Rupiah Pagi Masih Lesu, IHSG Tancap Gas
- Nilai tukar rupiah di pasar spot tertekan saat pembukaan perdagangan, Rabu (29/4/2026). Mata uang Garuda melemah 0,16 persen ke level Rp 17.270 per dollar Amerika Serikat (AS).
Adapun, pada penutupan perdagangan Selasa (28/4/2026) rupiah berada di posisi Rp 17.243 per dollar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bervariasi pagi ini.
Baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,26 persen.
Baca juga: Pelemahan Rupiah Meluas, Tak Hanya Terhadap Dolar AS
Diikuti oleh won Korea Selatan yang melemah 0,24 persen dan peso Filipina yang terkoreksi 0,22 persen. Selanjutnya, dollar Taiwan turun 0,16 persen.
Sementara itu, dollar Hong Kong melemah tipis atau sebesar 0,006 persen terhadap dollar AS.
Di sisi lain, dollar Singapura menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah naik 0,06 persen.
Disusul yuan China dan ringgit Malaysia yang masing-masing menguat 0,04 persen, serta yen Jepang yang naik tipis 0,006 persen.
Berbanding terbalik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan hari ini.
Berdasarkan data BEI, IHSG naik 0,29 persen atau bertambah 20,193 poin ke posisi 7.092,585.
Saat pembukaan, indeks sempat berada di area 7.096,609, lalu bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas.
IHSG tercatat menyentuh level tertinggi harian di 7.115,298 dan terendah di 7.087,792.
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi mencapai 9,405 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,428 triliun dan frekuensi perdagangan 361.126 kali.
Baca juga: IHSG Hari Ini Bakal Bangkit? Simak Rekomendasi dari Analis