16 Pesawat AS Lumpuh Sepanjang Perang Iran, Lampaui Operasi Irak dan Libya
Pesawat tempur F-35 buatan Lockheed Martin Corp.((wikia.com))
19:54
26 Maret 2026

16 Pesawat AS Lumpuh Sepanjang Perang Iran, Lampaui Operasi Irak dan Libya

- Konflik Timur Tengah yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran hampir memasuki pekan keempat.

Konflik yang memicu perang tersebut mulai menggoyahkan asumsi mengenai dominasi mutlak kekuatan udara di medan perang.

Sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu, militer AS tercatat telah kerugian sedikitnya 16 pesawat, baik jet tempur maupun pesawat nirawak atau drone

Baca juga: Pesawat Tanker KC-135 Amerika Jatuh di Irak, 4 Awak Tewas

Selain kerugian unit udara, sejumlah aset darat berupa radar pertahanan canggih milik AS dilaporkan mengalami kerusakan serius akibat serangan Iran maupun kecelakaan operasional.

Jumlah kerugian ini tergolong signifikan karena melampaui total kehilangan pesawat AS dalam kampanye udara berskala besar sebelumnya di Libya maupun Irak. 

Tingginya angka kerugian ini kemungkinan dipicu oleh intensitas serangan AS yang jauh lebih masif dibandingkan operasi-operasi terdahulu.

Dilansir dari India Today, berikut rangkuman kerugian aset militer AS selama satu bulan perang di Iran.

Baca juga: Pesawat Militer AS Jatuh di Irak, Diduga Tabrakan di Udara

Lumpuhnya jet siluman F-35

Jet tempur F-35 Lightning II buatan Lockheed Martin, yang selama ini dianggap sebagai mesin perang paling canggih dan hampir mustahil terdeteksi, mengalami insiden ketika perang berkecamuk.

Pada 19 Maret, sebuah F-35 milik Angkatan Udara AS atau US Air Force (USAF) terpaksa melakukan pendaratan darurat di pangkalan udara Timur Tengah setelah terkena tembakan yang diduga berasal dari pihak Iran. 

Juru Bicara Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) Kapten Tim Hawkins membenarkan insiden tersebut.

"Pesawat itu sedang menjalankan misi tempur di atas Iran ketika terpaksa melakukan pendaratan darurat. Pesawat mendarat dengan selamat, dan pilot dalam kondisi stabil," ujar Hawkins. 

Dia juga menambahkan bahwa insiden ini sedang dalam penyelidikan.

Laporan dari Bloomberg menyebutkan kemungkinan besar pesawat tersebut terkena rudal permukaan-ke-udara 358 pemandu inframerah milik Iran. 

Karena tidak menggunakan radar, sistem rudal ini membuat pilot tidak mendapatkan peringatan dini saat sedang dilacak.

Baca juga: 12 Jet Tempur AS-Kanada Mendadak Cegat Pesawat Militer Rusia

Tragedi pesawat tanker KC-135

Unit pendukung udara AS juga tak luput dari kerugian. Pada 12 Maret, sebuah pesawat pengisi bahan bakar KC-135 Stratotanker jatuh di Irak Barat dan menewaskan enam awak di dalamnya. 

Meskipun penyebab pastinya belum diungkap, terdapat dugaan adanya tabrakan di udara setelah pesawat KC-135 lainnya melakukan pendaratan darurat di Tel Aviv pada hari yang sama.

Selain itu, lima pesawat Stratotanker lainnya dilaporkan rusak di darat akibat serangan rudal Iran di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi, pada 13 Maret.

F-15 ditembak teman sendiri

Pesawat tenpur F-15 milik Skadron Udara 1 AU AS.1st Fighter Wing Public Affairs Pesawat tenpur F-15 milik Skadron Udara 1 AU AS.

Kabar buruk lainnya datang dari skuat F-15 Eagle. Tiga jet tempur F-15 dilaporkan jatuh di langit Kuwait pada malam 1 Maret akibat insiden salah tembak.

"Pesawat-pesawat Eagle jatuh di atas Kuwait karena insiden salah tembak yang nyata," tulis pernyataan resmi Centcom. 

"Saat pertempuran aktif yang melibatkan serangan pesawat, rudal balistik, dan drone Iran, jet tempur USAF secara tidak sengaja ditembak jatuh oleh pertahanan udara Kuwait," sambung Centcom.

Baca juga: Salah Sasaran, Jet Tempur Kuwait Tembak Jatuh 3 F-15 AS

Kehilangan drone MQ-9 dan radar strategis

Pesawat tanpa awak MQ-9 Reaper milik AS.Wikimedia Commons Pesawat tanpa awak MQ-9 Reaper milik AS.

Di sektor drone, sekitar 12 unit MQ-9 Reaper dilaporkan hilang. 

Drone seharga 16 juta dollar AS per unit tersebut hancur baik saat mengudara maupun saat berada di pangkalan akibat tembakan musuh.

Kerugian AS semakin diperparah dengan rusaknya sistem radar darat yang menjadi tulang punggung pertahanan rudal

Radar jarak jauh Radar AN/FPS-132 senilai 1,1 miliar dollar AS di Qatar mengalami kerusakan struktur utama akibat serangan Iran.

Sedangkan Radar AN/FPS-132, sensor utama sistem pertahanan rudal THAAD, di Yordania dilaporkan hancur.

Kerusakan serupa juga menimpa sistem radar THAAD yang ditempatkan di Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi.

Baca juga: Australia Kerahkan Pesawat Militer ke Timur Tengah, Mau Bantu AS Serang Iran?

Tag:  #pesawat #lumpuh #sepanjang #perang #iran #lampaui #operasi #irak #libya

KOMENTAR