Di Balik Serangan AS ke Pulau Kharg Iran, Cara Buka Selat Hormuz?
Serangan AS ke Pulau Kharg meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak dunia di tengah konflik Timur Tengah.(PLANET LABS via AFP)
11:24
8 April 2026

Di Balik Serangan AS ke Pulau Kharg Iran, Cara Buka Selat Hormuz?

- Amerika Serikat (AS) kembali menyerang Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran, untuk kali kedua pada Selasa (7/4/2026) sebelum gencatan senjata diumumkan.

Pulau Kharg adalah aset ekonomi paling strategis Iran, yang mana merupakan titik keberangkatan untuk 90 persen ekspor minyak negara tersebut.

Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan itu saat tenggat waktu terbarunya untuk membuka kembali Selat Hormuz semakin dekat.

Sama seperti serangan sebelumnya pada Maret 2026, AS tidak menyasar fasilitas minyak dalam dan hanya menargetkan sasaran militer.

Baca juga: Jelang Tenggat Waktu Trump, AS-Israel Kembali Serang Pulau Kharg Iran


Dilansir Wall Street Journal, Selasa (7/4/2026), serangan tersebut menyebabkan harga minyak sempat melonjak, naik lebih dari 2 persen menjadi di atas 115 dollar AS (Rp 1,9 juta) per barrel untuk minyak mentah West Texas Intermediate.

Jika infrastruktur minyak Kharg rusak dalam serangan di masa mendatang, hal itu dapat memaksa Iran untuk mengurangi produksi di ladang minyaknya.

Ini berpotensi mengurangi produksi sebesar 1 juta barrel lagi dari pasar global. Semakin berkurang dari pengurangan yang telah diterapkan oleh Irak, Kuwait, dan Bahrain.

Baca juga: Diserang AS-Israel, Ekspor Minyak Iran dari Pulau Kharg Makin Meningkat

Alasan Trump menyerang Pulau Kharg dan dampaknya

Pulau Kharg merupakan jantung industri minyak Iran, tempat penyimpanan dan pemuatan sebagian besar ekspor minyak mentahnya.

Trump menganggap, dengan menargetkan Kharg akan memaksa Iran untuk melonggarkan cengkeramannya di wilayah tersebut.

Serangan itu juga menjadi peringatan menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Trump kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz.

Baca juga: Anggota Kongres AS Kecam Trump, Minta Dicopot dari Kursi Presiden

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan bahwa serangan tersebut tidak menargetkan fasilitas minyak dan juga tidak mewakili perubahan strategi AS.

“Kami berencana menyerang beberapa target militer di Pulau Kharg, dan saya yakin kami telah melakukannya,” kata Vance dikutip dari Al Jazeera, Selasa (7/4/2026).

“Kami tidak akan mencapai target energi dan infrastruktur sampai Iran mengajukan proposal yang dapat kami dukung atau tidak mengajukan proposal sama sekali,” tambahnya.

Baca juga: Ultimatum Trump ke Iran: Seluruh Peradaban Akan Mati Malam Ini

Seberapa penting Pulau Kharg bagi industri minyak Iran?

Pulau Kharg memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi Teheran karena menjadi titik keberangkatan bagi sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran. WIKIMEDIA COMMONS Pulau Kharg memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi Teheran karena menjadi titik keberangkatan bagi sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran.

Iran mengekspor setengah dari sekitar 3,5 juta barrel produksi minyak mentahnya, dan 90 persen dari ekspor tersebut berasal dari Pulau Kharg.

Pulau Kharg adalah pusat utama jalur pipa yang mengangkut minyak mentah dari daerah produksi terpenting Iran, seperti Ahvaz, Marun, dan Gachsaran.

Beberapa hari sebelum perang, Iran meningkatkan ekspor dari Pulau Kharg hingga mendekati rekor tertinggi, dengan memuat lebih dari 2 juta barrel per hari.

Baca juga: Iran Pasang Pertahanan Berlapis di Pulau Kharg, Bersiap Hadapi Serangan AS

Saat ini, sekitar 18 juta barrel minyak mentah disimpan di pulau tersebut, setara dengan ekspor Iran selama 10 hingga 12 hari. Total kapasitas penyimpanannya sekitar 30 juta barrel.

“Jika Pulau Kharg dinonaktifkan, hilangnya cadangan penyimpanan dan kelangkaan alternatif ekspor yang layak akan dengan cepat memicu penghentian produksi di hulu di seluruh ladang minyak utama di wilayah barat daya,” kata Natasha Kaneva, seorang analis di JPMorgan.

Tag:  #balik #serangan #pulau #kharg #iran #cara #buka #selat #hormuz

KOMENTAR