Trump Kelimpungan Hadapi Iran, Bakal Bawa Urusan Teheran ke Beijing
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden China Xi Jinping (kanan).(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)
11:24
11 Mei 2026

Trump Kelimpungan Hadapi Iran, Bakal Bawa Urusan Teheran ke Beijing

Pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing pekan ini dibayangi perang Iran yang belum juga mereda.

Konflik tersebut bahkan sempat menunda agenda pertemuan kedua pemimpin negara itu setelah perang antara AS, Israel, dan Iran memicu penutupan Selat Hormuz.

Trump disebut ingin segera keluar dari perang Timur Tengah yang mulai menggerus kekuatan politik domestiknya sekaligus menekan ekonomi global.

Baca juga: Dikritik Trump, Inggris Kerahkan Kapal Perang HMS Dragon ke Timur Tengah

Menurut pejabat AS, sebagaimana dilansir The Wall Street Journal, Trump akan menekan China agar membantu menengahi penyelesaian perang.

Beijing dinilai memiliki pengaruh terhadap Iran karena hubungan ekonomi kedua negara, terutama terkait pasokan minyak murah.

Di sisi lain, Xi Jinping juga ingin konflik segera berhenti. Gejolak di Timur Tengah dinilai mengganggu pasokan minyak China dan menurunkan kemampuan banyak negara membeli barang-barang produksi China.

Analis dan pejabat AS menilai keberhasilan membantu menyelesaikan konflik Iran bisa meningkatkan citra Xi sebagai negarawan global yang mampu turun tangan di tengah ancaman eskalasi militer besar.

Adapun pertemuan kedua pemimpin negara ini terjadi setelah Trump pada Minggu (10/5/2026) mengatakan, respons Iran terhadap proposal AS untuk mengakhiri perang tidak dapat diterima karena tidak memuat komitmen terkait program nuklir Teheran.

Trump dan Xi punya tujuan berbeda

Meski sama-sama ingin perang berhenti, Washington dan Beijing disebut memiliki tujuan berbeda terkait Iran.

Pejabat senior AS mengatakan, China sangat ingin memastikan rezim Iran saat ini tetap bertahan agar negara tersebut bisa pulih kembali setelah konflik.

China juga diketahui menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Iran pekan lalu, yang dipandang sebagai upaya Beijing menegaskan hubungan dekatnya dengan Teheran menjelang pertemuan Trump dan Xi.

“Xi akan ingin memastikan perang perubahan rezim terbaru Amerika di Timur Tengah dipandang sebagai kegagalan—dan tentu saja, Trump menginginkan hal sebaliknya,” kata Jacob Stokes, wakil direktur program Indo-Pasifik di lembaga think tank Center for a New American Security.

Trump harus membagi fokus

Trump dijadwalkan tiba di Beijing pada Rabu (13/5/2026) malam waktu setempat dan meninggalkan China pada Jumat.

Selama kunjungan itu, kedua pemimpin dijadwalkan menjalani pertemuan bilateral, menghadiri jamuan makan malam kenegaraan, hingga minum teh bersama sebelum Trump pulang.

Namun di tengah agenda diplomatik tersebut, Trump tetap harus memantau perkembangan perang Iran.

Baca juga: Trump dan Xi Jinping Akan Bertemu Pekan Depan, Apa yang Perlu Diketahui?

“Trump harus membagi perhatian antara pengarahan dan perkembangan dua rangkaian isu kebijakan yang kompleks secara bersamaan, semuanya sambil sedikit mengalami jet lag,” ujar Stokes.

“Trump bisa dibilang menghadapi aksi diplomasi dan negosiasi simultan yang lebih rumit dibanding apa pun yang pernah ia hadapi dalam kedua masa kepresidenannya,” lanjutnya.

Hubungan AS-China masih tegang

Ilustrasi perang dagang AS-China.FREEPIK/KJPARGETER Ilustrasi perang dagang AS-China.

Selain perang Iran, pembicaraan Trump dan Xi akan banyak berfokus pada isu perdagangan, termasuk pembelian produk pertanian AS, energi, dan teknologi dirgantara seperti pesawat Boeing oleh China.

Kedua negara juga akan membahas kemungkinan pembentukan Dewan Perdagangan AS-China serta Dewan Investasi AS-China.

“Presiden Trump akan terus melakukan apa yang telah ia lakukan selama setahun terakhir—menyeimbangkan kembali hubungan dengan China dan memprioritaskan timbal balik serta keadilan untuk memulihkan kemandirian ekonomi Amerika,” kata juru bicara Gedung Putih Anna Kelly.

Meski Trump belakangan menggunakan nada yang lebih damai terhadap China, hubungan kedua negara masih diwarnai ketegangan. China diketahui menolak visa bagi sejumlah pejabat rendah AS menjelang kunjungan Trump.

Trump juga diperkirakan akan mengangkat isu dukungan finansial China terhadap Iran dan Rusia, termasuk dugaan ekspor senjata ke kedua negara tersebut.

Departemen Luar Negeri AS pada Jumat bahkan menjatuhkan sanksi kepada empat entitas China karena dituduh “menyediakan citra satelit yang memungkinkan serangan militer Iran terhadap pasukan AS di Timur Tengah.”

Di tengah situasi itu, analis menilai Trump datang ke Beijing dalam posisi yang tidak ideal.

“Iini jelas bukan posisi ideal bagi presiden AS yang berkunjung ke China untuk pertama kalinya dalam satu dekade,” kata Aaron David Miller, negosiator Timur Tengah AS di era pemerintahan Demokrat dan Republik.

“Trump datang tanpa pengaruh yang mungkin sebelumnya ia miliki, ditambah tarif dan perang yang membuat banyak pihak dunia menjauh, memberi Xi keuntungan lebih,” lanjutnya.

Baca juga: Ngamuk, Trump Damprat Reporter yang Tanya soal Proyek Penataan Ibu Kota

Tag:  #trump #kelimpungan #hadapi #iran #bakal #bawa #urusan #teheran #beijing

KOMENTAR