Harga Minyak Makin Amburadul Gara-gara Iran Perketat Blokir Selat Hormuz
Ilustrasi harga minyak dunia (Shutterstock)
12:40
27 April 2026

Harga Minyak Makin Amburadul Gara-gara Iran Perketat Blokir Selat Hormuz

Blokade total di Selat Hormuz kini menjadi senjata utama Iran untuk melumpuhkan stabilitas ekonomi global.

Langkah ekstrem ini diambil Teheran sebagai respons atas tekanan militer dan hilangnya kepercayaan terhadap diplomasi Amerika Serikat.

Dikutip dari CNN, dampaknya terasa seketika pada pasar energi dunia yang mencatat lonjakan harga minyak mentah secara signifikan.

Selat Hormuz (CNN)Selat Hormuz (CNN)

Ketegangan ini menutup ruang dialog setelah Presiden Masoud Pezeshkian menolak keras tunduk pada tekanan sepihak.

Situasi di lapangan menunjukkan bahwa jalur perdagangan energi internasional sedang berada dalam posisi paling rentan.

Kenaikan harga minyak internasional jenis Brent kini telah menyentuh angka 107,58 dolar AS per barel.

Ilustrasi fasilitas minyak mentah di mana harga mulai melonjak kembali. [Pexels].Ilustrasi fasilitas minyak mentah di mana harga mulai melonjak kembali. [Pexels].

Sementara itu minyak mentah Amerika Serikat juga ikut merangkak naik hingga mencapai posisi 96,36 dolar AS.

Lonjakan ini terjadi tepat setelah muncul pernyataan tegas dari pejabat tinggi Iran mengenai status Selat Hormuz.

“Kami menyadari jika kami menginjak tenggorokan Selat Hormuz dan Bab al-Mandab, 25% ekonomi dunia akan terdampak,” ujar Wakil Ketua Parlemen Iran, Ali Nikzad.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Iran tidak akan membiarkan jalur laut tersebut kembali ke kondisi normal.

Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan kepada Perdana Menteri Pakistan bahwa tindakan Amerika Serikat terus merusak kepercayaan antarnegara.

Ia secara terbuka menuduh Washington menjadi dalang di balik rumitnya jalur dialog yang seharusnya bisa ditempuh.

Pezeshkian menyatakan dengan tegas bahwa Iran tidak akan pernah mau mengikuti perundingan yang didasari atas paksaan.

“Kami menyadari jika kami menginjak tenggorokan Selat Hormuz dan Bab al-Mandab, 25% ekonomi dunia akan terdampak,” kata Ali Nikzad mengulangi posisi tawar Iran.

Teheran menuntut penghentian blokade angkatan laut Amerika di pelabuhan mereka sebelum kesepakatan apa pun dibicarakan.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump secara mendadak membatalkan pengiriman utusan khusus ke Islamabad pada Sabtu lalu.

Trump berdalih bahwa pembatalan tersebut disebabkan oleh adanya perselisihan internal di jajaran kepemimpinan Teheran.

Keputusan ini diambil setelah pihak Iran menolak mentah-mentah ajakan untuk melakukan pembicaraan secara langsung.

Macetnya proses perdamaian ini telah berlangsung menjelang dua bulan usia konflik yang melibatkan kedua negara.

Kondisi tersebut memperparah gangguan pasokan minyak dan memicu lonjakan harga bahan bakar di berbagai belahan dunia.

Data AAA menunjukkan harga rata-rata bensin di tingkat konsumen saat ini telah mencapai 4,10 dolar AS per galon.

Angka ini merepresentasikan kenaikan sekitar 27 persen jika dibandingkan dengan harga pada awal dimulainya konflik.

Krisis ini berakar dari sengketa panjang mengenai kedaulatan maritim dan sanksi ekonomi yang kian mencekik Iran.

Penutupan Selat Hormuz menjadi puncak dari akumulasi kekecewaan Iran terhadap pelanggaran kesepakatan oleh Amerika Serikat.

Tanpa adanya terobosan diplomasi, stabilitas energi global diprediksi akan terus berada dalam ketidakpastian yang membahayakan.

Editor: Pebriansyah Ariefana

Tag:  #harga #minyak #makin #amburadul #gara #gara #iran #perketat #blokir #selat #hormuz

KOMENTAR