Baru Sehari Gencatan Senjata, Israel Langgar Kesepakatan
Perang Israel dengan Iran.(iStockphoto/Zeferli)
22:36
8 April 2026

Baru Sehari Gencatan Senjata, Israel Langgar Kesepakatan

Gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran diwarnai ketegangan setelah Israel dilaporkan melanggar perjanjian dengan melancarkan serangan, khususnya di Lebanon.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengangkat isu dugaan pelanggaran gencatan senjata tersebut dalam komunikasi dengan pimpinan militer Pakistan, Field Marshal Asim Munir pada Rabu (8/4/2026).

Media Iran dan Al Jazeera kemudian menyebut Teheran mempertimbangkan langkah serius jika serangan terus berlanjut. Kantor berita Tasnim bahkan menyatakan, “Iran akan menarik diri dari perjanjian jika Israel terus melanggar gencatan senjata dalam serangannya di Lebanon.”

Baca juga: Menhan AS Sebut Iran Memohon Gencatan Senjata, Klaim Teheran Takut Ancaman Trump

Tak hanya itu, Garda Revolusi Iran juga bersumpah akan membalas. Dalam pernyataan di Telegram, mereka menegaskan akan “menghukum Israel atas kekejaman yang telah dilakukannya di Lebanon dan pelanggaran terhadap kondisi gencatan senjata.”

Seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya menyebut cakupan gencatan senjata bersifat luas.

“Gencatan senjata mencakup kawasan, dan Israel dikenal melanggar janji dan hanya akan dicegah oleh peluru,” ujarnya.

Israel klaim Lebanon tak termasuk dalam kesepakatan

Kondisi bangunan yang hancur diserang Israel di Kota Tirus, Lebanon, Sabtu (4/4/2026). Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Rabu (8/4/2026) menyampaikan bahwa gencatan senjata Iran-Amerika Serikat juga mencakup di Lebanon, yang menjadi sasaran serangan Israel.AFP/KAWNAT HAJU Kondisi bangunan yang hancur diserang Israel di Kota Tirus, Lebanon, Sabtu (4/4/2026). Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif pada Rabu (8/4/2026) menyampaikan bahwa gencatan senjata Iran-Amerika Serikat juga mencakup di Lebanon, yang menjadi sasaran serangan Israel.

Di sisi lain, Israel membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa Lebanon tidak termasuk dalam cakupan kesepakatan gencatan senjata.

Militer Israel bahkan mengonfirmasi telah melancarkan “serangan terkoordinasi terbesar di seluruh Lebanon” pada hari yang sama.

Baca juga: Mojtaba Khamenei Turun Tangan, Jadi Kunci Gencatan Senjata AS-Iran

Pakistan desak semua pihak tahan diri

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif meminta semua pihak menghormati perjanjian gencatan senjata antara AS dan Iran.Instagram/govtofpakistan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif meminta semua pihak menghormati perjanjian gencatan senjata antara AS dan Iran.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengakui adanya laporan pelanggaran di sejumlah wilayah konflik.

“Pelanggaran gencatan senjata telah dilaporkan di beberapa tempat di zona konflik yang merusak semangat proses perdamaian,” tulis Sharif di X, seperti dikutip AFP.

Ia pun mendesak semua pihak untuk menahan diri. “Saya dengan sungguh-sungguh mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghormati gencatan senjata selama dua minggu, sebagaimana disepakati, agar diplomasi dapat mengambil peran utama menuju penyelesaian damai.”

Sharif juga menegaskan bahwa gencatan senjata seharusnya berlaku “di semua tempat”, termasuk Lebanon—berbeda dengan klaim Israel.

AS-Iran akan lanjutkan perundingan di Pakistan

Di tengah ketegangan tersebut, Pakistan tetap melanjutkan upaya diplomasi. Delegasi dari Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan tiba di Islamabad pada Jumat untuk menggelar pembicaraan lanjutan.

Sharif menyampaikan apresiasi kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump karena telah menerima usulan gencatan senjata dan bersedia berunding.

“Ini adalah gencatan senjata sementara. Namun Insya Allah, gencatan senjata sementara ini akan berubah menjadi perdamaian yang berkelanjutan, dan api perang akan padam secara permanen,” ujarnya.

Baca juga: Trump Ngamuk CNN Beritakan Klaim Iran Menang Perang, Desak Permintaan Maaf

Tag:  #baru #sehari #gencatan #senjata #israel #langgar #kesepakatan

KOMENTAR