Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran
Kapal amfibi Amerika Serikat (AS), USS Tripoli LHA-7, yang terkini dikirim ke Timur Tengah, menjadi sinyal serangan baru AS ke Iran pada Maret 2026. Foto diambil pada 15 Juli 2019 di Meksiko. (Derek Fountain)
14:42
1 April 2026

Israel Dilaporkan Tak Akan Bantu Invasi Darat AS di Iran

- Pasukan Israel dilaporkan tidak akan ikut serta dalam operasi darat AS di Iran, karena Washington sedang mempertimbangkan apakah akan memperluas perannya dalam perang tersebut. 

Media Israel, Channel 12 menyatakan, Israel menyerahkan operasi semacam itu sepenuhnya kepada pasukan Amerika Serikat.

"Jika AS melancarkan serangan darat, tentara Israel tidak akan berpartisipasi di lapangan," bunyi laporan Channel 12, dikutip dari Middle East Monitor.

Diketahui, Pentagon dilaporkan sedang mempersiapkan opsi yang dapat mencakup serangan terbatas, sementara Gedung Putih belum secara terbuka mengonfirmasi bahwa Presiden Donald Trump telah menyetujui langkah tersebut.

Baca juga: Tak Dibantu Perang Lawan Iran, AS Mau Tinjau Hubungan NATO

Tuai respons keras dari warga AS

Laporan Channel 12 itu memicu reaksi keras di AS, terutama di kalangan pendukung "America First" dan suara-suara anti-perang.

Mereka berpendapat, Washington didorong menuju konflik darat yang mahal, tetapi Israel menolak untuk mengerahkan tentaranya sendiri untuk berperang di dalam Iran. 

Kritik tersebut memperkuat klaim yang lebih luas bahwa pasukan AS diminta untuk menanggung risiko perang yang turut didorong oleh Israel.

“Bagaimana kalau kita melakukan operasi darat di Israel dan mengambil senjata nuklir mereka dan mendapatkan kembali uang kita?” kata salah seorang influencer media sosial terkenal yang marah atas penolakan Israel.

Sebab, jika perang di Iran berjalan buruk bagi Washington, muncul kekhawatiran bahwa hal itu dapat mempercepat penurunan kekuatan AS. 

Baca juga: Israel Salahkan Hizbullah atas Kematian 3 Prajurit Indonesia di Lebanon

Rencana invasi darat ke Iran

Rencana invasi darat ke Iran ini diambil sebagai bagian dari upaya memberikan opsi militer maksimal bagi Presiden Donald Trump dalam konflik yang kini memasuki minggu kelima.

Rencana tersebut dapat melibatkan serangan oleh pasukan operasi khusus dan pasukan infanteri konvensional yang akan membuat personel AS rentan terhadap drone dan rudal Iran, tembakan darat, dan bahan peledak rakitan.

Para pejabat yang berbicara kepada The Washington Post mengatakan, diskusi di dalam pemerintahan selama sebulan terakhir telah menyentuh kemungkinan perebutan Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran di Teluk.

Selain itu, ada potensi penggerebekan ke daerah pesisir lainnya di dekat Selat Hormuz untuk menemukan, serta menghancurkan senjata yang dapat menargetkan pengiriman komersial dan militer.

Menurut laporan tersebut, tujuan yang sedang dipertimbangkan kemungkinan akan membutuhkan waktu beberapa minggu, bukan beberapa bulan untuk diselesaikan, sementara orang lain memperkirakan jangka waktunya sekitar beberapa bulan.

Bahkan, saat ini sudah ada lebih dari 50.000 pasukan AS di Timur Tengah.

Baca juga: Potret Warga Iran Saat Perang, Kafe Jadi Pelarian, Risaukan Masa Depan

Peringatan ahli militer

Pulau Kharg memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi Teheran karena menjadi titik keberangkatan bagi sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran. WIKIMEDIA COMMONS Pulau Kharg memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi Teheran karena menjadi titik keberangkatan bagi sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran.

Namun, para ahli militer memperingatkan, 50.000 pasukan adalah jumlah yang kecil untuk operasi darat besar apa pun. 

Israel menggunakan lebih dari 300.000 pasukan untuk operasinya di Jalur Gaza yang dimulai pada Oktober 2023.

Koalisi pimpinan AS yang menginvasi Irak pada tahun 2003 memiliki hampir 250.000 pasukan pada awalnya.

Dengan luas hampir sepertiga dari luas daratan AS, Iran memiliki sekitar 93 juta penduduk. 

Karena itu, merebut, negara sebesar, serumit, dan sekaya persenjataan seperti Iran dengan 50.000 pasukan, diyakini bukanlah hal yang mungkin.

Tag:  #israel #dilaporkan #akan #bantu #invasi #darat #iran

KOMENTAR