Dampak UEA Keluar dari OPEC: Perang Harga Minyak Dunia Mengintai
Ilustrasi kilang minyak.(FREEPIK/ARTPHOTO_STUDIO)
06:24
29 April 2026

Dampak UEA Keluar dari OPEC: Perang Harga Minyak Dunia Mengintai

- Keluarnya Uni Emirat Arab (UEA) dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan OPEC+ dinilai akan memicu risiko perang harga minyak di masa depan.

Prediksi tersebut disampaikan Ron Bousso, kolumnis energi untuk Reuters, dalam tulisan opini terbarunya, Selasa (28/4/2026).

Bousso menyebut, pangsa pasar OPEC sebetulnya telah menyusut dari 50 persen pada era 1970-an menjadi sekitar 30 persen saat ini.

Baca juga: UEA Keluar dari OPEC Imbas Perang Iran, Kecewa dengan Negara-negara Arab

Susutnya pangsa pasar organisasi tersebut disebabkan oleh lonjakan produksi dari negara non-OPEC seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Brasil.

Jika OPEC retak, ujar Bousso, ada risiko perang harga yang sengit begitu perang Iran berakhir. 

"Persaingan perebutan pangsa pasar antara OPEC+, UEA, dan AS berpotensi memicu jatuhnya harga minyak secara tajam," tulis Bousso.

Sebelumnya, beberapa negara seperti Qatar, Ekuador, dan Angola juga telah lebih dulu keluar dari OPEC.

Baca juga: Timur Tengah Memanas, UEA Semprot Sekutu karena Lembek ke Iran

Kini, hengkangnya UEA dianggap memiliki dampak yang jauh lebih besar karena kapasitas produksi dan pengaruh regionalnya yang kuat. 

"Banyak pihak menilai, OPEC yang dikenal dunia selama ini mungkin telah berakhir," paparnya.

Keluarnya UEA dari OPEC juga terjadi di tengah situasi regional yang sangat rapuh. 

Penutupan Selat Hormuz telah menjebak lebih dari 13 juta barrel minyak per hari pasokan minyak dunia atau sekitar 13 persen dari pasokan global.

Baca juga: Mualem dan Dubes UEA Sepakat Bentuk Tim Khusus, Jajaki Rute Penerbangan Langsung Aceh-Dubai

UEA kecewa

Menurut laporan Al Jazeera, UEA keluar setelah mengkritik negara-negara Arab lainnya karena tidak berbuat cukup untuk melindunginya dari berbagai serangan Iran selama perang.

Sebagaimana diketahui, negara ini adalah pusat bisnis regional dan salah satu sekutu terpenting Washington.

UEA menjadi salah satu negara Teluk yang menjadi target serangan balasan dari Teheran selama perang di Timur Tengah.

Negara ini juga menghadapi masalah dalam hubungannya dengan negara tetangganya, Arab Saudi, pengekspor minyak terbesar di dunia dan kekuatan dominan di dalam OPEC.

Baca juga: Israel Disebut Beri UEA Iron Dome untuk Tangkis Serangan Iran

Keluar bulan depan

Dilansir AFP, Selasa, UEA akan menarik diri dari OPEC pada 1 Mei 2026, demikian menurut kantor berita negara, WAM.

UEA menyebut, keputusan ini sejalan dengan visi strategis dan ekonomi jangka panjang negara tersebut serta pengembangan sektor energinya, termasuk percepatan investasi dalam produksi energi domestik.

"Keputusan ini mencerminkan visi strategis dan ekonomi jangka panjang UEA serta profil energi yang terus berkembang," demikian pernyataan tersebut.

UEA menyebut, selama masa baktinya di organisasi ini, pihaknya telah memberikan kontribusi yang signifikan dan pengorbanan yang lebih besar. 

"Namun, sudah saatnya kita memfokuskan upaya kita pada apa yang dituntut oleh kepentingan nasional kita," lanjut pernyataan itu.

Baca juga: Cari Dana Talangan, UEA Bisa Tinggalkan Dollar jika AS Tak Bantu Pulihkan Ekonomi

Tag:  #dampak #keluar #dari #opec #perang #harga #minyak #dunia #mengintai

KOMENTAR