Astronaut AS Bawa Boneka Kelinci ke Luar Angkasa, Buat Apa?
Ilustrasi astronot. (Unsplash/Brian Mcgowan)
09:06
15 Februari 2026

Astronaut AS Bawa Boneka Kelinci ke Luar Angkasa, Buat Apa?

Seorang astronaut Amerika Serikat akan membawa boneka kelinci kecil milik putrinya yang baru berusia tiga tahun saat bertugas ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pekan depan.

Boneka itu akan ikut terbang bersama misi terbaru menuju laboratorium ilmiah yang mengorbit Bumi.

Bagi sang astronaut, benda sederhana itu menjadi penghubung emosional selama berbulan-bulan terpisah dari keluarga.

Baca juga: 3 astronaut China yang Tertahan akibat Kapsul Rusak Akhirnya Kembali ke Bumi

Boneka kelinci temani misi di ISS

Astronaut NASA, Jessica Meir, mengungkapkan bahwa ia akan membawa boneka kelinci milik putrinya dalam misi SpaceX Crew-12.

Perempuan berusia 48 tahun itu merupakan salah satu dari empat awak yang akan bertugas di ISS.

Sudah menjadi kebiasaan bagi para astronaut yang menuju ISS—yang mengorbit sekitar 250 mil (400 kilometer) di atas Bumi—untuk membawa barang pribadi berukuran kecil sebagai pengingat rumah selama menjalani misi berbulan-bulan di luar angkasa.

"Saya memang membawa boneka kelinci kecil milik putri saya yang berusia tiga tahun, dan dia sebenarnya punya dua boneka ini karena salah satunya diberikan sebagai hadiah," ujar Meir dalam konferensi pers daring pada Minggu (8/2/2026).

"Jadi satu akan tetap bersamanya di sini, dan satu lagi akan bersama kami di sana, berpetualang sepanjang waktu, sehingga kami akan terus mengirim foto bolak-balik kepada keluarga saya," lanjutnya.

Peluncuran Crew-12 dan pergantian awak

Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, menyatakan, misi SpaceX Crew-12 akan diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX dari Cape Canaveral, Florida, pada Rabu dini hari waktu setempat.

Baca juga: Jemput Astronaut yang Masih Terdampar di Luar Angkasa, China Luncurkan Roket

Misi ini akan menggantikan Crew-11 yang kembali ke Bumi pada Januari, satu bulan lebih awal dari rencana. Kepulangan lebih cepat itu terjadi dalam evakuasi medis pertama dalam sejarah ISS.

Selain Meir, awak Crew-12 terdiri dari astronaut NASA Jack Hathaway, astronaut Badan Antariksa Eropa Sophie Adenot, serta kosmonaut Rusia Andrey Fedyaev.

Tantangan menjadi ibu dan astronaut

Meir, yang memiliki latar belakang sebagai ahli biologi kelautan dan fisiologi, sebelumnya pernah bertugas sebagai insinyur penerbangan dalam ekspedisi 2019–2020 ke ISS.

Ia juga berpartisipasi dalam perjalanan ruang angkasa pertama yang seluruhnya dilakukan oleh perempuan.

Sejak misi tersebut, Meir telah melahirkan putrinya. Ia pun mengakui tantangan emosional yang muncul karena harus berpisah selama sekitar delapan bulan.

"Hal ini memang membuat persiapan untuk pergi menjadi jauh lebih sulit dan memikirkan akan berpisah darinya selama itu, terutama ketika dia masih sangat kecil, itu benar-benar bagian besar dari hidupnya," kata Meir.

"Namun saya berharap suatu hari nanti, dia benar-benar menyadari bahwa ketidakhadiran ini adalah sesuatu yang bermakna, karena ini adalah petualangan yang bisa ia ikut rasakan dan akan memiliki kenangan tentangnya, dan semoga ini akan menginspirasinya dan orang-orang lain di seluruh dunia," tambahnya.

ISS menuju akhir masa operasi

Ketika para astronaut Crew-12 tiba di ISS, mereka akan menjadi salah satu kru terakhir yang tinggal di stasiun luar angkasa seukuran lapangan sepak bola tersebut.

ISS telah dihuni secara terus-menerus selama seperempat abad terakhir. Namun stasiun yang mulai menua itu dijadwalkan akan didorong keluar orbitnya sebelum akhirnya dijatuhkan ke lokasi terpencil di Samudra Pasifik pada 2030.

Baca juga: Nasib 3 Astronaut China Usai Gagal Pulang ke Bumi

Tag:  #astronaut #bawa #boneka #kelinci #luar #angkasa #buat

KOMENTAR