Takut Informasi Bocor ke Iran, Israel Blokir Akses Sistem Pelacakan Roket
- Militer Israel telah melarang otoritas lokal dan perwira penghubung cadangan untuk mengakses sistem manajemen darurat sipil, karena khawatir informasinya akan bocornya ke Iran.
Sistem yang dikenal dengan sebutan "Shual" tersebut merupakan teknologi yang digunakan tentara Israel untuk melacak lokasi jatuhnya roket.
Kebijakan ini kemudian memicu kemarahan di wilayah utara Israel, demikian dilaporkan media lokal pada Kamis (7/5/2026), dikutip dari Anadolu.
Baca juga: Putra Pemimpin Hamas Tewas akibat Serangan Israel di Gaza
Laporan tersebut mengatakan sistem ini dikembangkan oleh Komando Pertahanan Dalam Negeri militer untuk mengkoordinasikan manajemen darurat di antara para pejabat penanggulangan krisis.
Sistem ini dirancang untuk memprediksi zona dampak roket, memungkinkan peringatan dini, dan membantu mengarahkan tim darurat ke lokasi tertentu setelah serangan roket.
Laporan itu menambahkan, sistem juga ini digunakan untuk mengidentifikasi bahan peledak yang belum meledak dan berbahaya, mengerahkan tim pencarian dengan cepat, dan menentukan apakah ada korban jiwa.
Baca juga: Parlemen AS Desak Pemerintah Buka Rahasia Nuklir Israel
Sistem diblokir untuk hindari informasi bocor
Iran mesih melakukan serangan ke Israel seusai Trump umumkan gencatan senjata.
Sistem tersebut diblokir karena khawatir informasi dapat bocor ke pihak yang terkait dengan Iran, yang diduga memantau lokasi dampak demi meningkatkan akurasi dan tingkat serangan di masa mendatang.
Namun, para pejabat di Israel utara mengeluh bahwa larangan tersebut membuat mereka "bekerja di bawah ancaman musuh tanpa alat penyelamat nyawa yang sangat penting."
Pemblokiran itu membuat mereka tidak dapat menentukan cakupan atau arah serangan, dan apakah ledakan tersebut diakibatkan oleh pencegahan atau dampak langsung.
Baca juga: Komandan Pasukan Elite Hizbullah Tewas dalam Serangan Israel di Beirut
Misalnya selama penembakan roket baru-baru ini oleh Hizbullah terhadap permukiman Baram, Dovev, dan Tzivon.
Sebelumnya, serangan lintas batas antara Israel dan Hizbullah terus berlanjut meskipun gencatan senjata diumumkan pada 17 April dan diperpanjang hingga 17 Mei.
Sejak 2 Maret, serangan Israel terhadap Lebanon telah menewaskan sedikitnya 2.715 orang, melukai 8.353 orang, dan menyebabkan lebih dari 1,6 juta orang mengungsi.
Israel menduduki wilayah di Lebanon selatan, dan telah maju sekitar 10 kilometer ke dalam perbatasan selatan selama konflik saat ini.
Tag: #takut #informasi #bocor #iran #israel #blokir #akses #sistem #pelacakan #roket