Trump Larang Keras Israel Bom Lebanon: Sudah Cukup!
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Israel untuk segera menghentikan serangan udara di Lebanon.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump usai Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata.
Trump menegaskan bahwa AS kini melarang sekutu dekatnya tersebut untuk melakukan pengeboman lebih lanjut.
Baca juga: Hubungan Jerman-Israel Memanas, Kanselir Friedrich Merz Diserang Menterinya Netanyahu
"Israel tidak akan lagi mengebom Lebanon. Mereka dilarang melakukannya oleh AS. Sudah cukup!" tulis Trump dalam sebuah unggahan di media sosial, Jumat (17/4/2026).
Pernyataan ini menandai nada bicara yang luar biasa keras dari Trump terhadap Israel, sebagaimana dilansir Reuters.
Meski demikian, Trump menekankan bahwa kesepakatan apa pun yang tengah dirundingkan AS dengan Iran tidak terkait dengan konflik di Lebanon.
Baca juga: Iran Resmi Buka Selat Hormuz Usai Gencatan Senjata Israel-Lebanon
Respons Israel
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak segera memberikan tanggapan atas pernyataan terbaru Trump.
Namun, dalam pernyataan sebelumnya, Netanyahu menegaskan bahwa pasukan Israel tetap ditempatkan di Lebanon selatan untuk mengantisipasi ancaman.
"Ada hal-hal yang kami rencanakan terkait ancaman roket dan drone yang tersisa, yang tidak akan saya rincikan di sini," ujar Netanyahu.
Saat ini, gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang didukung AS telah berlaku sejak Kamis (16/4/2026) pukul 21.00 GMT.
Baca juga: Kota di Israel Diserbu Ribuan Lebah, Otoritas Keluarkan Peringatan
Langkah ini menghentikan pertempuran sengit yang meletus sejak 2 Maret lalu, menyusul serangan Hizbullah ke Israel utara sebagai bentuk dukungan terhadap Iran.
Otoritas Lebanon mencatat konflik tersebut telah menewaskan sedikitnya 2.000 orang.
Kesepakatan gencatan senjata ini tidak mengharuskan Israel menarik diri dari Lebanon selatan.
Pejabat pertahanan Israel menyatakan bahwa pasukan mereka tetap mempertahankan posisi di dalam wilayah Lebanon sebagai "zona penyangga" untuk mencegah serangan Hizbullah.
Baca juga: Mulai Berlaku, Israel-Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari