Iran Tutup Laut Merah Bila Tentara AS-Israel Menyerbu, Pasokan Minyak Dunia Putus Total
Selat Bab-el-Mandeb di Laut Merah, jalur perdagangan strategis dunia yang akan diblokade Iran bila tentara darat AS dan Israel menyerbu. [Suara.com/Google Maps]
18:08
26 Maret 2026

Iran Tutup Laut Merah Bila Tentara AS-Israel Menyerbu, Pasokan Minyak Dunia Putus Total

Iran mengancam menutup Laut Merah bagi lalu lintas perdagangan internasional, bila Amerika Serikat dan Israel berani mengerahkan pasukan darat ke wilayahnya.

Dikutip dari The Hill, Kamis (26/3/2026), Iran menegaskan bisa secara mudah menutup Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah setelah berhasil menutup Selat Hormuz.

Selat Bab el-Mandeb, yang terletak di antara Yaman dan Jibuti, merupakan urat nadi perdagangan global yang berada sekitar 1.200 mil dari Selat Hormuz.

Selat ini sangat rentan terhadap serangan dari proksi Iran, terutama kelompok Houthi di Yaman yang didukung oleh Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC.

Jika blokade ini benar-benar terjadi, dunia akan menghadapi krisis energi ganda yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pihak militer Iran menegaskan, mereka tidak akan membiarkan setiap pergerakan musuh tanpa balasan yang setimpal.

Seorang sumber militer mengatakan kepada Kantor Berita Tasnim milik Iran bahwa intelijen mereka sedang bekerja ekstra keras.

"Kami secara konstan memantau dan mengawasi persiapan serta perkembangan di front musuh," ujar sumber militer tersebut pada Rabu waktu setempat.

Pernyataan itu berlanjut dengan peringatan keras bagi AS dan sekutunya jika mereka mencoba melakukan operasi militer di wilayah kedaulatan Iran, atau mencoba menembus blokade di Teluk Persia dengan kekuatan angkatan laut.

"Jika musuh ingin mengambil tindakan di darat di pulau-pulau Iran atau di mana pun di tanah kami, atau untuk membebankan biaya pada Iran dengan pergerakan angkatan laut di Teluk Persia dan Laut Oman, kami akan membuka front lain bagi mereka sebagai kejutan sehingga tindakan mereka tidak hanya tidak bermanfaat bagi mereka tetapi juga akan melipatgandakan biaya yang harus mereka tanggung," tambah sumber tersebut.

Tawaran Damai Trump yang Bertepuk Sebelah Tangan

Di Washington, Presiden Donald Trump dilaporkan mulai melunakkan retorikanya dan menunjukkan kesediaan untuk meredakan konflik.

Trump telah mengusulkan rencana gencatan senjata 15 poin yang komprehensif. Proposal tersebut mencakup pembatasan rudal balistik dan kemampuan nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi yang selama ini mencekik Teheran.

Namun, tawaran "jalan tengah" dari Gedung Putih ini ditolak mentah-mentah oleh para pemimpin di Teheran.

Iran menilai proposal tersebut tidak adil dan menegaskan bahwa perang hanya akan berakhir sesuai dengan waktu dan syarat yang mereka tentukan sendiri.

Sebagai gantinya, Iran telah mengajukan proposal tandingan yang jauh lebih berat bagi pihak Barat.

Dalam tuntutannya, Teheran meminta ganti rugi perang atas kerusakan infrastruktur yang terjadi selama konflik, penghentian total agresi dari Amerika Serikat dan Israel.

Kemudian, Iran meminta jaminan tertulis bahwa perang baru tidak akan muncul lagi dengan syarat yang sama di masa depan.

Selain itu, Iran menuntut agar kedaulatan penuh mereka atas Selat Hormuz diakui secara internasional.

Siasat Perusahaan Pelayaran di Tengah Kepungan

Kondisi ini membuat banyak perusahaan pelayaran global berada dalam posisi dilematis.

Sejumlah perusahaan minyak, sempat mempertimbangkan untuk menggunakan Selat Bab el-Mandeb sebagai rute alternatif mengangkut minyak keluar dari wilayah tersebut setelah Hormuz ditutup.

Padahal, Bab el-Mandeb sendiri bertanggung jawab atas 10 persen perdagangan maritim dunia.

Namun, rute alternatif ini terbukti tidak kalah berbahaya. Kelompok Houthi di Yaman memiliki rekam jejak melakukan serangan rudal anti-kapal terhadap kapal angkatan laut AS dan kapal komersial pada tahun 2023 dan 2024.

Ancaman Iran untuk mengaktifkan proksi mereka di Laut Merah bisa berarti bunuh diri bagi kapal tanker yang berani melintas.

Sumber militer Iran kembali memberikan peringatan tajam kepada pemerintahan Trump agar tidak mencoba mencari celah di Laut Merah untuk menghindari blokade di Teluk Persia.

Teheran mengklaim memiliki kemampuan untuk menciptakan "ancaman yang sangat kredibel" terhadap setiap kapal di selat tersebut.

"Oleh karena itu, jika orang-orang Amerika ingin memikirkan solusi untuk Selat Hormuz dengan tindakan bodoh, mereka harus berhati-hati agar tidak menambah selat lain ke dalam masalah dan kesulitan mereka," tegasnya menutup pernyataan tersebut.

Sebagai jalur yang juga dilalui oleh kapal-kapal tanker menuju Asia, blokade di Bab el-Mandeb akan memutus rantai pasok global secara total.

Ketegangan antara ambisi kedaulatan Iran dan strategi tekanan maksimum AS kini berada di titik nadir, di mana satu langkah salah di Laut Merah bisa memicu perang terbuka yang jauh lebih besar.

Editor: Bernadette Sariyem

Tag:  #iran #tutup #laut #merah #bila #tentara #israel #menyerbu #pasokan #minyak #dunia #putus #total

KOMENTAR