Getol Tolak Perang, Eropa Diam-diam Sokong Serangan AS ke Iran
Kapal induk Amerika Serkat USS Gerald R Ford saat meninggalkan Teluk Souda di Pulau Kreta, Yunani, 26 Februari 2026 untuk menuju Timur Tengah.(AFP/COSTAS METAXAKIS)
16:30
26 Maret 2026

Getol Tolak Perang, Eropa Diam-diam Sokong Serangan AS ke Iran

Eropa kerap dipandang jaga jarak dari konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Sejumlah pemimpin di Benua Biru bahkan secara terbuka mengkritik serangan Washington ke Teheran.

Namun di balik sikap publik tersebut, negara-negara Eropa justru memainkan peran penting dalam mendukung operasi militer AS, menurut laporan The Wall Street Journal, Senin (23/3/2026).

Dukungan itu terutama terlihat dalam penyediaan pangkalan, logistik, hingga infrastruktur militer yang krusial.

Baca juga: Iran Serap Taktik Drone Rusia, AS Terancam Kewalahan di Selat Hormuz

Pangkalan Eropa jadi tulang punggung operasi AS

Dalam beberapa pekan terakhir, berbagai operasi militer AS terhadap Iran sangat bergantung pada jaringan pangkalan di Eropa.

Para pejabat menyebutkan, pesawat pengebom, drone, dan kapal perang AS diisi bahan bakar, dipersenjatai, dan diberangkatkan melalui pangkalan di Inggris, Jerman, Portugal, Italia, Perancis, hingga Yunani.

Pangkalan udara Ramstein di Jerman menjadi salah satu pusat paling vital. Menurut pejabat Jerman dan AS, fasilitas ini berfungsi sebagai pusat kendali operasi drone sekaligus “urat saraf” operasi Amerika terhadap Iran.

Selain itu, pesawat pengebom berat B-1 juga terlihat memuat amunisi dan bahan bakar di RAF Fairford di Inggris.

Di Yunani, kapal induk terbesar dunia milik AS, USS Gerald R Ford, tengah bersandar di pangkalan angkatan laut di Pulau Kreta untuk menjalani perbaikan setelah mengalami kerusakan akibat kebakaran.

Dukungan diam-diam sekutu Eropa

Meski tidak terlibat langsung dalam pertempuran, banyak negara Eropa tetap memberikan dukungan logistik.

Panglima militer tertinggi NATO dari pihak AS, Jenderal Angkatan Udara Alexus Grynkewich, mengatakan dalam kesaksiannya di Senat bahwa sebagian besar sekutu Eropa “telah sangat mendukung.”

Ia menambahkan bahwa posisi Eropa sangat strategis bagi proyeksi kekuatan militer AS.

“Jaraknya lebih dekat, biayanya lebih rendah, dan jauh lebih mudah untuk memproyeksikan kekuatan dengan jaringan pangkalan dan sekutu kami,” ujarnya.

Saat ini, sekitar 40 pangkalan militer AS dan 80.000 personel militer Amerika berada di Eropa, menjadikan kawasan itu sebagai landasan utama operasi ke Timur Tengah dan Afrika.

Dilema politik di dalam negeri

Di tengah dukungan tersebut, para pemimpin Eropa menghadapi tekanan politik domestik. Konflik dengan Iran dinilai tidak populer di kalangan pemilih, sekaligus berisiko mendorong kenaikan harga energi.

Negara-negara Eropa juga berusaha menjaga keseimbangan antara tidak terlihat mendukung perang secara langsung dan tetap mempertahankan hubungan keamanan dengan AS.

Sejauh ini, perbedaan sikap politik di tingkat atas tidak banyak memengaruhi operasi militer di lapangan.

Baca juga: Trump Tolak Ide Netanyahu Ajak Warga Iran Memberontak, AS-Israel Mulai Beda Tujuan?

Namun ada pengecualian. Spanyol menolak memberikan izin kepada AS untuk menggunakan pangkalan militer bersama di wilayahnya untuk menyerang Iran. Sebagai gantinya, beberapa pesawat AS dipindahkan ke pangkalan di Jerman dan Perancis.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga sempat melarang penggunaan pangkalan udara Inggris dalam serangan awal ke Teheran. Ia kemudian melonggarkan sikapnya dengan mengizinkan misi pengeboman “defensif” yang menargetkan peluncur rudal Iran.

