Pilu, Keluarga Palestina Dipaksa Gali Kembali Makam yang Baru Saja Dikubur
- Sebuah insiden yang menyayat hati terjadi di wilayah Tepi Barat, Palestina, yang diduduki.
Sekelompok pemukim Israel dilaporkan menggali kembali makam seorang pria lanjut usia (lansia) Palestina dan memaksa keluarganya untuk memindahkan jenazah tersebut dari tempat peristirahatan terakhirnya.
Peristiwa ini bermula tak lama setelah keluarga Mohammed Asasa memakamkan mendiang ayahnya, Hussein Asasa (85), di pemakaman desa, selatan Jenin, pada Jumat (8/5/2026), pekan lalu.
Namun tiba-tiba, dukacita itu dirusak oleh kedatangan sekelompok pemukim Israel yang membawa senjata dan sekop.
Mohammed Asasa mengungkapkan adanya intimidasi yang dialami keluarganya saat itu, sebagaimana dilansir NPR, Senin (11/5/2026).
"Para pemukim memberi tahu kami: 'pilih, kalian pindahkan jenazah itu sekarang juga atau kami akan menggunakan buldoser untuk mengeluarkannya dari makam dan membuangnya untukmu'," ujar Mohammed Asasa melalui sambungan telepon kepada NPR.
Dalam sebuah rekaman video di lokasi kejadian, terlihat kerabat Hussein Asasa dengan tergesa-gesa menggotong jenazah yang telah terbungkus kain kafan putih menjauh dari pemakaman setelah makamnya dibongkar paksa.
Baca juga: Sebut FIFA Tak Adil, Federasi Sepak Bola Palestina Bawa Kasus Klub Israel ke Pengadilan
Ironisnya, keluarga Asasa sebenarnya telah mengikuti prosedur hukum yang ditetapkan otoritas pendudukan Israel.
Keluarga tersebut juga telah memakamkan anggota keluarga mereka di sana selama beberapa generasi.
Akan tetapi, akses ke pemakaman kini menjadi sulit sejak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengizinkan pemukim kembali ke wilayah Sa-Nur tahun lalu.
Pemukiman Sa-Nur terletak hanya sekitar 300 meter dari pemakaman desa Asasa.
Baca juga: Hasil Pemilu Gaza Palestina, Fatah Dominan di Wilayah Penting
Akibatnya, warga Palestina diwajibkan mengantongi izin militer Israel hanya untuk sekadar berziarah atau memakamkan jenazah.
Mohammed Asasa menegaskan bahwa pihaknya telah mengoordinasikan pemakaman ayahnya dengan pasukan keamanan Israel, yang juga telah dikonfirmasi oleh pihak militer kepada NPR.
Namun, saat prosesi pemakaman berlangsung, para pemukim hadir untuk memprotes dan melakukan provokasi.
"Kami menguburkan ayah saya dan pergi," kata Mohammed Asasa.
Baca juga: Ramai-ramai Mengecam Undang-Undang Israel untuk Menghukum Mati Warga Palestina
Namun, hanya beberapa menit kemudian, warga desa datang memperingatkan bahwa para pemukim mulai mengganggu makam ayahnya.
"Kami berlari kembali ke pemakaman. Kami tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi," tambahnya.
Saat mereka tiba, para pemukim sudah menggali tanah hingga mencapai jenazah ayahnya.
Mohammed Asasa mengaku pihaknya tidak memiliki pilihan selain mengalah pada tuntutan para pemukim karena tidak adanya perlindungan.
Jenazah Hussein Asasa akhirnya dibawa pergi oleh keluarganya dan dimakamkan kembali di sebuah tempat pemakaman di kota terdekat.
Baca juga: Israel Sahkan Hukuman Mati bagi Warga Palestina, Tuai Kritik dari Dalam Negeri
Peran militer Israel
Kehadiran tentara Israel di lokasi kejadian juga menjadi sorotan tajam. Mohammed Asasa menyebutkan bahwa tentara ada di sana, namun tidak melakukan tindakan tegas untuk mengusir para pemukim.
Video dari lokasi menunjukkan tentara hanya berdiri di samping para pemukim saat keluarga dipaksa melakukan ekshumasi atau penggalian kembali tersebut.
Pihak militer Israel mengklaim telah menyita alat gali dari para pemukim dan berada di lokasi untuk mencegah gesekan lebih lanjut.
Namun, militer Israel tidak menjawab pertanyaan mengapa mereka tidak mengusir para pemukim tersebut, padahal keluarga Asasa telah memiliki izin resmi untuk memakamkan ayah mereka di sana.
Baca juga: Liput Kekerasan terhadap Warga Palestina, Jurnalis CNN Dicekik dan Ditahan Tentara Israel
Kantor Hak Asasi Manusia PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki mengecam keras peristiwa ini.
Ajith Sunghay, Kepala Kantor Hak Asasi Manusia PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki, menilai insiden ini sebagai bentuk kegagalan militer Israel dalam melindungi warga Palestina.
"Secara garis besar, apa yang kami lihat adalah militer Israel memilih untuk berdiam diri, atau dalam banyak kasus, justru memihak para pemukim," kata Sunghay.
Data menunjukkan adanya peningkatan drastis serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina sejak Oktober 2023.
Baca juga: Senjakala Palestina Sepeninggal Khamenei
Tag: #pilu #keluarga #palestina #dipaksa #gali #kembali #makam #yang #baru #saja #dikubur