Bos NASA Usulkan Pluto Kembali Dihitung sebagai Planet
Gambar Pluto yang diambil oleh wahana antariksa New Horizon milik NASA pada tahun 2015. (NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Southwest Research Institute)
14:12
1 Mei 2026

Bos NASA Usulkan Pluto Kembali Dihitung sebagai Planet

- Perdebatan mengenai status Pluto kembali mencuat ke permukaan. 

Administrator NASA Jared Isaacman menyatakan dukungannya untuk mengembalikan status Pluto sebagai planet, sebagaimana dilansir Euronews, Jumat (1/5/2026)

Pernyataan tersebut disampaikan Isaacman dalam dengar pendapat Senat pada Selasa (28/4/2026) terkait permintaan anggaran NASA tahun 2027. 

Baca juga: Geger, Planet Mars Terbukti Pernah Layak Huni

Isu memasukkan Pluto menjadi planet dalam sistem tata surya mencuat di Senat setelah Senator Partai Republik dari Kansas, Jerry Moran, mengajukan pertanyaan tersebut di akhir sesi dengar pendapat. 

Bagi Moran, masalah ini memiliki kedekatan emosional karena penemu Pluto, Clyde Tombaugh, merupakan putra daerah Kansas.

Menanggapi hal tersebut, Isaacman menyatakan bahwa dirinya berada di pihak yang mendukung pemulihan status Pluto.

"Saya sangat berada di pihak yang mendukung pengembalian status planet bagi Pluto," ujar Isaacman.

Dia menambahkan bahwa saat ini NASA tengah mengerjakan sejumlah makalah ilmiah yang diharapkan dapat memicu peninjauan kembali di tingkat internasional.

"Saya ingin membawa dokumen-dokumen tersebut ke komunitas ilmiah untuk meninjau kembali diskusi ini," lanjutnya.

Baca juga: NASA Luncurkan Teleskop Roman, Siap Cari Puluhan Ribu Planet Baru

Status Pluto

Komentar ini membuka kembali diskusi yang sebelumnya dianggap telah selesai oleh sebagian besar komunitas ilmiah.

Sebagai informasi, Pluto pertama kali ditemukan pada tahun 1930 dan sempat menyandang status sebagai planet kesembilan dalam tata surya kita. 

Namun, pada 2006, Persatuan Astronomi Internasional (IAU) menetapkan definisi formal mengenai apa yang dimaksud dengan planet.

Berdasarkan aturan IAU, sebuah benda langit harus memenuhi tiga kriteria utama untuk disebut sebagai planet.

Pertama, harus mengorbit Matahari.

Baca juga: Astronom Temukan Planet Layak Huni, tapi Suhunya Minus 70 Derajat

Kedua, memiliki massa yang cukup sehingga gravitasinya membentuknya menjadi bulat.

Ketiga, mampu membersihkan lingkungan sekitar orbitnya dari puing-puing atau benda langit lainnya.

Pluto memenuhi dua syarat pertama, namun tidak cukup pada kriteria ketiga. 

Karena terletak di Sabuk Kuiper, Pluto tidak memiliki dominasi gravitasi untuk membersihkan orbitnya. 

Hal inilah yang mendasari keputusan IAU untuk menurunkan status Pluto menjadi "planet kerdil".

Baca juga: Planet Baru Telah Lahir, Kali Pertama Disaksikan Para Astronom

Penemuan dari Misi New Horizons

Ketertarikan untuk meninjau kembali status Pluto juga didorong oleh data yang diperoleh selama satu dekade terakhir. 

Pada Juli 2015, wahana antariksa New Horizons milik NASA berhasil mengirimkan foto-foto jarak dekat pertama Pluto.

Hasilnya mengejutkan para ilmuwan. Pluto ternyata merupakan dunia yang kompleks dengan pegunungan, gletser es nitrogen, serta permukaan yang beragam secara geologis. 

Temuan ini mematahkan asumsi awal bahwa Pluto hanyalah benda langit yang sederhana dan mati.

Baca juga: Di Pidato Pelantikan, Donald Trump Janji Ingin Tancapkan Bendera AS di Planet Mars

Kabut biru misterius Pluto merupakan pendorong utama iklim planet kerdil tersebut. NASA/JHUAPL/SwRI Kabut biru misterius Pluto merupakan pendorong utama iklim planet kerdil tersebut.

Meski demikian, hingga saat ini IAU, sebagai satu-satunya otoritas internasional yang diakui dalam penamaan benda langit, belum menunjukkan tanda-tanda akan merevisi keputusan tahun 2006 tersebut.

Hingga ada perubahan resmi di masa mendatang, Pluto masih tetap diklasifikasikan sebagai planet kerdil. 

Keputusan akhir akan sangat bergantung pada seberapa kuat argumen ilmiah yang nantinya diajukan oleh pihak NASA.

Baca juga: Mengamati Planet Baru Mirip Jupiter...

Tag:  #nasa #usulkan #pluto #kembali #dihitung #sebagai #planet

KOMENTAR