Iran Ogah Temui Utusan AS di Pakistan sampai Lebanon Berhenti Dibom
Ilustrasi perundingan AS dan Iran di Pakistan.(Chat GPT)
14:12
10 April 2026

Iran Ogah Temui Utusan AS di Pakistan sampai Lebanon Berhenti Dibom

– Iran menyatakan tidak akan mengirimkan delegasi ke Islamabad, Pakistan, sebelum gencatan senjata di Lebanon ditetapkan. 

Untuk diketahui, sebagai bagian dari gencatan senjata selama dua pekan, Amerika Serikat (AS) dan Iran sedianya melakukan pembicaraan damai di Islamabad dengan Pakistan sebagai mediatornya.

Langkah tersebut diambil Iran sebagai bentuk protes atas serangan Israel ke Lebanon yang terus berlanjut meski Iran dan AS menyepakati gencatan senjata.

Baca juga: AS-Iran Saling Tuduh Langgar Gencatan Senjata, Negosiasi Damai Terancam Gagal

Laporan mengenai Teheran yang belum mengirim delegasi ke Pakistan pertama kali disampaikan oleh kantor berita Iran, Fars News Agency, sebagaimana dilansir Anadolu Agency.

Media semi resmi yang terafiliasi dengan Garda Revolusi Iran (IRGC), Tasnim News Agency, juga membantah bahwa delegasi Iran telah tiba di Pakistan.

Fars turut membantah laporan sejumlah media AS yang menyebutkan bahwa delegasi Iran telah tiba di ibu kota Pakistan tersebut.

"Tim negosiasi Iran belum tiba di Islamabad dan tidak memiliki rencana untuk menghadiri pembicaraan damai dengan AS sampai Israel menghentikan pengeboman di Lebanon," tulis laporan Fars

Baca juga: AS-Iran: Gencatan Senjata nan Rapuh

Iran menekankan bahwa partisipasi mereka dalam dialog damai sangat bergantung pada situasi di lapangan, khususnya di garis depan Lebanon.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa pembicaraan apa pun yang bertujuan untuk mengakhiri konflik antara Iran, AS, dan Israel harus didasari pada komitmen nyata.

"Setiap pembicaraan yang bertujuan untuk mengakhiri perang antara Iran, AS, dan Israel akan bergantung pada kepatuhan Washington terhadap komitmen gencatan senjata di semua lini, terutama di Lebanon," ujar Baghaei.

Baca juga: Eks Menlu Iran Tutup Usia Usai Terluka Diserang AS

Eskalasi serangan di Lebanon

Ketegangan ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas serangan Israel ke Lebanon, meskipun upaya diplomatik terus berjalan. 

Sebelumnya, sempat muncul pengumuman mengenai gencatan senjata selama dua pekan yang ditengahi oleh Pakistan.

Namun, terdapat perbedaan persepsi mengenai cakupan gencatan senjata tersebut. 

Pakistan selaku mediator dan Iran menyatakan bahwa kesepakatan tersebut juga mencakup wilayah Lebanon. 

Baca juga: AS-Iran Memanas Lagi, Trump Tuding Teheran Rusak Gencatan Senjata

Sebaliknya, Washington dan Israel menyebut Lebanon tidak termasuk dalam gencatan senjata.

Data dari Pertahanan Sipil Lebanon menunjukkan dampak mematikan dari gelombang serangan besar-besaran Israel sejak Rabu (8/4/2026). 

Sedikitnya 303 orang dilaporkan tewas dan 1.150 lainnya luka-luka dalam kurun waktu singkat tersebut.

Secara akumulatif, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan Israel ke Lebanon sejak 2 Maret telah menewaskan 1.888 orang dan 6.092 orang lainnya mengalami luka-luka.

Baca juga: Jelang Negosiasi di Pakistan, Trump Yakin Iran Mau Penuhi Tuntutan AS

Tag:  #iran #ogah #temui #utusan #pakistan #sampai #lebanon #berhenti #dibom

KOMENTAR