Tangani Hantavirus di Pulau Terpencil, Inggris Kerahkan Pasukan Terjun Payung
Ilustrasi terjun payung.(pixabay.com)
13:42
11 Mei 2026

Tangani Hantavirus di Pulau Terpencil, Inggris Kerahkan Pasukan Terjun Payung

Inggris mengerahkan pasukan terjun payung beserta tenaga medis dan suplai kesehatan ke wilayah paling terpencilnya, Tristan da Cunha, setelah adanya kasus dugaan hantavirus yang dilaporkan di pulau tersebut.

Menurut laporan Reuters, sebanyak enam pasukan terjun payung dan dua dokter militer dari 16 Air Assault Brigade dikerahkan menggunakan pesawat angkut RAF A400M Atlas milik Royal Air Force.

Pesawat tersebut menempuh perjalanan sekitar 6.788 km dari pangkalan udara RAF Brize Norton menuju Pulau Ascension, sebelum melanjutkan penerbangan sejauh 3.000 km ke arah selatan menuju Tristan da Cunha.

Baca juga: Tak Diterima, Kapal Pesiar Terdampak Hantavirus Dilarang Bersandar di Pulau Canary

Selama perjalanan, pesawat tersebut sempat mengisi bahan bakar di udara menggunakan pesawat pendukung RAF Voyager.

Selain personel medis, suplai oksigen dan bantuan kesehatan lainnya juga dijatuhkan bersamaan pada Sabtu (9/5/2026) dalam operasi tersebut.

Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, ini merupakan pertama kalinya militer Inggris mengerahkan tenaga medis dalam misi bantuan kemanusiaan melalui penerjunan udara.

Evakuasi medis pasien diduga hantavirus

Petugas medis berbaju hazmat (kanan) membawa sejumlah penumpang dari kapal pesiar MV Hondius yang diyakini terinfeksi hantavirus, setelah mendarat di Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda, 6 Mei 2026.AFP/LINA SELG Petugas medis berbaju hazmat (kanan) membawa sejumlah penumpang dari kapal pesiar MV Hondius yang diyakini terinfeksi hantavirus, setelah mendarat di Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda, 6 Mei 2026.

Bantuan ini terutama ditujukan untuk seorang warga negara Inggris yang sebelumnya menjadi penumpang kapal pesiar yang terdampak wabah hantavirus. Kapal tersebut sempat bersandar di Tristan da Cunha antara 13 hingga 15 April.

Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organization menyebut pria itu mulai menunjukkan gejala yang sesuai dengan hantavirus pada 28 April. Saat ini, ia dilaporkan dalam kondisi stabil dan sedang menjalani isolasi.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Inggris, dijelaskan alasan operasi udara ini.

“Ketersediaan oksigen di pulau berada pada level kritis, sehingga airdrop dengan personel medis menjadi satu-satunya cara untuk memberikan perawatan vital kepada pasien tepat waktu,” demikian pernyataan tersebut.

Baca juga: Swiss Berpacu dengan Waktu Lacak Kontak Pasien Hantavirus, Apa Bahayanya?

Pulau terisolasi dengan akses terbatas

Tristan da Cunha dikenal sebagai wilayah berpenghuni paling terpencil di dunia, dengan populasi hanya sekitar 200 orang.

Pulau ini terletak di tengah Samudra Atlantik Selatan, lebih dari 2.400 km dari St Helena, yang merupakan pulau berpenghuni terdekat, serta biasanya membutuhkan perjalanan kapal selama enam hari.

Pulau ini juga tidak memiliki landasan udara, sehingga akses utama hanya melalui jalur laut, membuat evakuasi medis dalam kondisi darurat menjadi sangat terbatas.

Selain bantuan di Tristan da Cunha, pada 7 Mei militer Inggris juga telah mengirimkan sampel tes PCR ke Pulau Ascension menggunakan pesawat militer. Di lokasi tersebut, seorang warga Inggris lainnya dari kapal pesiar yang sama sebelumnya telah dievakuasi ke Afrika Selatan untuk perawatan lebih lanjut.

Komandan 16 Air Assault Brigade, Brigadir Ed Cartwright, menyebut operasi ini membawa dampak psikologis bagi warga pulau.

“Kedatangan pasukan terjun payung, tenaga medis, dan suplai kesehatan dari udara diharapkan dapat memberikan rasa tenang dan meyakinkan masyarakat Tristan da Cunha,” ujarnya.

Baca juga: Spanyol Temukan Dugaan Hantavirus Menular Antarmanusia, Kasus Sangat Langka

Tag:  #tangani #hantavirus #pulau #terpencil #inggris #kerahkan #pasukan #terjun #payung

KOMENTAR