Ukraina Tuduh Israel Bantu Perdagangan Gandum Curian Rusia
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (YouTube/Office of the Presidenr of Ukraine)
11:12
29 April 2026

Ukraina Tuduh Israel Bantu Perdagangan Gandum Curian Rusia

Ketegangan antara Kyiv dan Tel Aviv mencapai titik didih baru akibat arus logistik ilegal.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kini menyoroti aktivitas pelabuhan Israel yang diduga menerima komoditas jarahan Rusia.

Dikutip dari CNN, tuduhan ini muncul setelah kapal Panormitis terdeteksi membawa gandum dari wilayah pendudukan menuju Tel Aviv.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (x.com)Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (x.com)

Zelensky menegaskan bahwa membiarkan kapal tersebut bersandar adalah bentuk dukungan terhadap tindakan kriminal perang.

Pemerintah Ukraina mengancam akan menjatuhkan sanksi bagi setiap pihak yang terlibat dalam rantai pasokan ini.

“Di negara normal mana pun, membeli barang curian adalah tindakan yang membawa tanggung jawab hukum. Ini berlaku, khususnya, untuk gandum yang dicuri oleh Rusia,” tulis Zelensky di platform X.

Ilustrasi gandum utuh (Pixabay.com/NatureFriend)Ilustrasi gandum utuh (Pixabay.com/NatureFriend)

Kyiv mengeklaim bahwa otoritas pelabuhan Israel mustahil tidak mengetahui asal-usul muatan kapal yang masuk.

“Ini bukan – dan tidak bisa menjadi – bisnis yang sah. Otoritas Israel tidak mungkin tidak menyadari kapal mana yang tiba di pelabuhan negara itu dan kargo apa yang mereka bawa,” tegas Zelensky.

Pihak Ukraina memandang masuknya gandum ini sebagai upaya Moskow mendanai invasi militer secara ilegal.

Isu ini telah mengganggu stabilitas hubungan bilateral yang sebelumnya sudah dalam kondisi yang sangat rapuh.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, segera merespons tudingan tersebut dengan nada yang cukup keras.

Saar menuduh Ukraina hanya melakukan "diplomasi Twitter" tanpa memberikan bukti dokumen yang kuat di lapangan.

Ia menegaskan bahwa kapal Panormitis yang dimaksud saat ini masih berada di perairan lepas pantai.

Otoritas pajak Israel dikabarkan tengah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap dokumen legalitas muatan kapal tersebut.

Israel berdalih tidak bisa menyita kapal tanpa proses hukum internasional yang sesuai dengan protokol berlaku.

Laporan investigasi media Haaretz mengungkap bahwa skandal ini bukan pertama kalinya terjadi di pelabuhan Israel.

Setidaknya terdapat empat pengiriman gandum ilegal Rusia yang berhasil bersandar di pelabuhan Israel tahun ini.

Data menunjukkan praktik serupa telah berlangsung sejak 2023 dengan total pengiriman mencapai lebih dari 30 kali.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, langsung memanggil Duta Besar Israel di Kyiv untuk memprotes keras.

Kyiv merasa Israel tidak merespons peringatan diplomatik yang telah disampaikan melalui saluran rahasia selama ini.

Uni Eropa kini ikut memantau perkembangan kasus ini dan meminta klarifikasi resmi dari otoritas Israel.

Eropa memperingatkan bahwa mereka siap menjatuhkan sanksi kepada entitas di negara ketiga yang membantu Rusia.

“Kami mengutuk semua tindakan yang membantu mendanai upaya perang ilegal Rusia dan menghindari sanksi Uni Eropa dan tetap siap untuk menargetkan tindakan tersebut dengan mencantumkan individu dan entitas di negara ketiga jika diperlukan,” ujar juru bicara Uni Eropa.

Langkah ini diambil untuk menutup celah penyelundupan hasil bumi Ukraina yang dijual ke pasar global.

Ukraina mengeklaim memiliki bukti adanya praktik sistematis dalam memfasilitasi aktivitas ekonomi ilegal Rusia.

Sejak invasi besar-besaran dimulai empat tahun lalu, Rusia secara konsisten dituduh menjarah sumber daya pertanian Ukraina.

Hubungan Israel dan Ukraina terus menegang karena Israel enggan mengirimkan bantuan senjata militer kepada Kyiv.

Tel Aviv memilih tetap menjaga hubungan dengan Moskow demi kepentingan keamanan mereka di kawasan Timur Tengah.

Ukraina kini mulai memposisikan diri sebagai penyedia teknologi pertahanan bagi rival-rival Rusia di berbagai wilayah.

Di sisi lain, bantuan kemanusiaan non-letal menjadi batas maksimal yang diberikan Israel kepada Ukraina sejauh ini.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #ukraina #tuduh #israel #bantu #perdagangan #gandum #curian #rusia

KOMENTAR