Trump Sebut Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang atas Permintaan Pakistan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berpidato di Verst Logistics, Kota Hebron, Negara Bagian Kentucky, 11 Maret 2026.(AFP/JIM WATSON)
13:54
22 April 2026

Trump Sebut Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang atas Permintaan Pakistan

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk memperpanjang gencatan senjata antara negaranya dan Iran.

Keputusan tersebut diumumkan Trump pada Selasa (21/4/2026), beberapa jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan berakhir.

Trump menyampaikan bahwa perpanjangan gencatan senjata AS-Iran itu diambil atas permintaan Pakistan.

Melalui platform Truth Social, Trump menyebut langkah tersebut juga sambil menunggu usulan atau proposal terpadu dari Iran.

“Mengingat bahwa Pemerintah Iran sedang mengalami perpecahan yang parah, hal yang sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, serta atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami diminta untuk menunda serangan terhadap Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat menyusun usulan yang terpadu,” terang Trump, dikutip dari TheGuardian, Rabu (22/4/2026).

Baca juga: 53 Hari Perang AS-Israel Vs Iran, Damai Masih Buntu Jelang Akhir Gencatan Senjata

Rencana pembicaraan AS-Iran kedua

Masih melalui Truth Social, Donald Trump mengatakan bahwa militer AS tetap terus melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, meski gencatan senjata diperpanjang.

“Oleh karena itu, saya telah memerintahkan angkatan bersenjata kita untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siaga dan siap, serta akan memperpanjang gencatan senjata hingga usulan mereka diajukan dan pembicaraan selesai, bagaimanapun hasilnya,” sambungnya.

Dilansir dari Euronews, Rabu (22/4/2026), Pakistan telah merencanakan untuk menjadi tuan rumah pembicaraan AS-Iran putaran kedua.

Meski begitu, Gedung Putih menunda kunjungan Wakil Presiden AS JD Vance ke Islamabad, Pakistan karena Iran masih menolak upaya untuk memulai kembali negosiasi.

Baca juga: Sebaran Lokasi Pangkalan Militer AS di Berbagai Belahan Dunia, Ada Indonesia?

AS dan Iran sendiri sebelumnya memperingatkan bahwa tanpa kesepakatan, mereka siap untuk melanjutkan pertempuran.

Beberapa jam sebelum pengumuman Trump, seorang pejabat senior Iran menyebut bahwa negaranya bersedia menghadiri pembicaraan lanjutan dengan AS.

Dikutip dari Reuters, Rabu (22/4/2026), ia mengatakan bahwa para negosiator Iran bersedia hadir asalkan AS menghentikan kebijakan tekanan dan ancaman, serta menolak negosiasi yang bertujuan memaksa Iran menyerah.

Sebagai informasi, sesi pembicaraan pertama antara AS-Iran di Islamabad yang digelar beberapa hari lalu tidak menghasilkan kesepakatan.

Baca juga: Sebaran Lokasi Pangkalan Militer AS di Berbagai Belahan Dunia, Ada Indonesia?

Awal mula perang AS-Iran kali ini

Perang dimulai ketika AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Konflik dengan cepat berdampak ke negara-negara Teluk seperti Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer AS berada.

Iran melancarkan ke berbagai pangkalan militer AS tersebut, serta ke wilayah Israel sebagai tanggapan.

Baca juga: Paus Leo Luruskan Isu Cekcok dengan Trump di Tengah Kritik soal Perang

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat turun dari pesawat kepresidenan Air Force One, ketika tiba di Bandara Internasional Harry Reid, Las Vegas, Negara Bagian Nevada, 16 April 2026.AFP/JIM WATSON Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat turun dari pesawat kepresidenan Air Force One, ketika tiba di Bandara Internasional Harry Reid, Las Vegas, Negara Bagian Nevada, 16 April 2026.Selain itu, Iran juga segera menutup Selat Hormuz yang merupakan jalur vital perdangan minyak negara-negara Teluk.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berupaya menggulingkan kepemimpinan Iran selama puluhan tahun.

Namun, Trump memberikan alasan yang berubah-ubah dan terkadang saling bertentangan mengenai keterlibatannya bersama Israel dalam melancarkan perang tersebut.

Ia juga berkali-kali mengeluarkan pernyataan yang berubah-ubah mengenai perkiraan perang itu akan berakhir, sehingga menimbulkan kebingungan di pasar global.

Baca juga: Merasa Tak Berkepentingan Debat dengan Trump, Paus Leo XIV Pilih Tetap Serukan Pesan Perdamaian

Tag:  #trump #sebut #gencatan #senjata #iran #diperpanjang #atas #permintaan #pakistan

KOMENTAR