Satu Lagi Perang Mereda, Pakistan-Afghanistan Sepakat Turunkan Eskalasi
Pakistan dan Afghanistan setuju menahan eskalasi konflik, menyusul kesepakatan gencatan Amerika Serikat dan Iran.
Kesepakatan antara Islamabad dan Kabul tercapai dalam pertemuan yang difasilitasi China di Urumqi, Xinjiang, selama 1 hingga 7 April.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, sebagaimana dilansir AFP, mengatakan, “Perwakilan dari China, Afghanistan, dan Pakistan mengadakan pertemuan informal selama sepekan di Urumqi.”
Baca juga: Misteri Pemecatan Kasad AS: 40 Tahun Loyal, Pengalaman di Irak-Afghanistan
Ia menambahkan, “Ketiga delegasi terlibat dalam diskusi yang terbuka dan pragmatis dalam suasana yang positif.”
Menurut Mao, kedua negara menyatakan komitmen untuk segera menyelesaikan perbedaan.
Mereka juga sepakat “tidak mengambil tindakan apa pun yang dapat meningkatkan atau memperumit situasi.”
Latar belakang konflik Pakistan-Afghanistan
Konflik antara Pakistan dan Afghanistan sebelumnya memanas akibat tuduhan Islamabad bahwa Kabul melindungi kelompok militan pelaku serangan lintas batas—klaim yang dibantah pemerintah Taliban.
Ketegangan memuncak pada akhir Februari ketika serangan udara Pakistan dibalas dengan ofensif darat Afghanistan, bahkan sempat disebut sebagai “perang terbuka”.
Puncak tragedi terjadi pada 16 Maret ketika serangan Pakistan menghantam sebuah rumah sakit di Kabul dan menewaskan ratusan warga sipil, memicu kecaman internasional.
Selain korban jiwa, konflik juga berdampak besar secara ekonomi. Perbatasan darat kedua negara hampir sepenuhnya ditutup selama pertempuran berlangsung.
Gencatan senjata AS-Iran
Warga Iran bereaksi setelah pengumuman gencatan senjata di Lapangan Enqelab, Teheran, Rabu (8/4/2026). Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat untuk gencatan senjata selama dua minggu, kurang dari satu jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump.
Sementara itu, kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran terjadi pada Selasa (7/4/2026), hanya beberapa jam sebelum batas waktu yang ditetapkan Presiden Donald Trump untuk melancarkan serangan besar-besaran ke Teheran.
Trump sebelumnya mengancam bahwa jika tidak ada kesepakatan, serangan terhadap fasilitas penting Iran akan dilakukan.
Baca juga: Pakistan-Afghanistan Gencatan Senjata 5 Hari Selama Idul Fitri
Ia bahkan menulis, “Sebuah peradaban akan mati malam ini, tidak akan pernah kembali lagi. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi kemungkinan besar akan terjadi.”
Namun, melalui mediasi Pakistan, kedua pihak akhirnya sepakat menghentikan serangan selama dua minggu.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif meminta jeda tersebut untuk “memberi kesempatan bagi diplomasi berjalan.”
Trump kemudian menyatakan bahwa ia setuju menunda serangan dengan syarat Iran membuka kembali jalur vital energi global.
“Dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara lengkap, segera, dan aman, saya setuju menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulisnya.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membenarkan kesepakatan tersebut. Ia mengatakan, “Untuk periode dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan dengan koordinasi bersama angkatan bersenjata Iran.”
Trump bahkan menyebut hari kesepakatan itu sebagai “hari besar bagi perdamaian dunia”, seraya mengeklaim Iran “sudah cukup” menghadapi konflik.
Kesepakatan ini juga mencakup pembukaan sementara Selat Hormuz, jalur strategis yang mengalirkan sekitar seperlima pasokan energi dunia.
Dampaknya langsung terasa di pasar global. Harga minyak turun, pasar saham menguat, dan dolar melemah seiring harapan pasokan energi kembali normal.
Meski begitu, sejumlah negara mengingatkan bahwa situasi masih rapuh. Jerman menilai kesepakatan ini “harus menjadi langkah awal menuju perdamaian jangka panjang”, sementara negara lain menekankan pentingnya dialog berkelanjutan untuk mengatasi akar konflik.
Bahkan setelah pengumuman gencatan senjata, serangan masih dilaporkan terjadi di beberapa titik.
Baca juga: Pakistan Diduga Hantam Pusat Rehabilitasi Narkoba di Afghanistan, 400 Orang Tewas
Tag: #satu #lagi #perang #mereda #pakistan #afghanistan #sepakat #turunkan #eskalasi