Australia Bakal Perbanyak Drone Murah, Pelajari Taktik Perang Baru
Sebuah drone tempur terparkir di Pangkalan Udara Bagram, Afghanistan, pada 2009.(Thinkstock)
14:00
14 April 2026

Australia Bakal Perbanyak Drone Murah, Pelajari Taktik Perang Baru

Australia berencana meningkatkan belanja militer untuk drone seiring perubahan cara berperang yang terlihat dalam konflik modern.

Menteri Pertahanan Richard Marles mengatakan, penggunaan drone murah dalam jumlah besar di Timur Tengah dan Ukraina menjadi pelajaran penting bagi strategi pertahanan negaranya.

Canberra kini tak hanya fokus pada sistem canggih seperti pesawat tempur dan kapal selam otonom, tetapi juga memperkuat kemampuan drone kecil dan sistem penangkalnya.

Baca juga: Stok BBM Tinggal 38 Hari, Australia Cari Pasokan ke Malaysia-Brunei

Belajar dari perang modern

Drone Shahed-136 milik Iran. Drone Shahed. Spesifikasi drone Shahed.Wikimedia Commons Drone Shahed-136 milik Iran. Drone Shahed. Spesifikasi drone Shahed.

Menurut Menteri Pertahanan Richard Marles, konflik yang terjadi di Timur Tengah dan Ukraina menunjukkan bagaimana drone murah yang diproduksi massal mampu menunjukkan peran besarnya dalam konflik modern.

“Ketika kita melihat apa yang terjadi di Timur Tengah saat ini — Anda juga membutuhkan teknologi penangkal drone,” ujarnya dalam wawancara radio ABC pada Selasa (14/4/2026), seperti dikutip AFP.

Ia menambahkan bahwa di level drone berukuran kecil, keunggulan utamanya adalah jumlah.

“Yang Anda dapatkan di level kecil adalah massa — banyak unit — dan itulah yang kita lihat terjadi di Ukraina,” kata Marles.

Investasi besar untuk sistem otonom

Australia berencana menggelontorkan dana antara 12 hingga 15 miliar dollar Australia dalam satu dekade ke depan untuk mengembangkan kemampuan sistem otonom, termasuk drone.

“Jelas bahwa sistem otonom sekarang benar-benar menjadi pusat dari bagaimana persaingan terjadi, bagaimana perang terjadi,” ujar Marles.

Langkah ini menandai pergeseran besar dalam strategi militer Australia, yang kini semakin mengandalkan teknologi tanpa awak untuk meningkatkan efektivitas pertahanan.

Baca juga: Nelayan Lombok Temukan Drone Bawah Laut China, Australia Pantau Ketat

Kombinasi drone canggih dan murah

Selama ini, Australia telah mengembangkan sistem canggih seperti drone tempur Boeing Ghost Bat dan kapal selam otonom Ghost Shark.

Namun, pengalaman dari medan perang modern mendorong Canberra untuk melengkapi kekuatan tersebut dengan drone kecil yang lebih murah dan bisa diproduksi dalam jumlah besar.

Pendekatan ini memungkinkan Australia memiliki spektrum kemampuan yang lebih luas, dari teknologi tinggi hingga sistem sederhana namun efektif.

Ancaman kawasan

Sebagai negara dengan wilayah luas dan garis pantai panjang, Australia membutuhkan sistem pertahanan yang mampu menjangkau area besar dengan sumber daya manusia terbatas. Drone menjadi solusi untuk pengawasan dan respons cepat di berbagai titik strategis.

Selain itu, Australia juga meningkatkan fokus pertahanannya di wilayah utara di tengah kekhawatiran terhadap peningkatan kekuatan militer China. Dalam beberapa tahun terakhir, Canberra juga memperkuat kemampuan serangan rudal dan pencegahan terhadap potensi ancaman dari kawasan Indo-Pasifik.

Langkah ini juga sejalan dengan kemitraan pertahanan AUKUS bersama Amerika Serikat dan Inggris, yang mencakup transfer teknologi kapal selam bertenaga nuklir dalam dekade mendatang.

Baca juga: Dilaporkan Hilang di Australia, WNI Ditemukan Tewas

Tag:  #australia #bakal #perbanyak #drone #murah #pelajari #taktik #perang #baru

KOMENTAR