Dinkes Surabaya Minta Masyarakat Tidak Panik, Begini Tips Hadapi Flu Singapura, Simak!
ILUSTRASI: Virus. (Pixabay)
16:28
20 April 2024

Dinkes Surabaya Minta Masyarakat Tidak Panik, Begini Tips Hadapi Flu Singapura, Simak!

 - Jumlah kasus Flu Singapura di Surabaya hingga kini sudah diatas 50 kasus.   Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Surabaya, sejak Januari hingga pertengahan April tahun ini, sudah ada 61 kasus Flu Singapura di wilayah setempat.   Seluruh kasus Flu Singapura yang ditemukan di Surabaya ditemukan di rumah sakit dan dilakukan perawatan sesuai standar dan juga rawat jalan oleh dokter.   “Jumlah kasus Flu Singapura yang teridentifikasi berdasarkan wawancara medis dan hasil pemeriksaan fisik dari gejala/keluhan kepada pasien pada bulan Januari - 16 April 2024 yang dilaporkan oleh Fasyankes pada aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) menunjukkan terdapat 61 kasus,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina seperti dikutip dari laman resmi Pemkot Surabaya.   Sebagai informasi, Flu Singapura adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi strain Coxsackievirus dan yang paling sering adalah jenis A16.   Nanik menambahkan gangguan kesehatan tersebut disebut juga dengan penyakit tangan (Hand), kaki (Foot), dan mulut (Mount) atau HMFD. Beberapa tanda gejala yang terlihat antara lain adanya lepuhan atau luka di mulut, dan juga ruam pada tangan dan kaki.   Selain itu, Flu Singapura adalah penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan terapi antivirus.  

  “Saat terjadi, gejala yang timbul umumnya ringan sehingga dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari. Penyakit Flu Singapura merupakan penyakit infeksi virus yang dapat sembuh sendiri (self limited disease) tanpa pemberian terapi antivirus, dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari,” imbuhnya.   Maka dari itu, sebanyak 61 penderita flu tersebut yang ditemukan di rumah sakit, seluruhnya ditangani secara rawat jalan.   Sebab, sebagian besar kasus Flu Singapura bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus.   Itulah mengapa Dinkes Surabaya meminta masyarakat tidak panik menghadapi Flu Singapura. Selain bisa sembuh dengan sendirinya, ada juga sejumlah tips dan langkah untuk menyembuhkannya.   “Flu Singapura memang bisa sembuh sendiri (self limited disease) tanpa pemberian terapi antivirus. Meski begitu, orang tua dan penderita tetap disarankan untuk diberikan perawatan mandiri hingga kondisi membaik ketika nutrisi penderita sudah terpenuhi secara mandiri,” imbuhnya.   Nanik menambahkan, cara penanganan Flu Singapura berupa terapi suportif agar rasa ketidaknyamanan penderita bisa dikurangi, dan hidrasi untuk mencegah dehidrasi.   

  Selain itu, masyarakat juga diimbau rutin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, terutama setelah BAB, mengganti popok anak, serta saat menyiapkan dan sebelum makan.   “Tidak berbagi alat makan dan minum, serta kontak dekat dengan seseorang yang sedang sakit. Menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk, bisa dengan memakai tisu atau menggunakan lipat siku bagian dalam. Serta, rutin membersihkan dengan benar benda yang dapat menjadi media penularan virus,” ujar dia.   Jika sudah terpapar, Nanik meminta penderita untuk beristirahat di rumah hingga sembuh. Dan bagi yang terpapar atau merasakan gejala seperti demam, sakit tenggorokan, sariawan yang terasa nyeri di lidah, gusi, dan bagian dalam pipi, serta ruam di tangan dan kaki, segeralah berobat ke faskes terdekat.   Atau bisa juga melakukan pertolongan pertama dengan memberi nutrisi yang cukup bagi penderita, memberikan obat anti panas jika penderita demam, dan memberikan anti nyeri jika tubuh penderita mengalami nyeri.   “Tidak gatal, ruam mungkin tampak merah, putih, abu-abu, atau hanya terlihat sebagai benjolan kecil. Lalu batuk dan kehilangan selera makan. Jadi segera datang dan berobat ke fasyankes,” tegasnya.   ***

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #dinkes #surabaya #minta #masyarakat #tidak #panik #begini #tips #hadapi #singapura #simak

KOMENTAR