DPR Filipina Sepakat Makzulkan Wapres Sara Duterte, Karier Politik Terancam Hancur
- Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Filipina secara resmi menyetujui pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte dalam pemungutan suara yang digelar pada Senin (11/5/2024).
Keputusan ini memperkecil peluang Sara Duterte untuk maju dalam pemilihan presiden tahun 2028 mendatang.
Dalam pemungutan suara tersebut, sebanyak 255 dari 318 anggota parlemen memilih untuk memakzulkan Sara Duterte.
Baca juga: Sultan Brunei Terbangkan Sendiri Pesawatnya ke KTT ASEAN 2026 di Filipina
Jumlah ini telah melampaui ambang batas sepertiga suara yang diperlukan untuk melanjutkan proses ke tingkat Senat, sebagaimana dilansir Reuters.
Langkah ini menyusul temuan komite keadilan DPR bulan lalu yang menyatakan adanya bukti permulaan yang cukup atas petisi para aktivis.
Sara dituduh melakukan penyalahgunaan dana publik, akumulasi kekayaan yang tidak dapat dijelaskan, hingga ancaman terhadap nyawa Presiden Ferdinand Marcos Jr, istrinya, serta mantan Ketua DPR.
Menanggapi tuduhan tersebut, Sara Duterte secara tegas membantah telah melakukan kesalahan. Tim hukumnya menyebut upaya pemakzulan tersebut sebagai langkah yang cacat.
"Upaya pemakzulan ini adalah 'ekspedisi memancing' (mencari-cari kesalahan)," ujar tim hukum Sara Duterte.
Baca juga: Ekonomi Filipina Merosot Imbas Konflik Timur Tengah, Akui Kalah dari Indonesia
Terancam dilarang berpolitik
Proses selanjutnya akan bergeser ke Senat, di mana para anggotanya akan bertindak sebagai juri.
Jika terbukti bersalah, Sara Duterte tidak hanya akan dicopot dari jabatannya sebagai wakil presiden, tetapi juga terancam dilarang berpolitik seumur hidup.
Padahal, Sara Duterte selama ini dijagokan sebagai kandidat kuat untuk menggantikannya pada 2028.
Namun, proses hukum ini diyakini dapat merusak masa depan politiknya.
Krisis ini merupakan rangkaian terbaru dari kemunduran yang dialami keluarga Duterte yang berpengaruh.
Baca juga: Jepang Dekati RI-Filipina untuk Lawan China, Tawarkan Armada Kelas NATO
Selain perseteruan sengit dengan keluarga Marcos, sang ayah, Rodrigo Duterte, juga sedang menghadapi proses di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terkait perang narkoba yang menewaskan ribuan orang selama masa kepresidenannya pada 2016-2022.
Meski berada di posisi sulit, terdapat perkembangan di Senat yang berpotensi menguntungkan Sara Duterte.
Pada hari yang sama dengan pemungutan suara di DPR, Senat melakukan pergantian kepemimpinan.
Senat meloloskan mosi untuk mengganti ketuanya dengan Alan Peter Cayetano, yang dikenal sebagai loyalis setia keluarga Duterte.
Cayetano merupakan mantan pasangan lari Rodrigo Duterte saat Pilpres terdahulu.
Perubahan kepemimpinan ini menjadi krusial karena Cayetano akan menjabat sebagai hakim ketua apabila persidangan pemakzulan Sara Duterte resmi digelar di tingkat Senat.
Baca juga: Kongres Kantongi Bukti Pelanggaran, Wapres Filipina di Ambang Pemakzulan
Tag: #filipina #sepakat #makzulkan #wapres #sara #duterte #karier #politik #terancam #hancur