Bos QatarEnergy Sebut Sudah Ingatkan AS ''Hampir Setiap Hari'' Sebelum Kilang LNG Terbesar Dunia Hancur
Bos QatarEnergy, Saad al-Kaabi, mengungkapkan bahwa dirinya telah berulang kali memperingatkan pejabat Amerika Serikat (AS) dan para petinggi industri energi global mengenai risiko serangan terhadap infrastruktur energi Iran.
Peringatan ini disampaikan al-Kaabi jauh sebelum fasilitas kebanggaan negaranya, Ras Laffan Industrial City, ikut terdampak serangan balasan dari Teheran.
Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Energi Qatar ini mengaku terus berkomunikasi dengan Sekretaris Energi AS, Chris Wright, serta para eksekutif perusahaan minyak mitra QatarEnergy.
Ia menekankan pentingnya pengendalian diri untuk menjaga fasilitas minyak dan gas di kawasan Teluk.
Baca juga: Trump Ancam Ledakkan Ladang Gas Iran, Tuntut Teheran Berhenti Serang Qatar
"Sudah saya ingatkan hampir setiap hari"
Dalam wawancaranya dengan Reuters, al-Kaabi menjelaskan bahwa peringatan tersebut bukanlah hal baru.
Ia mengaku terus mengingatkan mitra-mitranya akan potensi konsekuensi fatal bagi pasokan energi global jika ketegangan militer menyasar infrastruktur vital.
"Mereka sadar akan ancaman itu. Saya selalu mengingatkan mereka, hampir setiap hari, bahwa kita perlu memastikan adanya pengendalian diri terkait fasilitas minyak dan gas," ujar al-Kaabi dikutip dari Reuters, Jumat (20/3/2026).
Sayangnya, situasi tetap memanas. Perang antara AS-Israel melawan Iran yang pecah pada akhir Februari 2026 telah melibatkan rentetan serangan drone dan rudal yang menyasar kapal tanker serta kilang minyak.
Puncaknya, Israel menyerang lapangan gas South Pars milik Iran pada Rabu lalu. Teheran membalasnya dengan menyerang infrastruktur energi di Kuwait, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Qatar.
Dampak kerusakan yang melumpuhkan produksi
Serangan terhadap kompleks gas alam cair (LNG) terbesar di dunia, Ras Laffan, memberikan dampak yang sangat signifikan pada rantai pasok global.
Baca juga: Serangan Balasan Iran Hantam Pusat Gas Terbesar Dunia di Qatar, Krisis Makin Dalam?
Al-Kaabi menggambarkan kerusakan tersebut dengan cukup fatal, di mana unit pendingin utama atau cold boxes pada fasilitas tersebut telah hancur total.
Alat ini memiliki peran krusial karena berfungsi memurnikan dan mendinginkan gas agar bisa diangkut dalam bentuk cair.
Kehancuran komponen utama ini secara otomatis melumpuhkan sekitar 17 persen kapasitas ekspor LNG Qatar.
Al-Kaabi memprediksi bahwa gangguan pengiriman LNG ke pasar Eropa dan Asia bisa berlangsung hingga lima tahun ke depan akibat kerusakan fisik yang masif tersebut.
Bahkan jika konflik bersenjata berakhir dalam waktu dekat, QatarEnergy setidaknya membutuhkan waktu tiga hingga empat bulan hanya untuk memulai kembali operasional pemuatan secara penuh.
Situasi ini juga memaksa Qatar menghentikan proyek ekspansi North Field yang ambisius.
Proyek yang awalnya ditargetkan untuk meningkatkan kapasitas produksi dari 77 juta menjadi 126 juta ton per tahun pada 2027 tersebut kini resmi tertunda.
Al-Kaabi menyebutkan bahwa saat ini tidak ada pekerja di lokasi proyek dan operasional kemungkinan besar akan tertunda selama berbulan-bulan hingga satu tahun lebih.
Respons Gedung Putih dan kerugian ekonomi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menghadiri acara di Verst Logistics di Kota Hebron, Negara Bagian Ketucky, 11 Maret 2026.
Merespons hal tersebut, juru bicara Gedung Putih Taylor Rogers menyatakan bahwa Presiden Donald Trump dan tim energinya sebenarnya sudah mengantisipasi adanya gangguan pasokan minyak dan gas.
Baca juga: Mengamuk, Drone Iran Hantam Fasilitas Energi Qatar
Pihak AS menganggap gangguan ini sebagai dampak jangka pendek yang sudah diperhitungkan dalam rencana operasi militer di Iran.
Namun, al-Kaabi melihat dampak yang jauh lebih luas bagi ekonomi kawasan.
Ia menilai konflik ini telah menyeret ekonomi negara-negara Teluk mundur 10 hingga 20 tahun ke belakang.
Saat ini, aktivitas perdagangan di pelabuhan terhenti, sektor pariwisata lumpuh, dan maskapai penerbangan tidak beroperasi.
Hingga saat ini, QatarEnergy juga belum bisa memastikan apakah kerugian masif akibat perang ini akan ditanggung oleh pihak asuransi atau tidak.
Tag: #qatarenergy #sebut #sudah #ingatkan #hampir #setiap #hari #sebelum #kilang #terbesar #dunia #hancur