Mantan Pilot Jet Tempur AS Ungkap Cara Bertahan Hidup Usai Pesawat Jatuh
- Iran telah menembak jatuh dua jet tempur Amerika Serikat saat terbang di atas wilayahnya, Jumat (3/4/2026).
Dua jet tempur itu adalah F-15E dan A-10 Warthog yang jatuh di lokasi berbeda.
Satu awak F-15E berhasil selamat, sedangkan satu pilot lain keberadaannya masih belum diketahui dan kini menjadi buruan.
Sementara pilot A-10 dilaporkan selamat usai melontarkan diri.
Baca juga: Iran Dilaporkan Tolak Usulan AS untuk Gencatan Senjata Selama 48 Jam
Cara pilot bertahan hidup di wilayah musuh
Pensiunan jenderal Angkatan Udara AS, Houston Cantwell berbagi pengalaman mengenai cara bersembunyi dan bertahan hidup jika pesawat tertembak dan terjun payung ke wilayah musuh.
Cantwell telah mencatat 400 jam pengalaman penerbangan tempur, termasuk misi di Irak dan Afghanistan.
Ia mengungkapkan, pelatihan yang pernah diterimanya atau dikenal dengan nama Search, Evasion, Resistance, and Escape (SERE), secara otomatis akan aktif bahkan sebelum pilot menyentuh tanah.
Baca juga: Krisis Energi Parah, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Sebulan
"Intelijen terbaik yang akan kamu dapatkan adalah saat kamu melayang turun ke tanah," kata Cantwell, dikutip dari AFP, Sabtu (4/4/2026).
"Pandangan terbaik tentang ke mana kamu mungkin ingin pergi atau mana yang harus dihindari adalah saat kamu masih turun dengan parasut. Lihatlah sekeliling, karena begitu kamu di tanah, kamu tidak bisa melihat jauh," sambungnya.
Menurutnya, menyentuh tanah berisiko menyebabkan cedera pada kaki, pergelangan kaki, dan tungkai.
"Ada banyak kisah dari para penyintas Vietnam yang mengalami cedera parah, seperti patah tulang terbuka, hanya dari proses ejektor," jelas dia.
Setelah mendarat, pilot harus melakukan inventarisasi diri untuk mengetahui kondisi tubuhnya.
Baca juga: 2 Jet AS Ditembak Jatuh Iran, Trump Justru Komentari Minyak
Mencari tahu kondisi sekitar pendaratan
Foto yang dirilis Angkatan Udara AS pada 2 September 2011 ini menunjukkan sebuah pesawat A-10 Warthog yang terparkir di landasan pacu di Pangkalan Udara Kandahar, Afghanistan.
Awak penerbangan kemudian mulai melakukan penilaian, yakni mencari tahu di mana mereka berada, apakah di belakang garis musuh, di mana mereka bisa bersembunyi, dan bagaimana mereka bisa berkomunikasi.
"Cobalah untuk menghindari penangkapan musuh, selama mungkin. Jika saya berada di lingkungan gurun, saya ingin mencoba menemukan air," ujarnya.
Secara bersamaan, tim Combat Search and Rescue (CSAR) akan diaktifkan.
"Itu memberimu ketenangan pikiran yang luar biasa, mengetahui bahwa mereka akan melakukan segalanya untuk datang menjemputmu," tutur dia.
"Tapi pada saat yang sama mereka tidak akan datang dalam misi bunuh diri," lanjutnya.
Di sinilah awak yang hilang berpotensi meningkatkan peluang penyelamatan yang aman.
Baca juga: Iran Ogah Segampang Itu Buka Blokade Selat Hormuz, Ini Alasannya
Prioritas ketika sudah mendarat
Ia menjelaskan, prioritas pertama ketika berada di darat adalah menyembunyikan diri dan mencoba untuk mencapai lokasi yang memingkankan proses evakuasi.
"Di kota, itu bisa berupa atap gedung. Di daerah pedesaan, sebuah ladang tempat helikopter bisa mendarat. Bergerak paling baik dilakukan pada malam hari," kata dia.
Para pilot AS memang memiliki perlengkapan kecil di kursi ejeksi atau pakaian terbang untuk membantu mereka.
"Itu akan berisi beberapa perbekalan dasar, air, dan beberapa peralatan bertahan hidup," ungkapnya.
"Akan ada peralatan komunikasi, radio, semua jenis hal itu untuk bisa mencoba dijemput secepat mungkin," sambungnya.
Cantwell menambahkan, saat masih aktif menerbangkan jet F-16, ia pun selalu membawa pistol sebagai perlengkapan tambahan.
Tag: #mantan #pilot #tempur #ungkap #cara #bertahan #hidup #usai #pesawat #jatuh