Trump Akui Kirim Senjata Saat Demo Iran, tapi Disabotase Kurdi
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim pernah berupaya mempersenjatai demonstran Iran melalui perantara milisi Kurdi saat gelombang protes besar melanda negara tersebut.
Ia menyebut pengiriman senjata itu ditujukan untuk membantu warga menghadapi tindakan keras aparat pemerintah.
Namun, senjata yang dikirim disebut tidak pernah sampai ke tangan para demonstran. Trump menduga pihak Kurdi justru menahan atau mengambil alih senjata tersebut.
Baca juga: Trump Cuci Tangan: Dunia Dipaksa Membayar Tagihannya
Trump akui kirim senjata ke demonstran
Para pemilik toko dan pedagang melakukan protes di terhadap kondisi ekonomi dan mata uang Iran di Teheran pada Senin (29/12/2025). Beberapa pemilik toko di Teheran menutup toko mereka sebagai protes terhadap kesulitan ekonomi dan anjloknya nilai uang Iran.
Dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu (5/4/2026), Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat telah mengirimkan “banyak senjata” kepada para demonstran di Iran melalui jalur Kurdi.
“Kami mengirim senjata ke para demonstran, sangat banyak. Dan saya pikir Kurdi mengambil senjata itu,” kata Trump, dikutip dari The Telegraph.
Sebelumnya, pada Januari, Trump juga sempat menyatakan bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan” dan Amerika Serikat “siap sepenuhnya” untuk membantu rakyat Iran yang melakukan protes terhadap rezim.
Klaim tersebut kemudian dikaitkan dengan pengakuan terbaru Trump soal mempersenjatai para demonstran.
Demo Iran
Pedemo Iran anti-pemerintah membakar kendaraan dalam aksi unjuk rasa di Teheran, Iran, 9 Januari 2026.
Gelombang demonstrasi di Iran terjadi sejak akhir Desember 2025 hingga awal tahun dan menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir.
Warga turun ke jalan untuk menyuarakan kemarahan terhadap inflasi yang melonjak, korupsi, serta anjloknya nilai mata uang nasional.
Aksi protes menyebar ke lebih dari 100 kota dan wilayah di seluruh Iran. Para demonstran bahkan secara terbuka menyerukan berakhirnya pemerintahan ulama di bawah pemimpin tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Sejumlah saksi mata menggambarkan kekerasan yang dilakukan aparat keamanan, termasuk penembakan jarak dekat dan pemukulan brutal terhadap demonstran, termasuk anak-anak.
Baca juga: Trump Klaim AS Berhasil Temukan Pilot Pesawat Tempur F-15E, Begini Kondisi dan Misi Penyelamatannya
Dugaan peran Kurdi dan rencana AS
Dalam laporan terpisah, sempat muncul rumor di awal perang bahwa Central Intelligence Agency (CIA) berencana untuk mempersenjatai pasukan Kurdi guna memicu pemberontakan rakyat terhadap pemerintah Iran.
Pejabat AS pada awal Maret menyebut Trump mempertimbangkan untuk mendukung milisi bersenjata setelah melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Kurdi yang berbasis di Irak, dekat perbatasan Iran.
Kontak tersebut dilaporkan difasilitasi oleh Israel, yang selama beberapa dekade menjalin hubungan dengan kelompok Kurdi di Suriah, Irak, dan Iran.
Meski demikian, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan, pembicaraan tersebut hanya berkaitan dengan pangkalan AS di Irak utara dan tidak ada kesepakatan terkait rencana tersebut.
Pemberontakan yang tak terjadi
Meski Trump berharap terjadi pemberontakan besar, hal itu tidak terwujud.
Jalanan Iran memang dipenuhi massa, tetapi mereka tidak menggulingkan pemerintahan seperti yang diperkirakan.
Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah para demonstran tidak pernah menerima senjata yang disebut telah dikirim oleh Amerika Serikat.
Laporan menyebut hingga 30.000 warga sipil kemungkinan tewas akibat tindakan keras aparat pemerintah selama gelombang protes tersebut.
Ancaman baru Trump
Di tengah konflik yang terus meningkat, Trump juga melontarkan ancaman keras terhadap Iran, khususnya terkait penutupan jalur tanker di Selat Hormuz yang memicu kenaikan harga minyak global.
Ia memperingatkan bahwa jika Iran tidak membuka jalur tersebut, Amerika Serikat akan menyerang infrastruktur energi negara itu.
“Jika mereka tidak membuat kesepakatan dengan cepat, saya akan menghancurkan segalanya dan mengambil alih minyaknya,” kata Trump.
Dalam pernyataan lain, ia juga mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika tidak ada kesepakatan dalam waktu dekat.
Ancaman ini datang di tengah perang yang berkecamuk selama lebih dari satu bulan terakhir sejak AS dan Israel melancarkan operasi militer gabungan ke Iran pada akhir Februari 2026, yang kemudian memicu aksi balasan oleh Teheran.
Baca juga: Beda dari Klaim Awal, Trump Sebut Kru F-15 Jatuh di Iran Luka Parah
Tag: #trump #akui #kirim #senjata #saat #demo #iran #tapi #disabotase #kurdi