Iran Mulai Tarik Biaya Tol Selat Hormuz Lewat Kripto dan Yuan
Perahu berlayar di perairan Selat Hormuz dari arah Khasab di Oman, Semenanjung Musandam, 25 Juni 2025.(AFP/GIUSEPPE CACACE)
21:36
9 April 2026

Iran Mulai Tarik Biaya Tol Selat Hormuz Lewat Kripto dan Yuan

- Pemerintah Iran dilaporkan mulai menerapkan kebijakan berupa mewajibkan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz untuk membayar "tarif tol" dalam bentuk aset kripto atau yuan China.

Langkah ini dinilai sebagai strategi Teheran untuk menghindari sanksi internasional dengan memanfaatkan sistem keuangan di luar jangkauan Amerika Serikat (AS).

Menurut laporan dari perusahaan riset kripto TRM, penggunaan aset digital ini akan menyulitkan pihak berwenang untuk memantau atau menghentikan arus pembayaran tersebut. 

Baca juga: Iran Kini Jadi Penjaga Gerbang Selat Hormuz, Bisa Dikte Harga Minyak

Hal ini dikarenakan transaksi kripto memiliki kecepatan tinggi dan bergerak di luar sistem perbankan konvensional AS, sebagaimana dilansir Wall Street Journal, Kamis (9/4/2026).

"Hal ini merepresentasikan penerapan kritis mata uang kripto untuk penghindaran sanksi di tingkat negara," tulis TRM dalam laporannya.

TRM, yang merupakan mitra lembaga penegak hukum AS, menambahkan bahwa karakteristik mata uang digital akan mempersulit pembekuan atau pencegatan pembayaran di Selat Hormuz secara real-time.

Berdasarkan informasi dari para mediator dan pialang kapal, biaya yang ditarik Iran untuk melintasi jalur perdagangan vital tersebut sangat besar. 

Baca juga: Waspada Ranjau Laut, Iran Umumkan Rute Alternatif di Selat Hormuz

Para operator pelayaran menyebutkan bahwa biaya untuk satu kapal tanker raksasa bisa mencapai 2 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 33 miliar.

Selain melalui aset kripto, Iran juga memanfaatkan infrastruktur keuangan China untuk memproses pembayaran ini. 

TRM menyebutkan bahwa Iran menerima pelunasan biaya tol melalui Bank of Kunlun dengan sistem transfer yang disalurkan lewat Cross-Border Interbank Payment System (CIPS).

Sistem CIPS milik China ini merupakan jalur alternatif bagi sistem pembayaran global SWIFT yang selama ini didominasi oleh pengaruh Barat.

Baca juga: Tak Tiru Malaysia, Singapura Enggan Negosiasi dengan Iran soal Selat Hormuz

Keterlibatan Bank of Kunlun dalam transaksi Iran bukanlah hal baru. 

Pada 2012, Pemerintah AS menjatuhkan sanksi kepada bank tersebut karena terbukti membantu bank-bank Iran memindahkan dana senilai jutaan dollar AS.

Pihak Bank of Kunlun sempat memberikan pembelaan pada saat itu dengan menyatakan bahwa sanksi AS telah melanggar prinsip-prinsip hubungan internasional. 

Hingga berita ini diturunkan, Bank of Kunlun belum memberikan respons terkait laporan terbaru dari TRM mengenai keterlibatan mereka dalam pembayaran tol Selat Hormuz tersebut.

Baca juga: Iran Umumkan Rute Alternatif di Selat Hormuz, Jaga-jaga Ada Ranjau Laut

Tag:  #iran #mulai #tarik #biaya #selat #hormuz #lewat #kripto #yuan

KOMENTAR