Taktik Iran Buka-Tutup Selat Hormuz, Apa Tujuannya?
Kapal-kapal kargo dan tanker yang berlayar di Selat Hormuz, saat difoto dari kota pesisir Fujairah, Uni Emirat Arab, 25 Februari 2026.(AFP/GIUSEPPE CACACE)
16:00
19 April 2026

Taktik Iran Buka-Tutup Selat Hormuz, Apa Tujuannya?

- Penutupan kembali Selat Hormuz beberapa jam setelah dibuka menjadi taktik Iran untuk mendapatkan pengaruh atas Amerika Serikat (AS) sebelum kemungkinan negosiasi, kata para pengamat.

Teheran disebut sedang mencari ruang untuk bermanuver dalam isu-isu yang lebih besar menjelang batas waktu gencatan senjata pada Rabu (22/4/2026).

Zhang Chuchu, wakil direktur Pusat Studi Timur Tengah di Universitas Fudan, mengatakan, dengan membuka kembali Selat Hormuz pada Jumat (17/4/2026), Iran mengalihkan beban timbal balik kepada AS.

Ketika tekanan angkatan laut AS terus berlanjut, Teheran mendapatkan "dalih" untuk menutup jalur air itu lagi.

Baca juga: Dalam 24 Jam Iran Buka dan Tutup Lagi Selat Hormuz, Apa Sebabnya?


“Pada dasarnya ini adalah proses tawar-menawar geopolitik dengan Washington. Sebelum pembicaraan dimulai, kedua pihak menunjukkan kekuatan untuk membuktikan bahwa mereka tidak akan menjadi yang pertama menyerah atau menerima kompromi yang lemah,” kata Zhang dilansir SCMP, Sabtu (18/4/2026).

Dia juga menambahkan, Selat Hormuz tetap menjadi kartu tawar-menawar terkuat Iran.

Sejalan dengan itu, direktur Institut Penelitian China-Arab Universitas Ningxia, Niu Xinchun, menyebut blokade AS seolah membenarkan penutupan kembali Selat Hormuz.

“(Menteri Luar Negeri Iran Abbas) Araghchi baru-baru ini mengambil langkah membuka kembali selat tersebut setelah perjanjian gencatan senjata (10 hari) Israel dan Lebanon… Logika Iran saat ini, karena Washington menerapkan blokade angkatan laut, syarat-syarat asli 8 April tidak lagi berlaku, sehingga membenarkan penutupan kembali Selat Hormuz,” jelas Niu.

Baca juga: Rekaman Audio Awak Kapal India saat Ditembak Iran di Selat Hormuz, Mohon Putar Balik

Kedua pengamat tersebut putaran kedua pembicaraan antara Teheran dan Washington masih mungkin terjadi.

“Bagi AS, memulai kembali konflik akan menelan biaya yang cukup tinggi. Sedangkan bagi Iran, mereka tidak ingin disalahkan karena menyabotase negosiasi,” kata Zhang.

Sementara Niu mengatakan, tujuan utama Trump adalah membuka kembali Selat Hormuz dan menyelesaikan masalah nuklir, yang mana di kedua bidang tersebut Iran masih memiliki ruang untuk berkompromi.

Baca juga: Armada Nyamuk Iran, Kapal Lincah yang Jadi Ancaman Serius di Selat Hormuz

Konflik di Selat Hormuz

Personel Angkatan Laut Amerika Serikat saat berjaga di kapal USS Monterey (CG 61) yang sedang transit di Selat Hormuz pada 3 Juni 2021.US NAVY/CHELSEA PALMER via AFP Personel Angkatan Laut Amerika Serikat saat berjaga di kapal USS Monterey (CG 61) yang sedang transit di Selat Hormuz pada 3 Juni 2021.

Konfrontasi di Selat Hormuz dimulai setelah kegagalan pembicaraan antara AS dan Iran di Pakistan akhir pekan lalu.

Militer AS kemudian menerapkan blokade lalu lintas maritim menuju dan dari pelabuhan Iran pada Senin (13/4/2026).

Pada Jumat (17/4/2026), Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata selama 10 hari. Di hari yang sama Iran mengumumkan membuka Selat Hormuz menyusul kesepakatan itu.

Baca juga: Drama Buka-Tutup Selat Hormuz, Sinyal Keretakan di Tubuh Iran?

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, Selat Hormuz terbuka untuk semua kapal komersial selama periode gencatan senjata tersebut.

Langkah yang dipuji oleh Presiden AS Donald Trump sambil menekankan, blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran di sepanjang selat tersebut tetap berlanjut.

Kemudian, pada Sabtu (18/4/2026) Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa selat tersebut akan ditutup jika blokade AS berlanjut.

Tag:  #taktik #iran #buka #tutup #selat #hormuz #tujuannya

KOMENTAR