AS Kembali Ingatkan NATO, Minta Bergerak untuk Bebaskan Selat Hormuz
- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menyampaikan dukungan sekaligus peringatan kepada sekutu-sekutunya di Eropa.
Dia meminta sekutunya untuk membuat Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO) lebih bermanfaat dan meningkatkan upaya membuka kembali Selat Hormuz.
Rubio menyebut telah lama mendukung NATO, sebagian karena organisasi tersebut memungkinkan AS untuk memproyeksikan kekuatan militer ke seluruh dunia.
Baca juga: Drone dari Wilayah Rusia Jatuh di Latvia, NATO Langsung Terbangkan Jet Temnpur
Namun, keputusan beberapa sekutu seperti Spanyol untuk menolak penggunaan pangkalan oleh AS dalam perang Iran menciptakan bahaya bagi AS.
“Jika salah satu alasan utama AS bergabung dengan NATO adalah untuk menempatkan pasukan di Eropa yang dapat dikerahkan ke situasi darurat,” kata Rubio dilansir Wall Street Journal, Jumat (8/5/2026).
“Dan kini hal itu tidak lagi berlaku, setidaknya bagi beberapa negara anggota NATO, maka itu merupakan masalah yang harus ditelaah,” lanjutnya.
Baca juga: Naik Turun Hubungan AS dengan Sekutu NATO
Minta Eropa bantu membuka Selat Hormuz
Rubio mengatakan ada kesepakatan global bahwa Iran tidak boleh diizinkan untuk mempertahankan senjata nuklir dan harus mencabut blokade di Selat Hormuz.
Ia menyerukan negara-negara lain untuk memberikan kontribusi yang lebih besar dalam menyelesaikan kebuntuan dengan Iran.
“Apakah Anda akan menormalisasi klaim suatu negara yang menguasai jalur perairan internasional? Karena jika Anda membiarkan hal itu, akan menciptakan preseden yang akan terulang,” ujar Rubio.
Baca juga: Jepang Dekati RI-Filipina untuk Lawan China, Tawarkan Armada Kelas NATO
“Dan jika jawabannya tidak, kami tidak ingin menormalisasinya, maka Anda sebaiknya memiliki sesuatu yang lebih dari sekadar pernyataan yang tegas untuk mendukungnya.”
Rubio berangkat ke Italia untuk bertemu dengan Paus Leo XIV dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni pada Jumat.
Dalam rangka untuk memperbaiki hubungan, yang mana keduanya telah dikritik oleh Presiden AS Donald Trump karena mengkritik perang AS di Iran.
Baca juga: 4 Negara Mayoritas Muslim Bersatu Godok Aliansi Tiru NATO, Bersiap Hadapi Israel
Perang Iran guncang hubungan AS dan Eropa
Presiden AS Donald Trump berbicara dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di samping Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Keuangan AS Scott Bessent, dan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick selama pertemuan bilateral di sela-sela pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada 21 Januari 2026.
Perang dengan Iran menjadi topik utama dalam kunjungannya, sementara AS menanti tanggapan Teheran terkait proposal untuk mengakhiri perang.
Perang Iran telah memperburuk hubungan yang sudah cukup tegang antara Washington dan Eropa.
Trump juga frustrasi terhadap sekutu karena tidak mengirim pasukan untuk membantu membuka Selat Hormuz sehingga mempertanyakan tujuan aliansi Atlantik.
Baca juga: Dokumen Pentagon Ungkap Rencana AS Hukum NATO, Spanyol Ikut Kena
Spanyol memblokir AS untuk menggunakan pangkalannya untuk perang, namun negara Eropa lainnya telah memfasilitasi operasi militer AS melawan Iran.
Meloni mengatakan pertemuan dengan Rubio adalah "dialog yang jujur, antara sekutu yang membela kepentingan nasional mereka sendiri tetapi sama-sama tahu betapa berharganya persatuan Barat."
Para pejabat Italia mengatakan NATO adalah aliansi pertahanan, bukan janji untuk mengikuti AS ke dalam perang di luar negeri.
Rubio memuji peran Gereja Katolik atas upaya globalnya dalam mempromosikan perdamaian dan bantuan kemanusiaan, dan menyebut pertemuannya dengan Leo "sangat positif."
Tag: #kembali #ingatkan #nato #minta #bergerak #untuk #bebaskan #selat #hormuz