Studi Ungkap Sperma Lebih Lincah di Musim Panas
Ilustrasi kepanasan.(FREEPIK)
20:06
21 Maret 2026

Studi Ungkap Sperma Lebih Lincah di Musim Panas

- Musim kemarau atau cuaca yang hangat ternyata memberikan dampak signifikan terhadap tingkat kesuburan pria.

Penelitian terbaru pada 2025 melaporkan, pertengahan tahun merupakan waktu optimal bagi sel sperma untuk berenang aktif. Pergerakan sel terbukti jauh lebih lincah pada periode tertentu dibandingkan bulan lainnya.

“Kami terkejut melihat betapa miripnya pola musiman di dua iklim yang sangat berbeda,” kata seorang peneliti yang terlibat dalam studi tersebut, Allan Pacey, dikutip dari New York Post, Jumat (20/3/2026).

Baca juga: BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas di Indonesia, Sampai Kapan Terjadi?

Puncak motilitas sperma

Bahkan, di wilayah yang suhunya tetap hangat seperti Florida, Amerika Serikat, motilitas sperma tetap mencapai puncaknya pada pertengahan tahun, dan menurun pada akhir tahun saat musim dingin.

"Ini menunjukkan bahwa suhu lingkungan saja kemungkinan besar tidak dapat menjelaskan perubahan ini," ucap Pacey.

Guna membuktikan fenomena biologis tersebut, ilmuwan dari tiga perguruan tinggi lintas negara di Inggris, Kanada, dan Denmark, melakukan analisis mendalam.

Para peneliti meninjau sampel cairan reproduksi yang dikumpulkan antara 2018-2024. Spesimen berasal dari lebih dari 15.000 pria yang mendaftar menjadi pendonor di klinik Cryos International di Denmark dan Florida.

Baca juga: Pemeriksaan Kesuburan untuk Pasangan yang Berjuang untuk Hamil

Kecepatan laju sperma meningkat drastis

Selama penelitian berlangsung, tim ahli mengevaluasi tiga kriteria utama sepanjang tahun. Indikator tersebut mencakup volume cairan yang dikeluarkan, tingkat konsentrasi dan motilitas sperma, serta kemampuan sperma untuk berenang dan mendorong diri bergerak maju.

Meskipun pergantian musim tidak memengaruhi total konsentrasi da kuantitas cairan secara keseluruhan, efek drastis justru terlihat sangat jelas pada tingkat kecepatan laju sel tersebut.

Pada dua lokasi geografis dengan perbedaan cuaca ekstrem, yakni Eropa Utara dan wilayah selatan Amerika Serikat, sperma tercepat mencapai jumlah tertingginya pada Juni dan Juli. Sebaliknya, populasi sel tangguh ini anjlok menyentuh titik terendah memasuki bulan Desember dan Januari.

Baca juga: Ultra-Processed Food Bisa Turunkan Kualitas Sperma Laki-Laki, Ini Penelitiannya

Ilustrasi hamil.Freepik Ilustrasi hamil.

Faktor di balik meningkatnya kualitas sperma

Pacey menegaskan bahwa kesenjangan angka tersebut jelas tidak sekadar dipicu oleh hawa panas semata.

Penemuan medis terbaru ini menyoroti keterlibatan faktor gaya hidup tertentu yang lebih esensial. Elemen seperti durasi paparan cahaya matahari atau perubahan lingkungan alam diyakini memegang peran lebih yang lebih besar terhadap keberhasilan pembuahan, dibandingkan asumsi sebelumnya.

Hasil studi ini bertentangan dengan pemahaman konvensional seputar kesuburan. Sebab, banyak yang mengklaim bahwa akhir dan awal tahun merupakan momen terbaik memulai pembuahan.

Pacey menuturkan, untuk melangkah ke depan, mempertimbangkan aspek musim saat mengevaluasi kualitas cairan sperma akan menjadi sebuah langkah penting.

"Pada akhirnya, temuan ini memperdalam pemahaman kita tentang kesehatan reproduksi pria dan dapat membantu meningkatkan hasil kesuburan," pungkas Pacey.

Baca juga: Berapa Kali Sperma Harus Keluar dalam Seminggu? Berikut Penjelasannya…

Tag:  #studi #ungkap #sperma #lebih #lincah #musim #panas

KOMENTAR