Taktik Kapal Iran Kelabui Blokade AS di Selat Hormuz, Tipu Data Navigasi
Kapal-kapal melintasi Selat Hormuz pada 24 Juni 2025, saat difoto dari pesisir Khasab, Semenanjung Musandam, Oman.(AFP/GIUSEPPE CACACE)
15:12
17 April 2026

Taktik Kapal Iran Kelabui Blokade AS di Selat Hormuz, Tipu Data Navigasi

Kapal-kapal yang terkait Iran diduga menggunakan taktik ship spoofing atau manipulasi data navigasi untuk mencoba menembus blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz. 

Dengan menerapkan metode tersebut sejumlah kapal dilaporkan berhasil melintas, meski banyak lainnya dipaksa berbalik. 

Para analis menilai praktik ini menjadi bagian dari strategi Iran untuk tetap menjaga arus perdagangan di tengah tekanan.

Baca juga: Minyak Iran Diam-diam Mengalir ke China lewat Perairan Asia Tenggara

Apa Itu ship spoofing?

Menurut para ahli maritim, seperti dilansir ABC News, Kamis (16/4/2026), metode ship spoofing memungkinkan kapal menyamarkan identitas dan pergerakannya dari sistem pemantauan. 

Ship spoofing dilakukan dengan mengirimkan informasi palsu melalui sistem Automatic Identification System (AIS), yang seharusnya menampilkan data seperti nama kapal, nomor identifikasi, kecepatan, arah, dan jalur pelayaran.

Clayton Seigle, peneliti senior di program Energy Security and Climate Change di Center for Strategic and International Studies, menjelaskan bahwa manipulasi sistem pelacakan ini dapat menyamarkan asal, tujuan, hingga muatan kapal.

“Sebuah kapal akan terlihat memuat di Arab Saudi, padahal sebenarnya memuat di Iran,” ujarnya.

Kapal dipaksa berbalik di tengah blokade

Meski demikian, US Central Command (CENTCOM) menyatakan bahwa dalam dua hari sejak blokade diberlakukan, sejumlah kapal telah dipaksa berbalik di Selat Hormuz.

“Kemarin, sebuah kapal kargo berbendera Iran mencoba menghindari blokade AS setelah meninggalkan Bandar Abbas, keluar dari Selat Hormuz, dan melintas di sepanjang garis pantai Iran. Kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance (DDG 111) berhasil mengarahkan kembali kapal tersebut, yang kini menuju kembali ke Iran," kata CENTCOM.

“Sepuluh kapal kini telah dipaksa berbalik dan NOL kapal yang berhasil menembus sejak dimulainya blokade AS pada Senin," tambahnya.

Indikasi kapal berhasil melintas

Walaupun blokade diklaim ketat, sejumlah analis pelayaran menemukan indikasi adanya kapal yang berhasil melintasi selat.

Analis dari perusahaan pelacakan pelayaran Windward, Michelle Wiese Bockmann, mengatakan tanker minyak yang dikenai sanksi, Alicia, terdeteksi melintasi Selat Hormuz dari Teluk Oman menuju Teluk Persia.

Ia menyebut kapal tersebut menggunakan identitas palsu, namun tidak membawa muatan. Selain itu, setidaknya tiga tanker lain yang disanksi AS juga dilaporkan berhasil melintasi selat, menurut data MarineTraffic.

Baca juga: Iran Tantang Trump Lakukan Invasi Darat, Ejek AS Tak Berani Seberangi Selat Hormuz

Blokade oleh militer AS

Ilustrasi Selat Hormuz.Wikimedia Commons/Earth Science and Remote Sensing Unit, NASA Johnson Space Center Ilustrasi Selat Hormuz.

Amerika Serikat mengerahkan berbagai kemampuan militer untuk menegakkan blokade, mulai dari kapal perang, drone pengintai, hingga pesawat intelijen dan pengawasan.

Pejabat AS menyebut Angkatan Laut juga siap melakukan pencegatan dan pemeriksaan langsung terhadap kapal. 

Dalam rekaman yang dirilis CENTCOM, kapal-kapal diperingatkan untuk mematuhi perintah.

“Jika Anda tidak mematuhi blokade ini, kami akan menggunakan kekuatan. Seluruh Angkatan Laut Amerika Serikat siap memaksa kepatuhan,” demikian peringatan tersebut.

Menurut Mark Nevitt, mantan perwira hukum Angkatan Laut AS dan profesor di Emory University, operasi pemeriksaan kemungkinan menggunakan kapal kecil yang lincah serta helikopter untuk mencegat kapal dengan cepat.

Ia menambahkan, kapal yang menolak diperiksa dapat menghadapi tembakan peringatan atau tembakan yang melumpuhkan sistem penting seperti mesin atau navigasi.

“Ini bukan tindakan penegakan hukum, ini adalah tindakan masa perang,” katanya.

Iran punya cara lain hindari tekanan

Ahli keamanan maritim Ian Ralby menilai Iran memiliki berbagai cara untuk menghindari dampak blokade.

“Iran memiliki tingkat ketahanan yang luar biasa. Mereka telah berada di bawah tekanan maksimum selama bertahun-tahun dan sangat sulit ditekan karena posisi lama mereka dalam menemukan cara alternatif untuk tetap berfungsi," ujarnya.

Ia menambahkan, hubungan Iran dengan negara lain, termasuk melalui keanggotaan di BRICS, memberi ruang bagi Teheran untuk tetap berdagang.

“Itu berarti mereka memiliki teman dan sekutu yang bisa berdagang dan mendukung upaya ekonomi mereka untuk bertahan,” katanya.

Ralby juga menyoroti jalur alternatif seperti Pakistan dan Laut Kaspia yang menghubungkan Iran dengan Rusia.

“Jadi, ada cara lain untuk memasok makanan, obat-obatan, dan barang lain bagi 93 juta penduduk Iran. Juga ada cara lain untuk menyalurkan minyak dan gas serta aktivitas ekonomi lainnya keluar. Karena itu, kecil kemungkinan tekanan ini akan mendorong mereka ke titik menyerah, yang tampaknya menjadi tujuan AS sejak awal,” ujarnya.

Baca juga: Mossad Bocorkan Operasi Israel: Terus Berupaya Gulingkan Pemerintah Iran

Tag:  #taktik #kapal #iran #kelabui #blokade #selat #hormuz #tipu #data #navigasi

KOMENTAR