Trump dan Xi Jinping Akan Bertemu Pekan Depan, Apa yang Perlu Diketahui?
- Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan bertemu di Beijing pekan depan.
Dua pemimpin paling berpengaruh di dunia ini disebut akan membahas perang di Iran, perdagangan, Taiwan, dan poin-poin perselisihan lainnya selama pertemuan puncak dua hari yang dimulai pada Kamis (14/5/2026).
Trump dan Xi terakhir bertemu pada Oktober tahun lalu di Korea Selatan, dengan kesepakatan untuk menghentikan sementara perang dagang AS-China.
Kunjungan pekan depan juga dapat menentukan apakah gencatan senjata AS-Iran akan bertahan.
Lantas, apa yang perlu diketahui dari pertemuan itu?
Baca juga: Trump Mulai Bosan dengan Perang Iran, Tak Sangka Jadi Seperti Ini
Apa yang akan dibahas?
Dikutip dari New York Times, Sabtu (9/5/2026), Trump dan Xi kemungkinan akan membahas perdagangan, termasuk kemungkinan investasi di negara masing-masing.
Washington telah menekankan apa yang disebut analis sebagai "5B". Ini termasuk pembelian pesawat Boeing oleh China, daging sapi dan kedelai AS, serta pembentukan dewan investasi dan dewan perdagangan.
Kedua entitas tersebut akan mengatur area pertukaran ekonomi antara AS dan China yang tidak menimbulkan kekhawatiran keamanan nasional.
Sementara, pihak China telah menekankan "3T", yakni tarif, teknologi, dan Taiwan.
Beijing kemungkinan akan mendorong perpanjangan gencatan senjata perdagangan tahun lalu dan pelonggaran kontrol ekspor pada semikonduktor canggih yang dibutuhkan China untuk meningkatkan sektor industrinya.
Baca juga: Iran Ejek Ancaman Serangan Nuklir Trump, Sebut Aneh dan Tak Masuk Akal
Xi Jinping kemungkinan akan mendorong Trump untuk mengurangi dukungan AS terhadap Taiwan.
Presiden Trump diperkirakan akan meminta Beijing untuk membujuk Iran agar membuka kembali Selat Hormuz.
Kedua pihak juga diperkirakan akan membahas kerja sama dalam mengelola risiko terkait kecerdasan buatan.
Presiden Trump mengatakan, dia akan mengangkat kasus aktivis demokrasi Hong Kong, Jimmy Lai yang dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada Februari karena kolusi dan penghasutan.
Isu-isu lain termasuk peningkatan senjata nuklir China, keamanan di Laut China Selatan, dan pengurangan aliran fentanyl ke AS.
Baca juga: 3 Incaran China dari KTT Trump-Xi Jinping, Beijing Siap Pakai Kartu As
Apa saja kemungkinan hasilnya?
Ilustrasi perang dagang AS-China.
Trump telah membual tentang hubungannya dengan Xi Jinping yang ia sebut sebagai "teman" dan sangat ingin mengumumkan peningkatan investasi China di AS.
Namun, kedua pihak kemungkinan kecil akan mencapai kesepakatan ekonomi besar atau menyelesaikan perbedaan mendalam mereka.
Hasil yang lebih mungkin adalah serangkaian kesepakatan sederhana tentang investasi dan perpanjangan gencatan senjata perdagangan sementara tahun lalu.
“Kita mungkin tidak perlu mengharapkan pertemuan ini menghasilkan terobosan besar dan substansial,” kata pakar hubungan internasional di Universitas Fudan Shanghai, Zhao Minghao.
Baca juga: Rusia dan China Bisa jadi Sandungan bagi AS untuk Beri Sanksi ke Iran
Menurutnya, pertemuan itu akan berfungsi sebagai titik awal untuk keterlibatan lebih lanjut.
Para pejabat AS mengatakan, kedua pemimpin tersebut dapat bertemu empat kali tahun ini.
Sementara, sejumlah analis menilai, KTT ini juga merupakan cara bagi kedua belah pihak untuk mengulur waktu guna mengurangi ketergantungan pada negara lain seiring berlanjutnya persaingan.
“Di dalam China sendiri masih ada rasa curiga yang mendalam terhadap AS,” kata Direktur China Power Project dan penasihat senior di Center for Strategic and International Studies, Bonny Lin.
Baca juga: Gegara Korupsi, 2 Eks Menhan China Dihukum Mati, Aset Pribadi Disita
Apa yang bisa merusak perundingan?
Ilustrasi perang dagang AS-China.
Namun, perselisihan mengenai perang di Iran dapat merusak perundingan.
Tanpa menyebut nama Trump, Xi bulan lalu mengkritik tindakan presiden AS yang mengabaikan hukum internasional dan menyebutnya "kembali ke hukum rimba".
Ketika China mendorong para pejabat Iran untuk bernegosiasi dengan AS, mereka menahan diri untuk tidak berbuat lebih banyak guna membantu menyelesaikan perang yang dianggap Beijing sebagai masalah Washington.
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pekan ini di Beijing.
Baca juga: Xi Jinping Mulai Bicara soal Selat Hormuz, Minta Blokade Harus Dibuka
Wang menyerukan upaya yang lebih besar untuk membuka Selat Hormuz, tetapi juga mengatakan bahwa China mendukung hak sah Iran untuk menggunakan energi nuklir secara damai.
Namun, pada Kamis (7/5/2026), Trump mengaku percaya China tidak memberikan dukungan lebih lanjut untuk posisi Iran karena menghormati hubungannya dengan Xi Jinping.
Baik China maupun AS telah memperkuat senjata perang ekonomi mereka.
Ketika Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi pada kilang minyak China pada April karena membeli minyak Iran, Beijing memerintahkan perusahaan-perusahaannya untuk tidak mematuhinya dan mengeluarkan peraturan yang memberi wewenang kepada pihak berwenang untuk menyelidiki perusahaan dan pemerintah asing.
Tag: #trump #jinping #akan #bertemu #pekan #depan #yang #perlu #diketahui