Sebut NATO sebagai ''Macan Kertas'', Trump Pertimbangkan Tarik Keanggotaan AS
- Dalam dua wawancara terbaru, Presiden Donald Trump benar-benar mempertimbangkan untuk menarik AS dari NATO.
Ini terjadi seiring kurangnya dukungan dari negara-negara anggota untuk perang melawan Iran.
“Saya akan mengatakan (itu) sudah tidak perlu dipertimbangkan lagi. Saya tidak pernah terpengaruh oleh NATO. Saya selalu tahu mereka adalah 'macan kertas', dan (Presiden Rusia Vladimir) Putin juga tahu itu,” ujarnya saat wawancara dengan The Telegraph, dikutip dari CNN.
Trump kembali menegaskan pendiriannya itu dalam sebuah wawancara dengan Reuters. Ia juga mengisyaratkan akan mengkritik aliansi militer tersebut selama pidato utamanya pada Rabu malam.
“Mereka bukanlah teman saat kita membutuhkan mereka. Kita tidak pernah meminta banyak dari mereka, ini jalan satu arah,” jelas dia.
Baca juga: Trump Klaim Presiden Iran Minta Gencatan Segera, Langsung Dibantah Teheran
Bisakah Trump menarik diri dari NATO?
Penarikan diri AS dari NATO tanpa persetujuan Kongres mungkin bergantung pada analisis pengadilan, menurut laporan Congressional Research Service .
Meskipun Trump mengeklaim dapat menarik AS dari aliansi tersebut, sebuah undang-undang yang disahkan oleh Kongres pada 2023 menyatakan bahwa langkah tersebut memerlukan persetujuan dan nasihat dari Senat atau undang-undang Kongres.
Senator Marco Rubio, yang sekarang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS, adalah salah satu pendukung undang-undang tersebut bersama dengan Senator Demokrat Tim Kaine dari Virginia.
Baca juga: Gedung Putih Angkat Bicara Usai Paus Leo Sentil Pemimpin Dunia yang Memulai Perang
Dalam sebuah wawancara dengan program "This Week" ABC bulan lalu, Senator Thom Tillis, tokoh Republik terkemuka mengatakan, secara faktual tidak benar bahwa Trump dapat menarik diri dari NATO tanpa persetujuan Kongres.
“Presiden Amerika Serikat tidak dapat menarik diri dari NATO. Namun, setelah mengatakan itu, presiden dapat merusak hubungan, presiden dapat membuat NATO tidak berfungsi lagi jika dia mau,” katanya.
Namun, opini terpisah tahun 2020 dari Kantor Penasihat Hukum Departemen Kehakiman menyatakan bahwa presiden memiliki wewenang eksklusif atas perjanjian-perjanjian tersebut.
Baca juga: Sindir Trump, Warga AS Bangun Toilet Emas di Dekat Gedung Putih
Sekutu NATO tanggapi santai gertakan Trump
Bendera NATO berkibar di Gdynia, Polandia, 22 Juli 2022, saat proses ratifikasi keanggotaan Finlandia dan Swedia.
Kendati demikian, para diplomat dari negara-negara NATO disebut tidak terlalu khawatir dengan ancaman Trump.
“Groundhog Day,” kata seorang pejabat Eropa, seraya menekankan bahwa aliansi pertahanan tersebut telah mendengar ancaman semacam ini dari Trump sebelumnya.
Namun, mengabaikan pernyataan Trump sepenuhnya bukanlah hal yang realistis, kata beberapa sumber.
Keputusan Trump dapat berubah dengan cepat, yang berarti masih ada kekhawatiran di kalangan beberapa diplomat.
Beberapa sekutu menafsirkan ancaman terbaru Trump sebagai upaya presiden untuk menekan negara-negara Eropa agar mengalokasikan sumber daya untuk membuka kembali Selat Hormuz, kata seorang diplomat senior Eropa.
Tag: #sebut #nato #sebagai #macan #kertas #trump #pertimbangkan #tarik #keanggotaan