AS Klaim Usir 27 Kapal sejak Blokade Selat Hormuz Dimulai
Tangkapan layar dari video yang disiarkan oleh Kementerian Pertahanan AS mengenai strategi kapal perang Washington dalam memblokade Selat Hormuz.(YOUTUBE/DEPARTMENT OF WAR)
16:18
21 April 2026

AS Klaim Usir 27 Kapal sejak Blokade Selat Hormuz Dimulai

- Komando Pusat militer Amerika Serikat (Centcom) mengeklaim pasukannya telah memukul mundur sedikitnya 27 kapal yang mencoba mengakses pelabuhan Iran sejak blokade berlaku sepekan lalu.

Dikutip dari New York Times, Senin (20/4/2026) seorang pejabat militer AS mengungkapkan, tim Marinir saat ini tengah melakukan penggeledahan intensif terhadap ribuan kontainer di atas kapal Touska.

Kapal kargo tersebut sebelumnya dilumpuhkan dan disita oleh Angkatan Laut AS di Teluk Oman pada Minggu (19/4/2026) karena nekat menerobos blokade. 

Insiden ini tercatat sebagai upaya pertama sebuah kapal kargo yang mencoba menghindari barikade laut yang dipasang AS terhadap lalu lintas pelabuhan Iran.

Baca juga: Iran Diduga Salah Tembak Saat Serang 2 Kapal India di Selat Hormuz

Nasib kapal Touska

Pihak berwenang AS masih mengkaji langkah selanjutnya setelah proses penggeledahan rampung. 

Beberapa opsi yang muncul antara lain menarik kapal tersebut ke Oman atau tetap mengizinkannya berlayar ke pelabuhan Iran jika memungkinkan. 

Sementara itu, awak kapal dilaporkan akan segera dipulangkan ke Iran.

“Pesan yang beredar adalah sebagian besar kapal tidak ingin berlayar ke sana,” ujar Kevin Donegan, pensiunan wakil laksamana dan mantan komandan Angkatan Laut tertinggi di Timur Tengah, Senin.

Baca juga: Ketika AS Mau Hasil Instan, Iran Inginkan Permainan Jangka Panjang

Detik-detik pelumpuhan kapal Touska

Kapten kapal Touska telah mengabaikan beberapa peringatan radio dari AS untuk berhenti.

Kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance, salah satu dari lebih dari selusin kapal perang Angkatan Laut yang menegakkan blokade AS, memerintahkan awak kapal untuk mengevakuasi ruang mesinnya. 

Dalam sebuah pernyataan, Centcom menuturkan, USS Spruance kemudian menembakkan beberapa peluru dari meriam Mk-45-nya ke sistem propulsi kapal saat berlayar menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran.

Baca juga: Irak Disebut Diam-diam Terlibat Perang Iran, Serang Arab Saudi

Meriam dek Mk-45, yang terletak di haluan Spruance, dapat menembakkan 16 hingga 20 peluru per menit.

Proyektil berdiameter 5 inci yang ditembakkan memiliki berat sekitar 31 kilogram masing-masing dan mengandung daya ledak setara dengan sekitar 4,5 kilogram TNT.

Seorang juru bicara militer Iran mengulangi ancaman pada Senin untuk mengambil tindakan yang diperlukan terhadap militer AS sebagai tanggapan atas penyitaan kapal tersebut. 

Iran telah menunggu untuk mengambil tindakan sejauh ini guna melindungi awak kapal dan beberapa anggota keluarga mereka.

Baca juga: Xi Jinping Mulai Bicara soal Selat Hormuz, Minta Blokade Harus Dibuka

Iran disebut membalas, tapi dibantah AS

Helikopter militer Oman NH90 saat berpatroli di Selat Hormuz, dalam foto yang dipotret dari Semenanjung Musandam, Oman, 25 Juni 2025.AFP/GIUSEPPE CACACE Helikopter militer Oman NH90 saat berpatroli di Selat Hormuz, dalam foto yang dipotret dari Semenanjung Musandam, Oman, 25 Juni 2025.

Akun-akun media sosial di Iran mengatakan, Teheran telah melancarkan serangan drone balasan terhadap kapal-kapal Angkatan Laut AS di wilayah tersebut, sebuah serangan yang diklaim tidak pernah terjadi menurut Pentagon pada Senin.

Touska adalah salah satu dari beberapa kapal yang telah dipantau oleh analis intelijen AS dalam beberapa hari terakhir, baik di dalam maupun di luar batas blokade, kata pejabat militer AS tersebut.

“Kami mengawasi setiap orang dari mereka,” kata Laksamana Brad Cooper, kepala Komando Pusat, kepada wartawan pada Jumat (17/4/2026).

Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine mengatakan, komandan militer AS di tempat lain di dunia, khususnya di kawasan Indo-Pasifik, akan secara aktif mengejar kapal berbendera Iran atau kapal apa pun yang mencoba memberikan dukungan material kepada Iran.

Tag:  #klaim #usir #kapal #sejak #blokade #selat #hormuz #dimulai

KOMENTAR