China Turun Tangan di Perang Iran, Desak Teheran Buka Selat Hormuz
Ilustrasi Selat Hormuz.(GOOGLE MAPS)
13:06
6 Mei 2026

China Turun Tangan di Perang Iran, Desak Teheran Buka Selat Hormuz

- China dikabarkan akan mendesak Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, seiring dimulainya pembicaraan di Beijing.

Menurut laporan Al Jazeera, Rabu (6/5/2026), pertemuan Iran dan China telah dimulai di Beijing, dan agenda utama akan mencakup dua hal: menjaga gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz.

Beijing akan berdiskusi dengan Iran mengenai jenis dukungan apa yang bersedia mereka berikan kepada Teheran jika Iran benar-benar menutup Selat Hormuz.

Iran memerlukan dukungan China, misalnya di Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk memblokir kemungkinan tindakan apa pun yang dapat menjatuhkan sanksi tambahan kepada Teheran karena penutupan selat tersebut.

Baca juga: Tegang dengan China, AS Tembakkan Rudal Tomahawk


Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dilaporkan sedang mencari kejelasan dari Beijing mengenai apa yang akan ditawarkan China saat bertemu dengan Presiden AS Donald Trump.

Apakah ada kemungkinan Beijing akan memberikan konsesi apa pun kepada Washington yang berpotensi membuat Teheran cemas.

Sebagai gantinya, China juga menginginkan jaminan bahwa Iran tidak akan mengambil tindakan balasan atau langkah drastis menjelang pertemuan antara AS dan China pada 14-15 Mei 2026.

Sejak AS memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, China sangat mengkritiknya dan menyebutnya berbahaya.

Namun di sisi lain, Beijing juga mengkritik Iran karena terus menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur pelayaran penting.

Baca juga: Israel Siap-siap Kerahkan Semua Jet Tempur ke Iran, Dipimpin Bos Baru

Menlu Iran berkunjung ke China

Menlu Iran Araghchi tiba di Beijing beberapa hari sebelum kunjungan Trump ke China, dan baik Teheran maupun Beijing merasa khawatir tentang apa yang mungkin dihasilkan dari pertemuan tersebut.

Trump telah mendesak Beijing untuk berbuat lebih banyak guna mendorong Iran membuka kembali Selat Hormuz.

Di sisi lain, Teheran akan mengamati dengan saksama setiap tanda apakah China bersedia memberikan konsesi.

Baca juga: Jepang Dekati RI-Filipina untuk Lawan China, Tawarkan Armada Kelas NATO

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat berpidato di acara PBB di Jenewa, 17 Februari 2026.AFP/VALENTIN FLAURAUD Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat berpidato di acara PBB di Jenewa, 17 Februari 2026.

Hal ini menempatkan Beijing dalam posisi strategis yang sulit, berupaya menjauhkan diri dari tindakan Iran sekaligus mempertahankan pengaruhnya atas Teheran, dan memberi sinyal kepada semua pihak bahwa mereka tetap menjadi mitra yang dapat diandalkan.

Ini adalah kunjungan pertama Araghchi ke Negeri Panda sejak awal konflik, setelah sempat beberapa kali berbicara dengan Menteri Luar Negeri China melalui telepon.

Dua isu akan mendominasi agenda adalah terkait menjaga gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz, kedua isu prioritas yang telah sering diungkapkan Beijing.

Baca juga: China Turun Tangan di Perang Iran, Gerakkan Perusahaan Lawan Balik AS

Seberapa penting hubungan Iran dan China?

Beijing bisa dibilang merupakan mitra terpenting Teheran, yang membeli sebagian besar minyak mentah dari Negeri Persia tersebut.

Sebelum konflik, China menerima sekitar 13 persen dari seluruh minyak mentah yang diangkut melalui laut dari Iran dengan harga spesial.

Beijing memandang Iran sebagai penyeimbang penting terhadap kekuatan dan pengaruh AS di Timur Tengah, dan ingin melihat Teheran tetap bertahan dan berkembang.

Baca juga: Iran Tegas Membantah Telah Menyerang UEA, Sebut Tuduhan Tidak Berdasar

Pada 2021, kedua negara menandatangani kemitraan strategis selama 25 tahun untuk memperdalam kerja sama.

Iran juga mendukung China dengan cara lain yakni mempromosikan penggunaan mata uang China, yuan, dalam semua transaksinya untuk pembelian minyak mentah.

Tag:  #china #turun #tangan #perang #iran #desak #teheran #buka #selat #hormuz

KOMENTAR