus “dipindahkan” sebelum perang benar-benar dianggap selesai.

“Masih ada lokasi pengayaan yang harus dibongkar,” kata Netanyahu dalam wawancara dengan program 60 Minutes milik CBS.

Sementara itu, Iran masih memblokir Selat Hormuz, jalur yang biasanya dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas alam cair dunia, yang memicu kenaikan harga minyak global.

Baca juga: Dikritik Trump, Inggris Kerahkan Kapal Perang HMS Dragon ke Timur Tengah

Tag:  #gagal #damai #trump #berencana #akhiri #gencatan #senjata #dengan #iran

KOMENTAR