Tarif Terusan Panama Melonjak Jadi Rp 68 Miliar Usai Selat Hormuz Ditutup
ilustrasi Terusan Panama.(canva.com)
10:36
22 April 2026

Tarif Terusan Panama Melonjak Jadi Rp 68 Miliar Usai Selat Hormuz Ditutup

- Krisis Selat Hormuz dilaporkan telah memicu lonjakan permintaan melintas dan biaya operasional di Terusan Panama. 

Dalam laporan terbaru, sebuah kapal pengangkut gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) bahkan rela membayar 4 juta dollar AS (sekitar Rp 68 miliar) dalam sebuah lelang hanya untuk memotong antrean.

Langkah ekstrem ini diambil guna menghindari waktu tunggu normal yang kini mencapai lima hari, sebagaimana dilansir AFP, Selasa (21/4/2026).

Baca juga: Selat Hormuz Masih Panas, 30 Negara Berkumpul di London Susun Rencana Militer Besar

Sistem di Terusan Panama mengharuskan kapal untuk melakukan pemesanan melintas jauh-jauh hari. 

Kapal yang tidak melakukan pemesanan sebelumnya harus mengantre rata-rata selama lima hari, kecuali jika mereka memenangi lelang untuk slot transit menit terakhir.

Lonjakan harga pada sesi lelang ini sangat signifikan. 

Jika rata-rata harga lelang antara Oktober hingga Februari hanya berada di angka 130.000 dollar AS (Rp 2,2 miliar), angka tersebut melonjak drastis menjadi 385.000 dollar AS (Rp 6,6 miliar) pada Maret dan April. 

Otoritas Terusan Panama melaporkan, lonjakan pembayaran lelang ini terjadi sejak serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran dimulai pada 28 Februari 2026. 

Peristiwa tersebut menyebabkan blokade di Selat Hormuz, jalur krusial yang melayani seperlima ekspor minyak dan gas alam dunia dari negara-negara Teluk.

Baca juga: Jalur Laut Mesir-Italia Jadi Alternatif Selat Hormuz, Diklaim Efisien dan Hemat

Pergeseran rute perdagangan global

Kondisi geopolitik ini memaksa kilang-kilang di Asia untuk mengubah strategi pemenuhan kebutuhan bahan bakar mereka. 

Mereka kini beralih membeli minyak dan gas dari AS yang dikirim melalui Terusan Panama.

Berdasarkan data resmi, jumlah rata-rata kapal yang melintasi terusan tersebut tetap menunjukkan angka yang kuat. 

Pada Januari 2026, tercatat rata-rata 34 kapal per hari, yang kemudian meningkat menjadi 37 kapal pada Maret, dengan beberapa hari tertentu mencapai lebih dari 40 transit.

"Peningkatan ini mencerminkan perubahan pola perdagangan global dan kondisi pasar, termasuk faktor geopolitik yang memengaruhi rute-rute utama," ujar Otoritas Terusan Panama dalam pernyataan resminya kepada AFP, Selasa.

Baca juga: AS Klaim Usir 27 Kapal sejak Blokade Selat Hormuz Dimulai

Terusan Panama memegang peranan vital dengan melayani lima persen perdagangan maritim global. 

AS dan China tercatat sebagai pengguna utama jalur ini.

Pasalnya, Terusan Panama menghubungkan Pantai Timur AS dengan negara-negara seperti China, Korea Selatan, dan Jepang.

Pada paruh pertama tahun fiskal 2026 (periode Oktober hingga September), jalur air Panama ini mencatat perlintasan sebanyak 6.288 kapal.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebesar 3,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Baca juga: Iran Diduga Salah Tembak Saat Serang 2 Kapal India di Selat Hormuz

Tag:  #tarif #terusan #panama #melonjak #jadi #miliar #usai #selat #hormuz #ditutup

KOMENTAR