Jerman jadi pusat operasi kunci

Jerman menegaskan tidak terlibat langsung dalam aksi militer terhadap Iran. Kanselir Friedrich Merz dan Menteri Pertahanan Boris Pistorius menyatakan bahwa “ini bukan perang kami.”

Meski demikian, negara tersebut tetap menjadi tuan rumah infrastruktur militer yang memungkinkan operasi AS berjalan.

Seorang juru bicara Merz mengatakan bahwa AS dapat menggunakan pangkalan seperti Ramstein berdasarkan perjanjian hukum yang telah berlaku selama beberapa dekade, tanpa pengaruh langsung dari pemerintah Jerman terhadap operasi tersebut.

Ramstein kini menjadi simpul utama dalam jaringan operasi militer AS di Timur Tengah. Pangkalan ini mengoordinasikan komunikasi, komando, serta pengiriman data, terutama untuk operasi drone dan serangan jarak jauh.

Jaringan logistik yang luas di Eropa

Selain Jerman, sejumlah negara Eropa lain juga berperan dalam mendukung operasi militer AS.

Pangkalan Aviano di Italia menjadi lokasi penting bagi pesawat pengisian bahan bakar, yang memungkinkan misi pengeboman jarak jauh ke Iran.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menegaskan bahwa operasi AS di pangkalan negaranya “tidak melibatkan pengeboman.”

Sementara itu, Perancis mengizinkan pesawat pengisian bahan bakar AS ditempatkan di pangkalan Istres-Le Tube. Menteri Pertahanan Perancis Catherine Vautrin menyebut, “Pesawat pengisian bahan bakar adalah stasiun pengisian, bukan jet tempur.”

Portugal juga memainkan peran melalui Pangkalan Udara Lajes di Azores yang menjadi pusat logistik utama, bahkan sempat menampung puluhan pesawat pengisian bahan bakar AS.

Di Yunani, pangkalan Souda Bay di Kreta menjadi lokasi penting untuk operasi intelijen, termasuk peluncuran pesawat mata-mata Rivet Joint yang mengumpulkan data sinyal dari wilayah Iran.

Eropa tetap jadi pilar kekuatan AS

Berbagai kendaraan militer dan tank milik Polandia, Italia, Kanada, dan AS bergerak dalam latihan militer NATO Namejs 2021 di tempat pelatihan di Kadaga, Latvia, pada Senin, 13 September 2021. NATO memperkuat pasukan aliansi dan melakukan latihan di wilayah anggota paling timurnya.AP PHOTO/ROMAN KOKSAROV Berbagai kendaraan militer dan tank milik Polandia, Italia, Kanada, dan AS bergerak dalam latihan militer NATO Namejs 2021 di tempat pelatihan di Kadaga, Latvia, pada Senin, 13 September 2021. NATO memperkuat pasukan aliansi dan melakukan latihan di wilayah anggota paling timurnya.

Para analis menilai Eropa tetap menjadi fondasi utama kemampuan militer global AS. Jaringan pangkalan dan perjanjian bilateral yang dibangun sejak era Perang Dingin memungkinkan penempatan amunisi, teknologi, dan personel secara cepat.

Mantan Mayor Jenderal Gordon B Davis menyebut posisi geografis Eropa sangat strategis.

“Lokasi Eropa—di persimpangan Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tengah—membuatnya ideal untuk pengerahan cepat ke segala arah,” ujarnya.

Ahli pertahanan dari King’s College London, Bence Nemeth, menegaskan bahwa memutus hubungan militer dengan Eropa akan menjadi kerugian besar bagi AS.

“Itu akan memakan waktu, biaya, dan sumber daya,” katanya.

Baca juga: Gedung Putih Kaget Trump Klaim Dapat Hadiah dari Iran, Tak Tahu Ada Pemberian

Tag:  #getol #tolak #perang #eropa #diam #diam #sokong #serangan #iran

KOMENTAR